JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home UKM

Agar Bersaing, Industri Tahu Tempe Dipacu Lebih Higienis dan Efesien

by Redaksi JNEWS
7 January 2021
Industri tahu dan tempe
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah gaduhnya soal tempe dan tahu, Kementerian Perindustrian justru aktif mendorong kedua tersebut yang merupakan pelaku industri kecil menengah (IKM), untuk meningkatkan produktivitasnya secara higienis dan efisien.

Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan berbagai program pembinaan, seperti pendampingan, bimbingan teknis produksi dan sertifikasi keamanan pangan.

“Cara pengolahan yang mudah, mesin dan peralatan yang sederhana, membuat tahu tempe banyak diproduksi di seluruh pelosok tanah air. Dominannya berada di Pulau Jawa, yakni di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Sebagian besar adalah pelaku skala kecil,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta.

Dirjen IKMA menjelaskan, tahu dan tempe merupakan produk makanan olahan yang berasal dari kedelai. Kedua produk tersebut sangat familiar, bahkan tidak jarang yang mengkonsumsi dalam frekuensi yang cukup tinggi.

BACA JUGA : Asah Kemampuan Kejar Daya Saing Internasional, Kemenperin Godok IKM Kriya dan Fesyen

Kondisi tersebut nampak dari konsumsi tahu perkapita per minggu sebesar 0,15 kg dan konsumsi tempe perkapita per minggu sebesar 0,14 kg. Selain karena harga yang terjangkau, tahu dan tempe juga mengandung banyak kandungan gizi.

“Hampir 90% kedelai di Indonesia digunakan untuk pembuatan tahu dan tempe, sedangkan sisanya untuk produk lainnya seperti tauco dan kecap,” imbuhnya.

Ilustrasi tempe
Ilustrasi tempe/ dok. iStock

Guna meningkatkan produktivitas IKM tahu dan tempe, Kemenperin juga terus mendorong penerapan teknologi tepat guna, fasilitasi mesin dan peralatan, serta pemanfaatan program restrukturisasi mesin dan peralatan.

“Tidak hanya itu, dalam rangka penumbuhan wirausaha baru IKM tahu tempe dan produk olahan turunan tahu tempe, juga diberikan pembinaan SDM dan teknologi produksi seperti pelatihan manajemen dan teknis produksi serta diversifikasi produk,” papar Gati.

Bahkan, program industri hijau atau industri ramah lingkungan turut dilaksanakan melalui kegiatan pendampingan produksi bersih serta fasilitasi mesin dan peralatan pengolahan limbah sentra IKM tahu dan tempe. Tujuan program ini diberikan untuk mendorong para pelaku IKM tahu dan tempe menuju aktivitas usaha yang ramah lingkungan.

Aktivitas tersebut sudah dilakukan di daerah Magelang, Singkawang, Makassar dan Bandung. Selain itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, baik dari sisi penggunaan bahan baku dan bahan penolong, serta penghematan penggunaan energi dan air dalam menghasilkan produk yang berbasis pada konsep 3R (reduce, reuse, dan recycle).

BACA JUGA : Solusi Bisnis Online untuk UKM yang Bisa Dicoba Selama Pandemi

“Diharapkan melalui program ini akan berdampak langsung pada pengurangan limbah yang dihasilkan dari proses produksi,” tambah Gati.

Lebih lanjut, Kemenperin terus mendorong pemerintah daerah untuk membangun atau melakukan revitalisasi sentra-sentra IKM tempe dan tahu melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK). Hal ini sudah dimulai di beberapa kabupaten/kota, antara lain Malang, Balikpapan, Langsa, dan Kediri.

Gati menjelaskan dengan adanya program revitalisasi sentra tersebut, tentunya akan memperbarui tempat-tempat produksi, dengan didukung mesin dan peralatan, serta pembangunan sarana IPAL.

Kemenperin juga memacu peningkatan daya saing produk melalui inovasi produk atau proses produksi. Misanya pelaku IKM Jadah Tempe “Mbah Carik” di Yogyakarta, yang telah melakukan inovasi teknologi produk olahan tempe sehingga umur simpan bisa sampai enam bulan.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

“Mbah Carik terus berinovasi tidak hanya sekedar menjual olahan tempe. Untuk meningkatkan umur produk agar lebih tahan lama, Jadah Tempe Mbah Carik diproses dengan teknologi retort. Produk inovasi ini bisa bertahan hingga enam bulan sehingga konsumen dari luar Yogyakarta dapat membeli produk ini sebagai oleh-oleh,” paparnya.

Selain itu, untuk meningkatkan efisiensi dalam hal biaya, energi dan waktu, Kemenperin memberikan pendampingan pilot project implementasi 4.0 pada IKM Keripik Tempe Sanan di Malang yang dilakukan oleh Tempeniza.

BACA JUGA : Tempe, Keripik, Sampai Kopi UMKM Indonesia Masuk Amazon

Tempeniza merupakan pemenang Startup4Industry tahun 2019 dan merupakan produsen mesin berbagai kebutuhan pengolahan tempe dengan mengedepankan teknologi yang efisien dan terjangkau bagi UMKM tempe Indonesia.

Post Views: 128
Tags: EgesienHigienisikmIndustri Tahu TempekemenperinTahuTempe
Share197Tweet123
Next Post
Presiden Direktur JNE M. Feriadi (kanan) bersama direksi JNE lainnya dalam sebuah kegiatan bersama karyawan tahun 2016.

2021 Harus Makin Banyak Tebarkan Kebaikan

TERKINI

Lada Katokkon: Keunikan Cabai Lokal dari Tanah Toraja

Lada Katokkon: Keunikan Cabai Lokal dari Tanah Toraja

17 October 2026
9 Oleh-Oleh Khas Kroasia yang Unik dan Cocok untuk Keluarga atau Teman

9 Oleh-Oleh Khas Kroasia yang Unik dan Cocok untuk Keluarga atau Teman

16 October 2026
Menkes: sektor kesehatan berpotensi terus tumbuh dan serap banyak pekerja

Menkes: Sektor Kesehatan Berpotensi Terus Tumbuh dan Serap Banyak Pekerja

16 October 2026
talenta vokasi indonesia raih penghargaan

Talenta Vokasi Indonesia Sabet Penghargaan di WSC Shanghai 2026

16 October 2026
Silent Burnout: Apa Itu, Penyebab, dan Tanda-Tanda yang Perlu Dikenali

Silent Burnout: Apa Itu, Penyebab, dan Tanda-Tanda yang Perlu Dikenali

16 October 2026
13 stasiun mrt jakarta sudah terintegrasi dengan jaklingko

13 Stasiun MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket dengan JakLingko

16 October 2026

POPULER

10 Strategi Promosi Warung yang Efektif untuk Menarik Pelanggan

10 Strategi Promosi Warung yang Efektif untuk Menarik Pelanggan

by Penulis JNEWS
8 October 2026

Panduan Membuat Desain Spanduk Warung yang Sederhana tapi Menarik

Panduan Membuat Desain Spanduk Warung yang Sederhana tapi Menarik

by Penulis JNEWS
6 October 2026

Urutan Pengiriman JNE: Mengenal Proses Paket dari Pengirim hingga Tujuan

Urutan Pengiriman JNE: Mengenal Proses Paket dari Pengirim hingga Tujuan

by Penulis JNEWS
1 October 2026

Platform E-Commerce Apa yang Cocok untuk Pemula? Ini Pilihannya

Platform E-Commerce Apa yang Cocok untuk Pemula? Ini Pilihannya

by Penulis JNEWS
23 September 2026

Bisnis Kuliner Kecil Rumahan yang Bisa Dimulai dengan Modal Terjangkau

15 Ide Bisnis Kuliner Kecil Rumahan yang Bisa Dimulai dengan Modal Terjangkau

by Penulis JNEWS
25 September 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1

©2020 - Your Trusted Logistic Portal