JNEWS – Hobbiton Selandia Baru dikenal sebagai lokasi wisata yang awalnya dibuat untuk kebutuhan produksi film The Hobbit dan The Lord of The Ring, lalu berkembang menjadi tempat yang bisa dikunjungi publik. Letaknya ada di kawasan pedesaan Matamata dengan kondisi alam yang masih asli.
The Hobbit dan The Lord of the Ring adalah dua trilogi yang diadaptasi dari novel karya J. R. R. Tolkien, yang dikenal luas karena membangun dunia fiksi dengan latar, budaya, dan detail yang sangat lengkap. Ceritanya tidak hanya fokus pada tokoh, tapi juga pada tempat-tempat yang punya peran penting dalam alur. Salah satu lokasi yang cukup menonjol adalah The Shire, yang digambarkan sebagai desa sederhana tempat para Hobbit tinggal. Gambaran ini kemudian diwujudkan dalam bentuk set fisik saat proses produksi film berlangsung.
Bagi yang sudah menonton trilogi The Hobbit dan The Lord of the Rings, gambaran tempat ini tentu sudah tidak asing. Set yang ditampilkan memang dibuat mengikuti kebutuhan cerita, dengan detail yang mengagumkan.
Hobbiton Selandia Baru: Dari Peternakan Biasa ke Lokasi Syuting Dunia Fantasi

Sebelum dikenal sebagai lokasi syuting The Lord of The Ring dan The Hobbit, area Hobbiton Selandia Baru ini sebenarnya adalah peternakan domba dan sapi milik keluarga Alexander. Kondisinya memang seperti yang di film, alami, tenang, bersih dari modernitas, dan seperti berada di “dunia lain”. Tidak ada tiang listrik, bangunan modern, atau jalan besar yang mengganggu pemandangan.
Lahan seluas kurang lebih 500 hektare ini sudah dimiliki keluarga tersebut sejak tahun 1978. Saat itu, tempat ini hanya digunakan sepenuhnya untuk kegiatan peternakan. Tercatat ada sekitar 13.000 ekor domba dan 300 sapi Angus yang dipelihara di tempat ini. Bahkan sampai sekarang, bagian di luar area set film masih tetap difungsikan sebagai peternakan aktif.
Kondisi lanskap itulah yang menjadi salah satu alasan utama Peter Jackson memilih lokasi ini. Tim pencari lokasi pertama kali menemukan area ini lewat pemantauan udara menggunakan helikopter. Dari atas, mereka langsung tertarik dengan perbukitan hijau yang terlihat subur dan alami. Di dekat danau, ada satu pohon pinus besar yang cukup mencolok, yang sekarang dikenal sebagai Party Tree.
Dikutip dari situs resminya, saat proses pembangunan dimulai pada tahun 1999, proyek ini juga melibatkan bantuan dari Angkatan Darat Selandia Baru. Mereka membantu membuka akses ke lokasi dengan membangun jalan sepanjang kurang lebih 1,5 km. Pengerjaan dilakukan menggunakan buldozer dan alat berat lainnya.
Pada awalnya, set Hobbiton Selandia Baru ini hanya dibuat sebagai bangunan sementara untuk keperluan syuting trilogi The Lord of the Rings. Setelah proses syuting selesai sekitar tahun 2000, sebagian besar set dibongkar dan hanya menyisakan beberapa bagian sederhana.
Namun, karena semakin banyak orang yang tertarik datang ke lokasi tersebut, akhirnya diputuskan untuk membangunnya kembali secara permanen. Pembangunan ulang ini dilakukan saat produksi trilogi The Hobbit dimulai. Berbeda dari sebelumnya, set kali ini dibuat dengan material yang lebih kuat seperti batu dan kayu agar bisa bertahan lama dan bisa dibuka untuk umum.
Baca juga: 15 Lokasi Syuting Film Dunia yang Kemudian Menjadi Destinasi Wisata Terkenal
Daya Tarik Hobbiton Selandia Baru

Daya tarik utama Hobbiton Selandia Baru ini ada pada bagaimana tempat ini menampilkan “The Shire” dengan sangat detail yang dibuat mendekati deskripsi yang ada di novel. Berikut beberapa daya tariknya.
1. 44 Lubang Hobbit (Hobbit Holes)
Di area ini ada puluhan rumah Hobbit yang bentuknya khas. Masing-masing rumah punya desain berbeda, terutama di bagian pintu dan halaman depannya. Ada yang dihias dengan sayuran, alat berkebun, atau barang kecil lain yang disesuaikan dengan “pekerjaan” si Hobbit.
Detail seperti ini dibuat supaya terlihat seperti rumah yang benar-benar dihuni. Ukurannya juga tidak ada yang sama persis. Jadi ada rumah yang terlihat lebih besar atau lebih kecil. Nyaris realistis dan sempurna.
2. Bag End (Rumah Bilbo dan Frodo)
Di antara deretan Hobbit Holes di Hobbiton Selandia Baru, ada satu rumah yang memang jadi tujuan utama wisatawan. Itulah Bag End, rumah Bilbo dan Frodo, dua tokoh utama The Hobbit dan The Lord of The Ring.
Letak Bag End ini di atas bukit, dengan pintu bulat warna hijaunya. Dari sini, pengunjung bisa melihat area desa Hobbit secara lebih luas. Di sekitarnya juga ada taman yang ditata rapi. Banyak orang menjadikan tempat ini sebagai spot foto utama. Selain karena ikonik, posisinya memang enak untuk melihat pemandangan sekitar.
3. Interior Hobbit Hole di Bagshot Row
Sekarang pengunjung sudah bisa masuk ke dalam beberapa rumah Hobbit, terutama di area Bagshot Row. Bagian dalamnya dibuat lengkap, mulai dari dapur, ruang duduk, sampai kamar tidur.
Semua isi ruangan disusun supaya terlihat seperti dipakai sehari-hari. Ukuran furniturnya juga kecil, menyesuaikan ukuran Hobbit.
4. The Green Dragon Inn
The Green Dragon Inn adalah semacam kedai atau pub yang ada di dalam area Hobbiton Selandia Baru. Tempat ini juga banyak muncul dalam filmnya.
Menariknya, pengunjung akan dapat minuman yang juga diminum oleh para Hobbit di sini, seperti ginger ale atau apple cider, yang sudah termasuk dalam tiket. Kedai ini berinterior kayu dan suasananya sangat hangat.
5. Party Tree dan Danau
Di area ini ada pohon besar yang dikenal sebagai Party Tree. Di pohon inilah, Bilbo merayakan ulang tahunnya di film, yang kemudian ia menghilang dan Frodo mulai petualangannya.
Di dekatnya ada danau kecil dengan air yang cukup tenang. Ada juga kincir air di pinggir danau yang jadi salah satu ciri khas tempat ini.
6. Detail Desain yang Rumit
Kalau diperhatikan, banyak detail kecil yang sengaja dibuat untuk mendukung suasana desa Hobbit ini. Misalnya ada jemuran kecil dengan pakaian, kebun sayur yang benar-benar ditanam, hingga properti rumah tangga lainnya. Bahkan ada efek asap dari cerobong supaya terlihat seperti ada yang tinggal di dalamnya.
Semuanya dirawat dengan serius dan rutin, bukan sekadar pajangan. Tempatnya terasa benar-benar hidup, benar-benar seperti tempat tinggal Hobbit yang sesungguhnya. Pengunjung yang teliti biasanya akan lebih menikmati bagian ini.
7. Waikato Countryside
Hobbiton Selandia Baru berada di kawasan pedesaan Waikato, yang memang terkenal dengan perbukitan hijau. Sudah berada di sini, bisa sekalian menjelajah Waikato seluruhnya. Udara di area ini terasa lebih segar karena jauh dari kota besar.
Hobbiton Selandia Baru memperlihatkan bagaimana sebuah lokasi yang awalnya dibuat untuk kebutuhan film bisa berkembang menjadi destinasi wisata populer, dikunjungi oleh banyak orang dari seluruh dunia.
Baca juga: Daftar Lengkap Tempat Wisata Terpopuler di Dunia dari Eropa hingga Oseania
Pariwisata membawa dampak cukup besar bagi kota terdekat, Matamata, yang menjadi titik keberangkatan tur. Banyaknya pengunjung membuat kota ini ikut berkembang sebagai area penunjang wisata, terlihat dari bertambahnya kafe, restoran, dan tempat makan lainnya.












