20 Finalis Pahlawan Digital UMKM 2022

Sebanyak 20 finalis Pahlawan Digital UMKM 2022 resmi diumumkan oleh Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki serta Staf Khusus Presiden sekaligus inisiator Pahlawan Digital UMKM Putri Tanjung, dalam acara Kick Off Pahlawan Digital UMKM 2022: ‘Merayakan Transformasi Digital UMKM Indonesia’ pada Senin (3/10).

Ke-20 finalis Pahlawan Digital UMKM 2022 berasal dari seluruh Indonesia, yakni 40 persen diantaranya dari Jabodetabek dan 60 persen dari luar Jabodetabek, meliputi Banyumas, Surabaya, Banten, Bandung, Yogyakarta, Kupang, Jambi, dan Semarang. 25 persen dari 20 peserta terpilih juga memiliki pimpinan perempuan.

Para finalis ini merupakan local heroes yang bergerak di bidang digitalisasi koperasi, pesan antar UMKM, manajemen food wasted, marketplace influencer, penyediaan manajemen organisasi untuk UMKM, sampai berbagai macam solusi digital di bidang peternakan.

“Dua tahun lalu, di tengah pandemi Covid-19, banyak anak muda yang mengembangkan inovasi yang menyelamatkan banyak UMKM dan sekarang menjadi bisnis yang sangat bagus. Saya senang dengan bisnis yang visinya untuk menolong orang. Itu keren kan, itu pahlawan,” ujar Menteri Teten dalam acara Kick Off Pahlawan Digital UMKM 2022.

“Bulan depan, bulan November, akan ada pahlawan digital baru. Untuk Pahlawan Digital UMKM yang lolos, kami harapkan mereka masuk ke inkubator digital dan kami harapkan para Pahlawan Digital UMKM bisa menjadi partner pemerintah,” katanya.

BACA JUGA : Pemerintah Cari Pahlawan Digital UMKM 2022, Berminat?

Senada dengan Menteri Teten, Putri Tanjung menuturkan, para pemenang Pahlawan Digital UMKM 2022 akan memiliki peran konkret dalam membantu para pelaku UMKM masuk ke dunia digital. Sebab, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) telah berkomitmen untuk menyelaraskan program-program digitalisasi UMKM dengan para Pahlawan Digital UMKM.

“Komitmen dari KemenKopUKM, untuk Pahlawan Digital UMKM 2022 akan langsung matchmaking dengan program-program KemenKopUKM. Ini yang berbeda dari Pahlawan Digital UMKM 2020,” tutur Putri.

Kemudian, pada sesi final tanggal 10 November nanti, 10 Pahlawan Digital UMKM yang terpilih juga memiliki kesempatan untuk pitching di depan para calon investor, venture capital, BUMN, dan lembaga pembiayaan lain.

“Artinya semakin terbuka peluang bagi Pahlawan Digital UMKM untuk dilirik dan berpotensi naik kelas. Jadi jangan hanya UMKM saja yang kita bikin harus naik kelas, tapi para inovator digital ini juga harus kita dorong agar naik kelas, agar mereka bisa ‘menggendong’ lebih banyak UMKM kita bisa go digital,” ujar Putri.

Setelah diumumkan, 20 finalis Pahlawan Digital UMKM 2022 yang terpilih akan mengikuti workshop selama sekitar satu bulan untuk mendapatkan materi penguatan teknis bagi startup digital dari para ahli dan penyelarasan program dengan program digitalisasi KemenKopUKM.

Berikut daftarnya :

1. Ciptani: Agritech startup di Jambi yang berfokus membangun ekosistem berkelanjutan pada sektor pertanian yang terintegrasi untuk membantu memecahkan berbagai permasalahan pertanian dari hulu hingga hilir.

2. ManganFoods: Platform procurement & foodservice yang mempermudah pemesanan jasa foodservice dari berbagai macam restoran atau katering.

3. Warjali (Warung Jaya Kembali): Platform terintegrasi yang membuka akses kepada ratusan pelaku UMKM khususnya warung untuk mendapatkan suplai baku segar, berbagi dan belajar, hingga akses ke permodalan.

4. Modernfarm: Platform digitalisasi tata kelola peternakan modernfarm.id yang memudahkan para peternak untuk mengetahui secara realtime kondisi hewan dan mempermudah manajemen peternakan. Modernfarm.id telah membantu lebih dari 1.000 peternakan untuk mengelola sistem peternakan secara digital.

5. Smeshub: Platform penyedia solusi bagi UMKM yang berfokus pada digitalisasi manajemen organisasi.

6. Mindo: Platform pesan antar asal Banyumas, Jawa Tengah, yang berfokus pada digitalisasi logistik UMKM/pedagang kaki lima se-Kabupaten Banyumas.

7. Djoin: Platform digitalisasi koperasi dan perbankan yang ditujukan khusus kepada ekosistem second tier seperti pelaku UMKM dan pengusaha informal.

8. Starchain: Platform penyedia layanan mentorship dan pendampingan bagi para UMKM. Fitur chat mentor dari Starchain telah membantu digitalisasi manajemen ratusan UMKM dan memecahkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi.

9. Panak.id: Startup asal Bali yang telah membantu ratusan peternak di Bali dan sekitarnya sebagai penghubung langsung peternak dengan calon konsumen.

10. Surplus: Marketplace yang diciptakan khusus untuk menjual sisa-sisa makanan yang tidak terjual atau berlebih. Surplus hadir sebagai solusi dari masalah limbah makanan sekaligus membantu menambah pundi-pundi bagi para restoran UMKM. Hingga saat ini sudah lebih dari 2000+ merchants yang terbantu oleh surplus.

11. Tumbasin.id: Platform yang membantu penjual di pasar tradisional memaksimalkan penjualan dengan menyediakan digitalisasi akses pasar. Tumbasin telah beroperasi di 15 kota di Indonesia dan membantu menghubungkan 1.000 penjual di pasar tradisional dengan konsumen.

12. Crustea: Salah satu produk unggulan Crustea adalah eco aerator untuk menjaga kualitas oksigen yang sesuai dengan kebutuhan di tambak udang. Melalui inovasi ini, petambak udang di Surabaya dan sekitarnya bisa meningkatkan produksi dan efisiensi.

13. Dagangan: Aplikasi social-commerce yang menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga secara eceran dan grosir, khususnya di pedesaan atau kota/kabupaten tier 3-4 di Indonesia. Platform Dagangan telah menjangkau hingga ke 50.000 titik di pedesaan dan mencatatkan lebih dari 500.000 transaksi.

14. Onstock: Platform digitalisasi sistem manajemen stok untuk para pelaku usaha UMKM. Onstock telah digunakan oleh lebih dari 3.000 pelaku usaha UMKM dan berkontribusi membantu pelaku UMKM go digital, khususnya dalam manajemen pengelolaan barang.

15. Sandangs: Platform yang menghubungkan penjahit dan desainer dengan konsumen, baik B2B maupun direct consumer.

16. Beliayam.com: Platform yang menghubungkan peternak ayam dan konsumen, baik dari sisi retail, B2B, hingga direct consumers. Beliayam.com juga memiliki fitur manajemen pertanian untuk mempermudah peternak mengetahui secara realtime kondisi ternak.

17. Aturkuliner: Platform SaaS pengelolaan manajemen restoran yang mengintegrasikan seluruh pengelolaan dari hulu ke hilir restoran. Aturkuliner telah membantu lebih dari 150 brand restoran dan pelaku usaha UMKM dalam menjalankan usaha.

18. Iam.id: Platform yang menghubungkan influencers dan pegiat media sosial dengan para pelaku UMKM untuk meningkatkan awareness produk. Iam.id telah menjalankan 500 lebih marketing campaign UMKM dan membantu UMKM meningkatkan penjualan.

19. MASTANI: Platform penyedia ekosistem yang terintegrasi end to end dalam pengelolaan pertanian. Melalui aplikasi ini, petani akan mendapatkan akses ke teknologi dan inovasi pertanian tanpa biaya dan hasil produksinya dijamin terserap.

20. eFishsmart: Platform jual beli online yang berfungsi untuk memudahkan konsumen membeli berbagai jenis ikan segar, ikan beku, dan produk olahan perikanan. Platform ini tujuan untuk memajukan pertumbuhan dunia industri di bidang perikanan, khususnya di Nusa Tenggara Timur.

Exit mobile version