JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Mengenal Suku Tengger dan Tradisi Uniknya yang Bertahan hingga Kini

by Penulis JNEWS
27 October 2026
Mengenal Suku Tengger dan Tradisi Uniknya yang Bertahan hingga Kini
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Di kawasan pegunungan sekitar Gunung Bromo, Jawa Timur, terdapat masyarakat adat yang masih menjaga tradisi leluhur di tengah perubahan zaman. Masyarakat tersebut adalah suku Tengger, yang mendiami wilayah pegunungan Bromo, terutama di Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Kehidupan mereka lekat dengan alam, kepercayaan, serta berbagai upacara adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Suku Tengger menarik untuk dikenal lebih jauh karena memiliki kebudayaan yang khas. Masyarakatnya mempertahankan berbagai ritual keagamaan, menghormati leluhur, dan menjaga hubungan dengan lingkungan tempat tinggal mereka.

Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah Yadnya Kasada, upacara tahunan yang mengundang perhatian wisatawan sekaligus menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual masyarakat Tengger.

Mengenal Suku Tengger di Pegunungan Bromo

Mengenal Suku Tengger dan Tradisi Uniknya yang Bertahan hingga Kini
Sumber: Wikipedia

Asal-usul suku Tengger dipercaya berasal dari kisah Roro Anteng dan Joko Seger, pasangan yang diyakini sebagai leluhur masyarakat Tengger. Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, keduanya hidup pada masa Kerajaan Majapahit. Nama Tengger sendiri berasal dari gabungan nama An-teng dan Se-ger, yang merujuk pada kedua tokoh tersebut.

Menurut legenda masyarakat Tengger, Roro Anteng adalah putri keturunan bangsawan Majapahit, sedangkan Joko Seger merupakan putra seorang brahmana. Keduanya menikah dan tinggal di kawasan kaki Gunung Bromo. Mereka hidup berkecukupan, tetapi lama tidak dikaruniai anak.

Mereka kemudian bersemedi dan memohon keturunan. Permohonan itu dikabulkan dengan syarat anak bungsu mereka harus dipersembahkan ke kawah Gunung Bromo. Roro Anteng dan Joko Seger akhirnya dikaruniai 25 anak. Namun, ketika tiba waktunya menepati janji, mereka tidak tega mengorbankan anak bungsu bernama Raden Kusuma.

Menurut cerita rakyat tersebut, Raden Kusuma akhirnya masuk ke kawah Bromo dengan sukarela demi menyelamatkan keluarganya dan masyarakat Tengger. Sebelum menghilang, ia berpesan agar masyarakat mempersembahkan hasil bumi ke kawah setiap bulan Kasada. Kisah inilah yang dipercaya menjadi asal-usul tradisi Yadnya Kasada.

Perlu dicatat, kisah ini merupakan legenda yang diwariskan secara turun-temurun, bukan catatan sejarah yang membuktikan asal-usul suku Tengger secara pasti. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa masyarakat Tengger telah mendiami kawasan Bromo sejak masa lampau.

Mayoritas masyarakat Tengger menganut agama Hindu dengan praktik keagamaan yang memiliki ciri khas lokal. Kehidupan spiritual mereka tercermin dalam pelaksanaan upacara adat, penghormatan terhadap leluhur, serta kepercayaan mengenai kesakralan Gunung Bromo.

Kondisi geografis pegunungan turut membentuk kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Sebagian warga bekerja sebagai petani dengan memanfaatkan tanah subur di kawasan pegunungan. Mereka menanam berbagai komoditas, seperti kentang, kubis, dan bawang prei. Di sisi lain, pariwisata Bromo turut membuka peluang ekonomi bagi warga setempat.

Bahasa Jawa dengan dialek Tengger masih digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Keberadaan bahasa, kepercayaan, dan adat istiadat tersebut menjadi bagian dari identitas budaya yang terus dijaga oleh masyarakatnya.

Baca juga: Tips dan Jalur Pendakian Gunung Bromo yang Perlu Diketahui

Tradisi Suku Tengger yang Masih Lestari hingga Kini

Yadnya Kasada
Sumber: Wikipedia/Fahmi Widayat

Berbagai upacara adat masih dijalankan oleh masyarakat Tengger sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, ungkapan syukur, dan pelaksanaan ajaran keagamaan. Berikut beberapa tradisi suku Tengger yang menarik untuk diketahui.

1. Yadnya Kasada

Yadnya Kasada merupakan salah satu upacara adat paling terkenal di kalangan masyarakat Tengger. Ritual ini dilaksanakan setiap tahun pada bulan Kasada menurut kalender tradisional Tengger.

Dalam pelaksanaannya, warga berkumpul di kawasan Gunung Bromo untuk mengikuti rangkaian upacara keagamaan. Salah satu bagian utamanya adalah membawa sesaji berupa hasil pertanian, ternak, atau persembahan lainnya menuju kawah Gunung Bromo.

Tradisi tersebut berkaitan dengan legenda Roro Anteng dan Joko Seger yang sudah dijelaskan sebelumnya. Bagi masyarakat Tengger, Yadnya Kasada menjadi wujud pengabdian spiritual sekaligus ungkapan syukur atas berkah yang diterima.

2. Upacara Karo

Upacara Karo juga merupakan perayaan penting dalam kehidupan masyarakat Tengger. Tradisi ini menjadi kesempatan bagi warga untuk mempererat hubungan sosial, menghormati leluhur, dan memanjatkan doa demi keselamatan bersama.

Perayaan Karo berlangsung melalui sejumlah rangkaian kegiatan adat dan keagamaan. Masyarakat berkumpul, bersilaturahmi, serta mengadakan jamuan bersama keluarga dan tetangga.

Salah satu nilai yang menonjol dalam upacara ini adalah kerukunan. Warga saling mengunjungi rumah kerabat dan menjaga hubungan baik dengan sesama. Karo juga menjadi momen untuk memperkuat ikatan antargenerasi melalui keterlibatan anak-anak, orang dewasa, dan para sesepuh dalam kegiatan adat.

3. Unan-Unan

Unan-Unan merupakan upacara adat suku Tengger yang digelar setiap lima tahun sekali menurut kalender tradisional mereka. Upacara ini bertujuan memohon keselamatan bagi warga, menjaga keseimbangan alam, serta mengungkapkan rasa syukur atas berkah yang diterima.

Dalam tradisi ini, warga masyarakat akan menyiapkan sesaji berupa hasil bumi dan makanan, termasuk sate yang diolah dari daging kerbau berikut kepala dan kulitnya.

Pada hari pelaksanaan, sesaji tersebut diarak menuju tempat pemujaan dengan dipimpin oleh dukun adat. Setelah tiba di lokasi, dukun memimpin doa bersama untuk memohon perlindungan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

4. Entas-Entas

Entas-Entas merupakan upacara adat untuk mendoakan arwah agar memperoleh ketenteraman sesuai kepercayaan masyarakat suku Tengger.

Pelaksanaan Entas-Entas melibatkan pemimpin ritual yang memandu doa dan rangkaian upacara. Keluarga yang menyelenggarakannya turut menyiapkan berbagai perlengkapan sesuai ketentuan adat.

5. Tradisi Ojung

Ojung merupakan tradisi adu ketangkasan yang melibatkan dua orang pria dan sebatang rotan. Dalam pertunjukan ini, kedua peserta saling memukul menggunakan rotan sambil berusaha menghindari serangan lawan. Pertunjukan berlangsung di hadapan warga yang menyaksikan jalannya adu ketangkasan tersebut.

Di sejumlah daerah di Jawa Timur, Ojung juga menjadi bagian dari ritual memohon hujan saat musim kemarau berkepanjangan. Masyarakat menggelar pertunjukan ini sebagai bagian dari upacara adat, dengan harapan hujan segera turun dan lahan pertanian kembali mendapat pasokan air.

Baca juga: Suku Bali Aga: Mengenal Masyarakat Bali Asli yang Sarat Tradisi

Keberadaan suku Tengger memperlihatkan bagaimana warisan leluhur tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat pegunungan Bromo. Pelestarian tradisi tersebut turut menjaga identitas budaya masyarakat Tengger agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Post Views: 21
Tags: asal usul suku tenggerGunung Bromolokasi suku tenggerPegunungan Bromosejarah suku tenggertradisi tenggerupacara tradisional
Share187Tweet117

TERKINI

Mengenal Suku Tengger dan Tradisi Uniknya yang Bertahan hingga Kini

Mengenal Suku Tengger dan Tradisi Uniknya yang Bertahan hingga Kini

27 October 2026
banyak event internasional digelar di Jakarta tahun ini

Banyak Event Internasional Digelar, Roda Ekonomi Jakarta Berputar

27 October 2026
Foto: Istimewa

Inilah Cara Hitung Komponen Pembayaran Listrik PLN

27 October 2026
klinik hewan keliling

Jakarta Sudah Miliki Layanan 5 Mobil Klinik Hewan Keliling

27 October 2026
pendaftaran magang nasional dibuka mulai tanggal 27 Oktober 2026

Pendaftaran Magang Nasional Kembali Dibuka, Catat Tanggalnya!

26 October 2026
Makanan Khas Brasil yang Populer dan Kaya Cita Rasa

Daftar Makanan Khas Brasil yang Populer dan Kaya Cita Rasa

26 October 2026

POPULER

Pantai Wediombo: Keindahan Pesisir Gunungkidul Yogyakarta yang Wajib Dijelajahi

Pantai Wediombo: Keindahan Pesisir Gunungkidul Yogyakarta yang Wajib Dijelajahi

by Penulis JNEWS
14 October 2026

Bisnis Affiliate: Pengertian, Cara Kerja, dan Langkah Memulainya

Mengenal Bisnis Affiliate: Pengertian, Cara Kerja, dan Langkah Memulainya

by Penulis JNEWS
12 October 2026

Letusan Gunung Paling Dahsyat di Dunia yang Pernah Tercatat

7 Letusan Gunung Paling Dahsyat di Dunia yang Pernah Tercatat

by Penulis JNEWS
7 October 2026

Cara Membuat Buku Menu, dari Menentukan Isi hingga Desain

Panduan Membuat Buku Menu, dari Menentukan Isi hingga Desain

by Penulis JNEWS
5 October 2026

Ngarai Sianok: Pesona Lembah Hijau yang Mengapit Kota Bukittinggi

Ngarai Sianok: Pesona Lembah Hijau yang Mengapit Kota Bukittinggi

by Penulis JNEWS
9 October 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1

©2020 - Your Trusted Logistic Portal