JNEWS – Memasuki 2026 berbagai peluang dan potensi bisnis yang ada di Pulau Belitung terus digarap JNE Cabang Utama Tanjung Pandan. Salah satunya adalah memaksimalkan potensi kiriman dari sektor kuliner khas lokal.
Tanjung Pandan merupakan ibukota Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Secara geografis, kota ini dikelilingi oleh pemandangan alam yang indah, terutama kawasan perairan pantainya sehingga kemudian menjelma sebagai destinasi wisata unggulan, seperti salah satunya adalah Pantai Tanjung Tinggi atau yang lebih dikenal dengan pantai Laskar Pelangi.
Sebagai kepulauan, kota yang terkenal dengan Julukan Kota Laskar Pelangi ini dikelilingi oleh lautan. Maka tak heran kemudian potensi dari luasnya perairan dengan segala produk turunannya menjadi sektor ekonomi unggulan bagi masyarakatnya.
Selama dua kali JNEWS berkunjung ke Tanjung Pandan, selain sektor pariwisata dan hasil laut, potensi perekonomian lainnya ada pada pertambangan, perkebunan sawit dan geliat para UMKM yang banyak memproduksi aneka kuliner khas lokal terutama yang berbahan ikan laut maupun kepiting.
Walau luas Kota Tanjung Pandan terhitung moderat (203,7 kilometer persegi), namun sudah banyak hotel berdiri. Kedai kopi dan restoran yang menyajikan hidangan laut mudah ditemui. Setiap hari kapal-kapal ukuran sedang bersandar membawa segala kebutuhan sehari-hari yang didatangkan dari Jakarta via Pelabuhan Tanjung Priok. Rute penerbangan Jakarta – Tanjung Pandan selalu padat, terutama setiap akhir pekan maupun libur nasional dengan waktu tempuh hanya sekitar 50 menit.

Menurut Kepala Cabang Utama JNE Tanjung Pandan, Raditya Akbar Meisargi, kunjungan wisatawan dari waktu ke waktu terus mengalir ke Tanjung Pandan terutama dari Jabodetabek. “Kota Tanjung Pandan dikelingi lautan. Maka tidak heran hasil tangkapan laut melimpah dan menjadi olahan kuliner khas seperti kepiting khas Tanjung Pandan. Namanya Kepiting Isi yang kemudian menjadi oleh-oleh populer dan paling diminati selain kerupuk ikan buatan para UMKM di Tanjung Pandan,” ujarnya.
Kepiting Isi sendiri merupakan daging kepiting rajungan yang telah dicampur bumbu, bawang daun dan telur yang kemudian dimasukkan kembali ke dalam cangkang kepiting dan digoreng, sehingga menghasilkan cita rasa yang lezat dan gurih.
“Di 2026, kami menargetkan kiriman dari hasil laut, yakni para seller Kepiting Isi, pempek dan produk frozen lainnya. Tujuannya untuk membantu pelaku UMKM di Tanjung Pandan mengembangkan bisnisnya agar bisa membuka re-seller-reseller baru di wilayah lain,” tambah Raditya, saat berbincang dengan JNEWS, Senin (12/1/2026).
Baca juga: Hasil Laut dan Pertanian, Pembawa Berkah JNE Pangandaran
Selain itu, dalam upaya mendongkrak peningkatan kiriman, pihaknya juga mengincar kiriman sektor government atau pemerintahan setempat, seperti kiriman dokumen dan lain sebagainya.
Agar semua potensi yang ada bisa tergarap maksimal, JNE Tanjung Pandan telah membuat program kerja. “Program kerja yang kami jalankan di 2026 seperti melakukan intimacy ke seller-seller dan berkolaborasi dengan brand owner. JNE Tanjung Pandan di 2026 diberi kenaikan target belasan persen dari target sales tahun sebelumnya. Dengan kerja keras semua tim, kami optimis target tersebut akan tercapai di akhir tahun kelak,” tutup Raditya.
JNE Tanjung Pandan yang mulai berdiri pada tahun 2004, kini sudah mempekerjakan 41 karyawan, dengan didukung 1 cabang pembantu serta 3 agen di zona B. Adapun wilayah operasional mencakup Kabupaten Kepulauan Belitung dan Belitung Timur, termasuk pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya. *












