JNEWS – Arah tren e-commerce di Indonesia kini semakin terus menunjukkan geliat yang berarti. Salah satu fakta yang happening di awal 2026 adalah live commerce dan social shopping, terutama melalui platform seperti TikTok Shop.
Model penjualan ini tidak hanya mengandalkan harga dan promo, tetapi juga mengedepankan interaksi, kepercayaan, dan pengalaman belanja secara langsung dan atraktif. Singkatnya, live commerce mengubah cara konsumen bertransaksi.
Proses belanja yang sebelumnya pasif kini menjadi aktif dan partisipatif. Konsumen dapat melihat produk secara real-time, bertanya langsung kepada penjual atau kreator, hingga melakukan pembelian dalam satu waktu.
Agar strategi ini berjalan optimal, berikut tujuh poin penting yang menjadi kunci sukses live commerce dan social shopping di TikTok Shop.
Live Commerce Menghadirkan Pengalaman Belanja yang Lebih Personal
Berbeda dengan etalase e-commerce konvensional, live commerce menawarkan sentuhan personal. Penjual tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga membangun komunikasi dua arah dengan calon pembeli. Interaksi ini membuat konsumen merasa dilibatkan dalam proses belanja, bukan sekadar menjadi target promosi.
Pendekatan personal ini terbukti meningkatkan tingkat kepercayaan. Konsumen cenderung lebih yakin membeli produk yang diperkenalkan secara langsung, lengkap dengan demonstrasi dan penjelasan yang transparan. Di sinilah live commerce berperan sebagai jembatan antara brand dan konsumen.
Konten Live yang Menarik Menjadi Penentu Utama
Dalam live commerce, konten adalah kunci. Siaran langsung yang monoton berisiko ditinggalkan penonton dalam hitungan menit. Oleh karena itu, penjual perlu menyusun alur live dengan jelas, mulai dari pembukaan yang menarik, pengenalan produk, demonstrasi, hingga penawaran khusus.
Konten live yang efektif biasanya dikemas ringan, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan audiens. Tidak harus selalu formal, tetapi tetap informatif. Penonton yang merasa terhibur sekaligus mendapatkan manfaat akan bertahan lebih lama dan berpotensi melakukan transaksi.
Social Shopping Mengandalkan Rekomendasi, Bukan Sekadar Iklan
Social shopping berkembang seiring perubahan perilaku konsumen digital. Konsumen kini lebih percaya pada rekomendasi dibandingkan iklan satu arah. Ulasan dari kreator, testimoni pengguna, hingga pengalaman nyata saat live menjadi faktor penentu keputusan pembelian.
Di TikTok Shop, proses belanja sering kali diawali dari konten yang bersifat informatif atau menghibur, bukan promosi langsung. Ketika konsumen merasa terhubung dengan konten tersebut, proses transaksi pun terjadi secara lebih natural.
Creator Commerce Memperkuat Kepercayaan Konsumen
Peran kreator dalam ekosistem live commerce semakin strategis. Creator commerce menjembatani brand dengan audiens yang sudah memiliki kedekatan emosional dengan sang kreator. Rekomendasi yang disampaikan terasa lebih autentik karena didasarkan pada pengalaman dan gaya komunikasi yang akrab.
Bagi pelaku usaha, kolaborasi dengan kreator dapat meningkatkan jangkauan sekaligus kredibilitas. Kreator memahami karakter audiensnya, sehingga pesan yang disampaikan lebih tepat sasaran dan efektif dalam mendorong penjualan.
Produk yang Tepat Lebih Mudah Laris saat Live
Tidak semua produk memiliki performa yang sama dalam live commerce. Produk yang paling diminati biasanya memiliki visual menarik, manfaat jelas, dan mudah didemonstrasikan. Kategori seperti fesyen, kecantikan, makanan, dan produk kebutuhan harian cenderung mendapatkan respons tinggi.
Selain itu, penawaran khusus seperti diskon terbatas, bundling, atau bonus selama live menjadi daya tarik tambahan. Strategi ini mendorong rasa urgensi dan mempercepat keputusan pembelian.
Interaksi Aktif Meningkatkan Konversi Penjualan
Salah satu keunggulan live commerce adalah interaksi real-time. Penjual yang aktif menyapa penonton, menjawab pertanyaan, dan merespons komentar akan menciptakan suasana belanja yang lebih hidup. Interaksi ini membuat penonton merasa diperhatikan dan lebih percaya terhadap produk yang ditawarkan.
Respons cepat dan komunikatif juga membantu mengatasi keraguan calon pembeli. Semakin banyak pertanyaan yang terjawab selama live, semakin besar peluang terjadinya transaksi.
Logistik Andal Menjadi Penopang Kesuksesan Live Commerce
Lonjakan transaksi dari live commerce harus diimbangi dengan layanan logistik yang andal. Kecepatan, keamanan, dan ketepatan pengiriman menjadi bagian penting dari pengalaman pelanggan. Konsumen yang puas dengan proses pengiriman cenderung melakukan pembelian ulang.
Integrasi antara platform penjualan dan sistem logistik memastikan proses fulfillment berjalan efisien. Hal ini menjadi faktor krusial dalam menjaga kepercayaan konsumen, terutama di tengah tingginya ekspektasi terhadap layanan e-commerce saat ini.
Masa Depan Live Commerce dan Social Shopping
Memasuki 2026, live commerce dan social shopping diprediksi akan terus berkembang seiring meningkatnya adopsi teknologi digital. Personalisasi berbasis data, kolaborasi kreator, serta dukungan logistik yang terintegrasi akan menjadi fondasi utama pertumbuhan model bisnis ini.
Bagi pelaku usaha, memahami strategi live commerce bukan lagi sekadar mengikuti tren, melainkan langkah strategis untuk bertahan dan tumbuh di tengah persaingan e-commerce yang semakin kompetitif.
Baca juga:Â Strategi Sukses dalam Live Shopping: Tip untuk Tembus Penjualan Jutaan











