JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Desa Kete Kesu: Jejak Budaya Toraja yang Tetap Lestari hingga Kini

by Penulis JNEWS
9 May 2025
Desa Kete Kesu di Toraja yang Lestari
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Tana Toraja dikenal luas sebagai kawasan yang masih memegang teguh adat istiadat nenek moyang dalam kehidupannya hingga sekarang ini. Cerminan kentalnya budaya Toraja bisa dilihat pada Desa Kete Kesu.

Suku Toraja dikenal sebagai suku yang menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur, terutama dalam hal kematian dan kehidupan setelahnya. Dalam menjalankan kehidupan, suku ini memiliki sistem kepercayaan animisme dan dinamisme yang disebut Aluk Todolo, yang berarti jalan leluhur atau agama leluhur.

Sistem kepercayaan tersebut masih dianut oleh sebagian masyarakat Toraja walaupun mayoritas telah memeluk agama Kristen. Adapun sistem Aluk Todolo ini mengatur hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari bercocok tanam hingga ritual pemakaman.

Desa Kete Kesu dan Sejarah Awal Suku Toraja

Desa Kete Kesu terletak di tengah-tengah hamparan sawah yang luas dan merupakan desa tertua yang berada di distrik Sanggalangi. Desa ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang nenek moyang suku Toraja yang datang dan menetap di dataran tinggi Sulawesi Selatan.

Desa adat ini diperkirakan berusia lebih dari 400 tahun dan konon tidak berubah sama sekali dari awal terbentuk. Hal ini bisa dilihat dari keberadaan pahatan serta peninggalan jejak kuburan batu manusia. Bukti tersebut menunjukkan bahwa sudah ada peradaban sejak ratusan tahun lalu.

Menurut kisah-kisah lisan dan catatan sejarah, suku Toraja berasal dari rumpun Austronesia yang mulai mendiami daerah pegunungan sejak ribuan tahun lalu. Mereka membentuk komunitas tertutup dan mengembangkan budaya yang sangat khas, dengan struktur sosial dan ritual yang kompleks. Kete Kesu menjadi titik penting dalam proses itu karena lokasinya yang strategis serta hubungan eratnya dengan leluhur.

Di Desa Kete Kesu, para leluhur dihormati melalui bentuk arsitektur rumah adat, sistem pemakaman unik di tebing batu, dan upacara besar yang disebut Rambu Solo’.

Adapun sisa-sisa peninggalan bersejarah yang telah berumur ratusan tahun, mulai dari rumah adat Tongkonan Toraja, batu menhir, ukiran dinding , artefak hingga makam orang-orang penting di masa lalu (seperti raja, ketua adat, bangsawan) bisa dijumpai di kawasan adat Kete Kesu.

Baca juga: Panduan Menelusuri Keunikan Budaya dan Wisata Toraja

Pesona Desa Kete Kesu yang Melestarikan Budaya Suku Toraja

Dikutip dari website Wonderful Indonesia, Desa Kete Kesu berfungsi sebagai semacam museum hidup. Di tempat ini, pengunjung bisa merasakan langsung budaya dan tradisi masyarakat Toraja kuno yang masih lestari hingga sekarang.

Berikut ini adalah sejumlah daya tarik dari Desa Kete Kesu yang menjadi magnet bagi wisatawan baik domestik hingga mancanegara untuk berkunjung.

Budaya dan Wisata Toraja

1. Rumah Adat Tongkonan

Magnet utama dari desa adat ini adalah rumah tongkonan yang dibangun berjejer dengan atap mirip tanduk kerbau yang didominasi oleh warna merah.

Di desa adat ini terdapat 12 rumah adat Tongkonan. Bentuk rumah ini di bagian depan terdapat tongkonan yang lebih besar dan menghadap ke arah utara. Dalam kepercayaan masyarakat suku Toraja, arah utara melambangkan kehidupan sedangkan sisi selatan dianggap sebagai tempat bagi mereka yang meninggal dunia.

Setiap rumah dihiasi ukiran dan simbol yang menggambarkan status sosial pemiliknya. Menariknya, masyarakat setempat membangun rumah Tongkonan dengan menumpukkan kayu sedemikian rupa sehingga tidak ada paku yang digunakan.

Dinding-dinding rumah dihiasi warna merah, hitam, dan kuning yang mewakili unsur kehidupan. Bagian atap rumah yang menjulang, berbentuk menyerupai perahu tertelungkup dan terbuat dari buritan yang berlapis ijuk hitam.

Selain itu, di bagian depan rumah dipasang tanduk-tanduk kerbau sebagai penanda banyaknya hewan yang telah dikorbankan dalam upacara adat. Makin banyak tanduk, makin tinggi pula derajat keluarga tersebut.

Keunikan lain dari rumah ini adalah kolong rumah digunakan sebagai kandang untuk hewan ternak. Lalu, bagian dalam rumah dibagi menjadi beberapa bagian, salah satu bagiannya digunakan sebagai tempat menyimpan jenazah keluarga yang belum bisa dikuburkan.

Karena Desa Kete Kesu merupakan kompleks wisata adat, maka tidak ada yang menghuni rumah Tongkonan di desa ini. Rumah ini bukan hanya tempat tinggal, melainkan pusat kegiatan adat, tempat bermusyawarah, dan tempat penyimpanan nilai-nilai leluhur yang diwariskan lintas generasi.

2. Kuburan Batu

Salah satu ciri khas budaya Toraja adalah sistem pemakaman yang unik, yakni menyimpan jenazah di dalam peti dan menggantungnya di tebing batu kapur. Pemakaman tersebut hanya digunakan bagi masyarakat Toraja yang sanggup untuk melaksanakan upacara Rambu Solo.

Di Desa Kete Kesu, pengunjung bisa melihat langsung deretan peti kayu tua yang digantung di ceruk-ceruk tebing. Beberapa bahkan telah berusia lebih dari 300 tahun.

Menariknya, setiap peti memiliki ornamen khusus dan terkadang berbentuk menyerupai bentuk binatang atau simbol status sosial. Di dekat peti, sering ditemukan patung kayu bernama “tau-tau” yang merupakan representasi dari orang yang sudah meninggal.

Selain peti mati, di dinding gua juga berisi tulang-tulang manusia dan tengkorak yang diperkirakan sudah berusia ratusan bahkan ribuan tahun. Kondisi gua tersebut dulunya masih aktif dan dipenuhi dengan stalakmit dan stalaktit. Sayangnya kondisi sekarang semakin mengecil.

Berkunjung ke kuburan batu ini, pengunjung tidak boleh mengganggu apa pun yang ada di dalam gua dan tidak boleh bertindak sembarangan. Adat istiadat di tempat ini masih kental. Jadi apabila ada masalah, akan ada peringatan adat dengan hukuman bervariasi.

3. Museum Indo Tadung

Dikutip dari website Museum, tidak ada tanda dari luar atau papan nama yang menunjukkan bangunan ini adalah Museum Indo Ta’dung. Apalagi pintunya hanya dibuka saat ada pengunjung.

Museum di Desa Kete Kesu ini hanya memiliki satu ruang pameran yang kecil yang memamerkan beragam perabot rumah tangga suku Toraja. Misalnya seperti piring makan ayah, ibu, dan anak-anak dengan ukuran berbeda, selembar selimut dari serat kulit pohon, mangkuk, kendi, cangkir, dan guci kecil.

Ada juga perlengkapan upacara, perlengkapan perang, hewan yang diawetkan, serta peralatan tenun. Namun, yang menjadi koleksi unggulan museum ini adalah bendera merah putih yang pertama kali dikibarkan di Toraja, tanggal 17 Agustus 1946 dan dijahit oleh Indo’ Ta’dung.

4. Upacara Adat Rambu Solo’

Upacara adat Rambu Solo’ sangat populer hingga mancanegara. Bahkan sekelas National Geographic pun mengirimkan wartawannya untuk bisa meliput upacara adat unik dan fenomenal ini.

Upacara adat pemakaman khas Toraja ini biasanya berlangsung selama beberapa hari. Upacara ini bukan hanya tentang kesedihan, tapi juga bentuk penghormatan dan perayaan terhadap kehidupan orang yang telah meninggal.

Prosesi dimulai dengan musik tradisional, tarian, dan pengorbanan kerbau yang dianggap sebagai pengantar roh ke alam baka. Semakin banyak kerbau yang dikorbankan, semakin tinggi pula kedudukan orang yang meninggal dalam kehidupan setelah mati.

Panduan Menuju Desa Kete Kesu

Desa Kete Kesu di Toraja yang Lestari

1. Lokasi

Desa Kete Kesu terletak sekitar 4 km dari pusat kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Lokasinya yang berada di ketinggian membuat desa ini terasa sejuk.

2. Cara Menuju

Untuk mencapai Desa Kete Kesu, pengunjung bisa menggunakan transportasi udara ke Bandara Pongtiku di Makale dari Makassar atau kota besar lainnya di Sulawesi. Dari bandara, perjalanan ke Rantepao bisa dilanjutkan dengan mobil sekitar 1,5 jam.

Dari pusat kota Rantepao, lanjutkan perjalanan menggunakan ojek, mobil sewaan, atau kendaraan pribadi untuk mencapai Desa Kete Kesu.

Apabila ingin naik bus, ada jurusan Makassar menuju Rantepao Toraja. Perjalanan ditempuh kurang lebih delapan jam. Lalu melanjutkan perjalanan ke Desa Kete Kesu sekitar satu jam

Jalan menuju desa cukup baik dan sudah diaspal, meski berkelok-kelok mengikuti kontur pegunungan. Disarankan datang di pagi hari agar bisa menikmati suasana desa secara maksimal.

3. Harga Tiket Masuk

Untuk masuk ke kawasan wisata Desa Kete Kesu, pengunjung dikenakan tiket masuk:

  • Rp15.000 untuk wisatawan domestik
  • Rp30.000 untuk wisatawan mancanegara

Biaya ini sudah termasuk akses ke area rumah adat, kuburan tebing, serta museum. Beberapa warga lokal juga menawarkan jasa pemandu wisata dengan tarif tambahan yang bisa dinegosiasikan langsung.

Baca juga: Mengenal Rumah Adat Tongkonan: Ikon Arsitektur Toraja di Sulawesi Selatan

Desa Kete Kesu adalah bukti jejak suku Toraja yang lestari di tengah perubahan zaman. Adat istiadat di desa ini masih dipegang teguh dan tidak pernah luntur. Warisan budaya ini patut untuk terus dijaga karena menjadi bagian dari identitas bangsa.

Tags: adat istiadatdesa adatdesa wisatakampung adatrumah adat Tongkonansuku Torajasulawesi selatanTana Torajaupacara adatupacara pemakaman
Share190Tweet119
Next Post
Teknologi Deepfake: Cara Kerja dan Dampaknya

Apa Itu Teknologi Deepfake? Cara Kerja dan Dampaknya dalam Dunia Digital

TERKINI

kiat tumbuh di era ai bagi pelaku umkm

Kiat Tumbuh di Era AI dan E-Commerce bagi Pelaku UMKM

9 March 2026
pet hotel

Berkat Pet Hotel: Mudik Tenang, Anabul RiangĀ 

9 March 2026
jne ajak penghibur kak bram menghibur anak yatim di Yayasan Shohibul Istiqomah di Kramat Jati, Jakarta Timur

Menghibur Anak Yatim bareng Pendongeng Kak Bram

9 March 2026
Tips Belanja Oleh-Oleh Mudik untuk Keluarga Besar yang Tetap Hemat

Tips Belanja Oleh-Oleh Mudik untuk Keluarga Besar yang Tetap Hemat

9 March 2026
jne padang catatkan peningkatan kiriman di bulan ramadan

Dampak Bencana Berangsur Lewat, JNE Padang Catat Kiriman Meningkat

9 March 2026
penukaran uang pecahan di kantor bank indonesia

BI Buka Layanan Penukaran Uang Pecahan Sampai 15 Maret 2026

9 March 2026

POPULER

Tempat Wisata di Palopo yang Menarik Dikunjungi

Daftar Tempat Wisata di Palopo yang Menarik Dikunjungi

by Penulis JNEWS
17 February 2026

Tips Sahur Sehat dan Praktis untuk Aktivitas yang Padat

5 Tips Sahur Sehat dan Praktis untuk Aktivitas yang Padat

by Penulis JNEWS
27 February 2026

Oleh-Oleh Khas Pangandaran untuk Buah Tangan Liburan

19 Pilihan Oleh-Oleh Khas Pangandaran untuk Buah Tangan Liburan

by Penulis JNEWS
24 February 2026

Kota Terkecil di Indonesia, Ada yang Jadi Tujuan Wisata Terpopuler

7 Kota Terkecil di Indonesia dan Fakta Menarik di Baliknya

by Penulis JNEWS
19 February 2026

Bukber Hemat, Cara Siasati agar Tidak Boros

7 Cara Cerdas Menyiasati Ajakan Bukber agar Tidak Boros

by Penulis JNEWS
25 February 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal