3 Risiko Bisnis Online yang Perlu Kamu Ketahui

Bisnis online memang tak dipungkiri saat ini sedang ramai peminat. Salah satu keuntungannya adalah kamu tak perlu memiliki atau menyewa toko untuk berjualan. Meski demikian, yang namanya bisnis, baik itu offline maupun online pasti memiliki risiko.

Hampir mirip dengan bisnis offline, bisnis online menuntutmu untuk pandai berkomunikasi dengan pelanggan. Dibutuhkan interaksi yang baik agar bisa memperoleh kepercayaan pelanggan dan juga menarik minat calon pembeli lainnya.

Semakin bagus dan tinggi kepercayaan tersebut, maka niscaya akan mendatangkan omzet yang tinggi. Tak hanya omzet tinggi, ulasan yang bagus juga akan membuat bisnismu semakin dikenal masyarakat dan terpercaya.

Hanya saja, perlu kamu ketahui, tidak semua pelanggan bisa dipercaya. Berikut ini akan kami bahas 3 risiko bisnis online yang wajib kamu ketahui!

Baca Juga: Mau Usaha? Intip 5 Tips Bisnis Frozen Food

3 Risiko Bisnis Online

1. Tidak semua pembeli itu raja

Risiko binis

Kamu pasti pernah mendengar pepatah ‘pembeli adalah raja’. Pepatah tersebut mengajarkan kita untuk menghormati pembeli dan memperlakukannya sebaik mungkin. Hal ini tidak berlaku penuh di dunia bisnis online.

Mengapa demikian? Karena bisa saja pembeli yang kamu anggap raja adalah penipu. Kasus penipuan di dunia online marak terjadi. Bukan cuma dari penjual, beberapa kasus bahkan ada yang dari pembeli. Beragam cara penipuan mungkin mereka lakukan misalnya dengan melakukan pemalsuan struk pembayaran.

Biasanya kasus tersebut terjadi jika kamu bertransaksi atau berjualan lewat sosial media atau situs pribadi. Untuk menghindari hal tersebut, pastikan uang benar-benar masuk ke rekening sebelum mengirim barang.

Cara berikutnya kamu bisa berjualan dengan menggunakan platform e-commerce, seperti Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak. Bertransaksi di platform e-commerce memungkinkan kamu bisa terhindar dari penipuan. Hal ini karena e-commerce akan memastikan bahwa uang benar-benar terkirim.

Penipuan lainnya yang dilakukan pembeli adalah sering pembeli tidak membayar seharusnya. Kalau sudah begitu, jangan pernah memproses pesanan sebelum pembeli benar-benar mengirim sesuai jumlah yang seharusnya.

2. Waspada pembeli hit and run

Kamu musti memahami betul karakteristik pembeli. Ada pembeli yang banyak bertanya, tapi pada akhirnya tidak jadi beli. Ada juga yang sudah konfirmasi beli, tapi bayarnya nanti-nanti. Sekilas memang menyebalkan hal seperti itu.

Tapi, sebagai penjual kamu tidak perlu menanggapinya dengan terlalu serius. Banyak-banyak bersabar adalah salah satu kunci kesuksesan. Tetap hadapi pembeli dengan ramah dan layani dengan tulus.

Baca Juga: Tips Menguasai Instagram untuk Bisnis Online

Kalau memang ketemu pembeli seperti di atas, buatlah sistem deadline pembayaran. Sebagai contoh, bila waktu 24 jam tidak ditransfer maka pesanannya otomatis batal. Atau kamu juga bisa pakai sistem siapa cepat transfer dia dapat. Dengan demikian calon pembeli tidak akan merasa santai.

Sebagai tambahan, jika memungkinkan kamu punya dua atau tiga jalur komunikasi dengan fungsi berbeda. Semisal jalur yang satu untuk komplain atau pertanyaan seputar produk. Satu lagi untuk proses pembayaran.

3. Waspada pembeli yang merusak citra

Tips Bisnis Online dengan Modal Pas-pasan

 

Dinamika dalam berinteraksi dengan pembeli memang beragam. Ada pembeli yang tidak sabaran, pemarah, sampai yang melontarkan kata-kata kasar. Pun demikian, kita sebagai penjual tetap harus melayani dengan baik.

Berikan juga alasan mengapa kamu lambat dalam merespon. Hal ini untuk menghindari pencemaran nama baik oleh pembeli. Selain karena lambatnya respon, pencemaran nama baik juga sering terjadi karena pembeli merasa kurang puas dengan produk.

Dalam hal ini berikan informasi yang jelas terkait produk yang akan kamu jual. Pastikan juga menggunakan jasa pengiriman yang aman, agar barang yang dikirim tidak rusak ketika diantar. Kamu bisa mengandalkan jasa pengiriman JNE ketika ingin mengirim barang.

Itu dia tadi beberapa risiko bisnis online yang bisa kamu simak. Semoga usaha yang kamu jalani lancar selalu!

Baca Juga: Simak 5 Tips Membuka Usaha Laundry Ini

Exit mobile version