JNEWS – Bungee jumping memang aktivitas yang hanya cocok untuk mereka yang suka tantangan ekstrem. Tetapi, tak sedikit pula yang penasaran untuk mencoba, meski belum punya pengalaman.
Wajar kalau muncul campuran antara penasaran, takut, dan ragu dalam waktu bersamaan. Apalagi jika ini pengalaman pertama dan belum pernah melakukan aktivitas serupa sebelumnya.
Ingin Bungee Jumping, Siapkan Hal-Hal Ini Dulu?
Bungee jumping adalah aktivitas rekreasi ekstrem dengan melompat dari ketinggian, seperti jembatan, menara, atau struktur tinggi lainnya. Peserta melompat dengan posisi tubuh menghadap ke bawah dan terhubung ke tali karet elastis yang kuat, biasanya dipasang di pergelangan kaki dan harness pengaman. Tali inilah yang menahan tubuh agar tidak jatuh bebas sepenuhnya.
Saat melompat, tubuh akan mengalami jatuh bebas beberapa detik sebelum tali meregang dan menarik kembali ke atas. Gerakan ini membuat tubuh memantul beberapa kali sampai akhirnya berhenti. Setelah itu, peserta akan diturunkan perlahan ke bawah oleh sistem pengaman.
Sebagai bungee jumper pemula, hal yang paling penting untuk disiapkan tidak saja keberanian. Lalu apa saja?
1. Kondisi Fisik dan Kesehatan
Bungee jumping bukan aktivitas yang bisa dilakukan tanpa pertimbangan, apalagi untuk pemula. Tubuh perlu berada dalam kondisi yang benar-benar siap karena akan ada entakan dan tarikan kuat saat tali meregang. Kalau ada masalah seperti jantung, tekanan darah tinggi, vertigo, atau gangguan tulang belakang sebaiknya tidak diabaikan.
Jadi pastikan badan memang fit. Karena, semakin fit badan, semakin kecil juga risiko hal yang tidak diinginkan terjadi.
Baca juga: 7 Hobi Ekstrem untuk Pacu Adrenalin yang Seru Banget
2. Kesiapan Mental
Bagi pemula, bagian paling berat dari bungee jumping adalah sesaat sebelum melompat. Berdiri di tepi platform sambil melihat ke bawah bisa memicu rasa ragu, takut, atau ingin mundur. Perasaan seperti ini normal dan dialami hampir semua orang yang baru pertama kali mencoba. Yang penting adalah bagaimana kita mengelola rasa takut itu, bukan menghilangkannya secara paksa.
Dengarkan instruksi instruktur dengan fokus, karena informasi kecil bisa sangat membantu menenangkan pikiran. Jangan membandingkan diri dengan peserta lain yang terlihat santai atau sudah berpengalaman. Setiap orang punya ambang keberanian yang berbeda.
Selama masih bisa berpikir jernih dan mengikuti arahan, itu sudah cukup sebagai tanda kesiapan mental.
3. Pilihan Operator dan Lokasi
Pemula sebaiknya tidak asal memilih tempat hanya karena viral di media sosial. Operator bungee jumping yang berpengalaman akan punya SOP yang rapi, dari briefing awal sampai prosedur setelah lompatan. Mereka tidak terburu-buru dan memberi waktu bagi peserta untuk memahami apa yang akan dilakukan.
Perhatikan cara mereka berkomunikasi, apakah mereka menjawab pertanyaan dengan sabar atau justru terkesan menyepelekan. Lokasi yang baik juga terlihat dari peralatan yang terawat dan pengecekan yang dilakukan dengan teliti.
Jangan sungkan bertanya soal standar keselamatan atau pengalaman operator. Tempat yang profesional tidak akan tersinggung dengan pertanyaan semacam itu.
4. Pakaian dan Perlengkapan Pribadi
Pakaian akan cukup berpengaruh pada kenyamanan saat melompat. Jadi, pilihlah baju yang tidak terlalu longgar agar tidak berkibar berlebihan atau tersangkut di peralatan. Celana panjang akan lebih aman dibandingkan celana pendek, terutama untuk menjaga posisi harness tetap nyaman.
Aksesori seperti jam tangan, anting besar, atau kalung sebaiknya dilepas saja. Sepatu harus tertutup dan terikat dengan baik agar tidak lepas.
Untuk perlengkapan utama, biasanya sudah disediakan operator, tetapi pelompat tetap wajib memastikan semuanya terpasang dengan pas. Kalau terasa terlalu longgar atau tidak nyaman, sampaikan sebelum melompat. Lebih baik sedikit rewel di awal daripada menyesal nantinya.

5. Pemahaman Prosedur Keselamatan
Instruksi sebelum melompat harus benar-benar disimak. Karena panduan ini akan sangat menentukan keamanan.
Umumnya, instruktur akan menjelaskan posisi tubuh, arah pandangan, dan apa yang harus dilakukan saat hitungan dimulai. Dengarkan dengan sungguh-sungguh, meskipun rasanya gugup atau tegang.
Hindari mencoba improvisasi gaya lompat sendiri, apalagi untuk lompatan pertama. Saat tubuh mengikuti arahan dengan benar, risiko cedera bisa ditekan semaksimal mungkin. Pemahaman yang baik akan membuat momen lompat terasa lebih terkontrol.
6. Makan dan Minum sebelum Melompat
Bungee jumping sebaiknya dilakukan dalam kondisi perut yang nyaman. Perut kosong bisa membuat badan lemas dan kepala terasa ringan. Sebaliknya, perut terlalu kenyang juga bisa memicu mual saat tubuh mengalami entakan.
Makanan ringan seperti roti, biskuit, atau buah biasanya cukup aman. Minum air putih secukupnya juga agar tubuh tidak dehidrasi. Hindari alkohol karena bisa memengaruhi keseimbangan dan pengambilan keputusan. Minuman berkafein berlebihan juga sebaiknya dihindari karena bisa membuat jantung berdebar lebih cepat.
7. Sikap saat di Lokasi
Datang lebih awal memberi kita waktu untuk menyesuaikan diri dengan suasana sekitar. Kita bisa melihat bagaimana alur kegiatan berjalan tanpa merasa terburu-buru. Mengamati peserta lain juga bisa membantu membayangkan apa yang akan dialami nanti.
Tetap tenang saat menunggu giliran, jangan memancing rasa takut dengan overthinking berlebihan. Jika merasa sangat tidak siap, komunikasikan dengan instruktur tanpa sungkan. Pemula tidak dituntut untuk selalu memaksakan diri. Kalaupun memutuskan untuk menunda dan mundur, itu juga bukan masalah besar. Karena, pengalaman bungee jumping seharusnya meninggalkan kesan baik, bukan trauma.
Baca juga: 10 Lokasi Arung Jeram Terkenal di Indonesia
Bungee jumping untuk pemula akan terasa jauh lebih nyaman ketika dijalani dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang jelas. Dengan mengenali batas diri, mengikuti prosedur, dan tidak terburu-buru, pengalaman pertama bisa dinikmati tanpa meninggalkan rasa khawatir yang berlebihan.











