JNEWS – Kalau dulu mencari produk untuk dijual kita akan banyak mengandalkan insting atau ikut-ikutan tren, sekarang prosesnya bisa jauh lebih mudah. Berbagai tools riset produk memungkinkan penjual melihat apa yang sedang dicari konsumen, produk apa yang sedang naik daun, hingga seberapa besar tingkat persaingannya.
Dengan memanfaatkan data yang tersedia, keputusan memilih barang jualan tidak lagi sekadar tebakan. Bahkan sebelum mengeluarkan modal, kita sudah bisa mendapat gambaran apakah suatu produk punya peluang pasar yang menarik atau justru sudah terlalu padat kompetitor.
Rekomendasi Tools untuk Riset Produk yang Bisa Dimanfaatkan Penjual

Berikut beberapa tools yang bisa membantu proses riset produk agar lebih terarah dan minim risiko.
1. Google Trends
Google Trends membantu melihat tren pencarian suatu produk dari waktu ke waktu. Dengan alat ini, penjual bisa mengetahui apakah minat masyarakat terhadap suatu barang sedang naik, stabil, atau justru menurun.
Fitur perbandingan kata kunci juga berguna untuk membandingkan beberapa produk sekaligus. Data yang ditampilkan cukup mudah dipahami meski untuk pemula. Sebelum memutuskan menjual suatu produk, melihat tren pencariannya bisa menjadi langkah awal yang sangat membantu.
Baca juga: Cara Membuat Foto Produk yang Menarik untuk Meningkatkan Penjualan
2. Google Keyword Planner
Tool ini sebenarnya dibuat untuk kebutuhan iklan, tetapi juga sangat berguna untuk riset produk. Kita bisa melihat volume pencarian bulanan dari kata kunci tertentu. Jika banyak orang mencari produk tersebut, berarti ada potensi pasar yang cukup besar.
Selain itu, kita juga bisa menemukan ide produk lain yang masih berkaitan. Informasi ini membantu menentukan produk yang memiliki permintaan nyata.
3. TikTok Creative Center
Banyak produk viral lahir dari TikTok. Melalui TikTok Creative Center, penjual bisa melihat produk, hashtag, dan kategori yang sedang populer. Tool ini cocok untuk menemukan tren terbaru yang belum banyak dijual kompetitor.
Karena data berasal dari aktivitas pengguna TikTok, hasilnya sering kali mencerminkan minat pasar secara real-time. Cocok untuk penjual yang ingin bermain di produk-produk tren.
4. Shopee Best Seller
Fitur produk terlaris di Shopee juga bisa menjadi sumber ide yang sangat praktis. Penjual dapat melihat kategori yang sedang ramai dan produk yang memiliki volume penjualan tinggi. Dari sana, penjual bisa mengidentifikasi pola kebutuhan konsumen. Selain itu, juga bisa melihat kisaran harga yang diterima pasar. Informasi ini berguna saat menentukan produk dan strategi harga.
5. Tokopedia Top Produk
Tokopedia juga memiliki berbagai kategori produk populer yang dapat dijadikan referensi. Dengan mengamati produk yang sering muncul di halaman pencarian atau rekomendasi, penjual bisa mengetahui barang yang sedang diminati. Tool ini membantu memahami tren pasar lokal Indonesia. Penjual juga bisa melihat tingkat persaingan dan jumlah seller yang menawarkan produk serupa.
6. Marketplace Analytics dari Evermos, Compas, atau DataSpark
Platform analitik marketplace menyediakan data yang lebih mendalam dibanding sekadar melihat produk terlaris. Penjual bisa mengetahui estimasi penjualan, pertumbuhan kategori, hingga performa kompetitor di sini.
Data seperti ini sangat membantu jika ingin memilih produk berdasarkan angka, bukan hanya asumsi. Cocok untuk penjual yang ingin melakukan riset produk lebih serius. Beberapa fitur memang berbayar, tetapi informasinya cukup lengkap.

7. Meta Ad Library
Meta Ad Library memungkinkan kita untuk melihat iklan yang sedang dijalankan oleh penjual lain di Facebook dan Instagram. Jika suatu produk terus diiklankan dalam jangka waktu lama, biasanya produk tersebut menghasilkan penjualan yang baik. Penjual juga bisa mempelajari cara kompetitor memasarkan produknya. Selain riset produk, tool ini berguna untuk mencari inspirasi promosi.
8. Pinterest Trends
Pinterest sering menjadi tempat munculnya tren baru, terutama untuk kategori dekorasi rumah, fashion, kerajinan, hadiah, dan gaya hidup. Melalui Pinterest Trends, kita bisa melihat topik yang sedang banyak dicari pengguna. Tool ini membantu riset produk yang berpotensi populer beberapa bulan ke depan. Cocok bagi penjual yang ingin mencari produk dengan sentuhan kreatif dan unik.
9. AnswerThePublic
Tool ini menampilkan berbagai pertanyaan yang sering diajukan orang terkait suatu produk atau topik. Dari sini, penjual bisa memahami kebutuhan, masalah, dan keinginan calon pembeli. Kadang ide produk justru muncul dari masalah yang sering dicari solusinya. Data tersebut juga bisa digunakan untuk membuat konten pemasaran yang lebih tepat sasaran.
10. Helium 10 dan Jungle Scout
Jika ingin berjualan di marketplace global seperti Amazon, kedua tool ini termasuk yang paling populer. Kita bisa melihat estimasi penjualan, tingkat persaingan, hingga peluang keuntungan suatu produk.
Data yang tersedia cukup detail sehingga membantu mengurangi risiko salah memilih barang jualan. Meskipun berbayar, banyak penjual Amazon mengandalkan tool ini untuk riset produk.
11. Exploding Topics
Exploding Topics membantu menemukan produk atau topik yang mulai mengalami pertumbuhan popularitas. Keunggulannya adalah mampu mendeteksi tren sebelum benar-benar menjadi ramai.
Dengan begitu, kita berpeluang masuk pasar lebih awal dibanding kompetitor. Tool ini cocok untuk mencari produk yang berpotensi menjadi booming dalam beberapa bulan atau tahun mendatang.

12. Ulasan dan Rating Marketplace
Membaca review pelanggan mungkin terdengar sepele, tetapi ini termasuk metode riset produk yang sangat efektif. Dari komentar pembeli, penjual bisa mengetahui kekurangan produk yang ada di pasaran. Informasi tersebut bisa menjadi peluang untuk menjual produk dengan kualitas yang lebih baik atau fitur tambahan.
Banyak ide bisnis lahir dari keluhan konsumen yang berulang. Karena itu, jangan abaikan bagian ulasan saat melakukan riset produk.
Baca juga: Cara Menulis Deskripsi Produk yang Menarik dan Lebih Menjual
Menentukan produk jualan yang tepat memang tidak pernah bisa dijamin 100 persen berhasil. Namun, menggunakan berbagai tools riset produk dapat membantu mengurangi risiko salah pilihan dan membuat keputusan lebih berdasarkan data daripada perkiraan semata. Semoga artikel ini bisa membantu teman-teman pelaku UMKM untuk lebih mengembangkan bisnisnya.












