JNEWS – Makanan khas Oman memiliki karakter yang dipengaruhi berbagai tradisi kuliner di kawasan Asia dan Timur Tengah.
Bahan yang paling sering digunakan antara lain ayam, ikan, dan daging domba, dengan nasi sebagai makanan pokok yang hampir selalu hadir dalam setiap hidangan. Cita rasanya identik dengan penggunaan rempah-rempah, aneka herba, serta bumbu marinasi yang kaya aroma.
Daftar Makanan Khas Oman yang Wajib Dicicipi

Setiap wilayah di Oman punya ciri khas kuliner yang berbeda, tetapi sebagian besar menu tetap didominasi olahan kari, daging, nasi, dan sayuran. Selain itu, sup juga menjadi sajian yang cukup populer, biasanya dibuat dari ayam, daging domba, atau sayuran.
Jika kebetulan berada di negara yang berlokasi di Jazirah Arab, dan pengin mencicipi aneka kulinernya, berikut deretan makanan khas Oman yang jangan sampai dilewatkan.
1. Shuwa
Shuwa menjadi salah satu hidangan yang identik dengan momen-momen spesial, terutama saat Idulfitri dan Iduladha. Biasanya dibuat dari daging domba, kambing, atau unta, yang dibumbui dibungkus rapat menggunakan daun pisang atau daun palem. Daging lantas dimasukkan ke dalam karung anyaman pelepah kurma lalu dipanggang dalam tanour.
Saat waktu makan tiba, daging Shuwa disajikan di atas nampan besar berisi nasi majboos yang kaya rempah. Hidangan ini dinikmati bersama-sama menggunakan tangan.
Baca juga: 19 Makanan Khas India Paling Populer, dari Kari hingga Street Food
2. Majboos
Majboos atau makboos merupakan hidangan nasi berbumbu yang hampir selalu hadir dalam keseharian masyarakat Oman. Ayam dan daging domba menjadi pilihan lauk yang paling umum, tetapi di daerah pesisir banyak juga yang menyajikan dengan ikan atau udang.
Penyajiannya menggunakan nampan besar, lalu diberi taburan bawang bombay goreng, kacang arab atau chickpeas, dan kismis. Sebagai pelengkap, majboos biasanya ditemani saus tomat pedas Daqqus atau salad segar.
3. Mashuai
Bagi pencinta hidangan laut, Mashuai menjadi salah satu makanan khas Oman yang wajib dicoba. Sajian ini terdiri atas ikan panggang utuh yang dipadukan dengan nasi lemon berbumbu. Umumnya berbahan ikan kingfish, yang tekstur dagingnya tebal.
Setelah matang, ikan disusun di atas nasi lemon dalam satu nampan besar, kemudian diberi taburan kacang mede panggang dan bawang goreng untuk menambah aroma sekaligus sensasi renyah.
4. Meshkak
Meshkak atau mishkak adalah sate khas Oman yang dibuat dari potongan daging berbumbu rempah, lalu dipanggang di atas bara arang hingga harum. Kuliner ini sangat populer sebagai street food di Oman, dan mudah dijumpai di pasar malam, kawasan pantai, hingga berbagai festival budaya.
Pilihan dagingnya ada yang dari sapi, kambing, hingga ayam. Meshkak umumnya disantap bersama khubz rakhal, roti tipis khas Oman, lalu dicocol ke saus asam pedas yang nikmat.
5. Harees
Harees berupa bubur gandum yang memiliki tekstur lembut dan padat. Rasa gurihnya berasal dari kaldu daging yang dimasak bersama gandum hingga benar-benar halus.
Sebelum disajikan, Harees biasanya disiram mentega samin atau ghee. Di beberapa daerah, hidangan ini juga diberi sedikit kayu manis bubuk atau gula halus sebagai sentuhan akhir.

6. Khubz Rakhal
Khubz rakhal merupakan roti pipih khas Oman yang terkenal karena bentuknya sangat tipis dengan tekstur renyah. Sekilas mirip crepe atau kulit lumpia berukuran besar, tetapi lebih lentur. Bahan yang digunakan yakni tepung gandum, air, dan sedikit garam.
Saat sarapan, roti ini bisa dimakan dengan telur, keju oles, atau madu. Sementara saat makan siang atau malam, khubz rakhal biasa digunakan untuk menyendok aneka hidangan seperti harees, meshkak, kari, maupun sajian berkuah lainnya.
7. Mushaltat
Mushaltat adalah makanan khas Oman yang berupa roti pipih berlapis renyah di luar dan lembut di dalam. Sekilas tampilannya mirip paratha India atau feteer meshaltet dari Mesir.
Roti ini paling nikmat disantap selagi hangat ketika lapisan luarnya masih garing. Biasanya mushaltat dipotong menjadi beberapa bagian, lalu disajikan bersama secangkir Kahwa. Aroma kopi berempah tersebut membuat cita rasa roti terasa semakin seimbang.
8. Omani Halwa
Omani Halwa menjadi salah satu sajian penutup paling populer di Oman. Manisan ini memiliki tekstur kenyal dengan aroma rempah yang kuat.
Tampilannya mirip dodol, tetapi penyajiannya berbeda karena tidak dipotong-potong. Halwa biasanya diletakkan di dalam mangkuk kecil dan disantap menggunakan sendok.
Kandungan gula serta mentega samin yang tinggi membuat makanan khas Oman ini mampu bertahan hingga berbulan-bulan tanpa tambahan bahan pengawet.
9. Kahwa
Kahwa atau qahwa adalah kopi tradisional Oman. Biji kopi arabika dipanggang ringan hingga berwarna cokelat keemasan, kemudian diseduh bersama kapulaga dan saffron.
Ada tradisi menarik saat menikmati Kahwa. Tuan rumah akan terus mengisi ulang cangkir tamu selama masih kosong. Jika sudah cukup, tamu cukup menggoyangkan cangkir kecil ke kanan dan kiri menggunakan tangan kanan sebelum mengembalikannya.

10. Luqaimat
Luqaimat atau lokma merupakan makanan khas Oman berbentuk donat mini yang bercita rasa manis, bertekstur renyah di luar dan lembut di bagian dalam. Nama luqaimat sendiri berarti satu gigitan, sesuai dengan ukurannya yang kecil.
Untuk penyajiannya, luqaimat umumnya disiram sirup kurma. Ada juga yang menggunakan madu atau sirup gula sebagai alternatif. Taburan wijen panggang kemudian ditambahkan untuk menghadirkan sensasi gurih dan renyah.
11. Laban
Di tengah iklim gurun yang panas, laban menjadi minuman yang hampir selalu tersedia di rumah-rumah Oman. Minuman susu fermentasi ini memiliki cita rasa asam yang menyegarkan dengan tekstur menyerupai yoghurt cair atau buttermilk.
Laban tidak hanya berfungsi sebagai pelepas dahaga, tetapi juga sering menemani hidangan berbumbu kuat seperti shuwa dan majboos. Rasa asamnya membantu menyeimbangkan hidangan yang kaya daging sekaligus membuat santapan terasa lebih ringan di perut.
12. Sakhana
Sakhana merupakan bubur manis tradisional yang dibuat dari gandum, kurma, sirup tetes kurma atau molasses, dan susu. Perpaduan bahan-bahan tersebut menghasilkan tekstur kental dengan cita rasa manis dan gurih yang berpadu harmonis.
Di sejumlah wilayah pedesaan Oman, sakhana dikenal sebagai makanan penambah energi. Hidangan ini biasanya disajikan hangat sehingga cocok dinikmati saat sarapan maupun ketika tubuh membutuhkan asupan yang mengenyangkan.
13. Albadhinajan mae Tawarikh
Albadhinajan mae tawarikh menawarkan perpaduan rasa gurih terong dengan manis alami buah kurma. Nama hidangan ini diambil langsung dari dua bahan utamanya, yakni al-badhinajan (terong) dan tawarikh atau tamr (kurma).
Makanan khas Oman satu ini umumnya dihidangkan dalam keadaan hangat sebagai pelengkap makanan utama. Albadhinajan mae tawarikh sering disantap bersama khubz rakhal atau disajikan di samping majboos agar hidangan terasa lebih lengkap.
Baca juga: 12 Tempat Wisata di Uni Emirat Arab yang Wajib Masuk Daftar Liburan
Makanan khas Oman menawarkan perpaduan cita rasa yang kaya sekaligus mencerminkan sejarah, budaya, dan tradisi masyarakatnya. Jika berkesempatan berkunjung ke Oman, mencicipi beragam makanan khasnya tentu menjadi pengalaman yang sayang untuk dilewatkan karena memberikan gambaran autentik tentang kekayaan kuliner negara di Jazirah Arab ini.











