JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Apa itu COP 29 dan Pengaruhnya untuk Perubahan Iklim?

by Redaksi JNEWS
15 November 2024
kofenrensi perubahan iklim (COP29) berlangsung di Azerbaizan
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – COP29 adalah Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ke-29 sehingga disebut sebagai COP29. Tahun ini COP29 diadakan di Baku, Azerbaijan, dari tanggal 11 hingga 22 November 2024.

Setiap tahun, Presidensi COP akan dirotasi di antara lima kawasan, dan tahun ini giliran Eropa Tengah dan Timur. Presidennya adalah Mukhtar Babayev, Menteri Ekologi dan Sumber Daya Alam Azerbaijan.

COP 29 sangat penting bagi kelangsungan populasi manusia di planet bumi karena dampak dari perubahan atau krisis iklim  mulai terasa secara global. Penyelenggaraan COP29 menitikberatkan pada realisasi pendanaan dari negara-negara kaya untuk negara-negara berpendapatan rendah akibat perubahan iklim yang salah satunya dipicu oleh masifnya pembangunan dan industri besutan negara-negara maju atau kaya tersebut.

Hal ini didorong oleh masalah keadilan, sebab banyak negara maju dan kaya dari pembangunan ekonomi yang mencemari lingkungan akibat menggunakan batu bara, minyak bumi dan gas yang tidak ramah lingkungan.

Baca juga: Mengenal Biodiesel, Energi Ramah Lingkungan untuk Campuran Solar

COP29 juga disebut sebagai ‘COP Keuangan’ karena pada pertemuan puncak tentang perubahan iklim ini diharapkan akan disetujui tentang pendanaan iklim global. Selain membahas isu pendanaan perubahan iklim, dalam COP29 juga dibahas dan dinegosiasikan isu-isu penting seperti pertanian, sistem pangan, hak atas tanah, kesehatan dan pekerjaan yang ramah lingkungan.

Sementara itu, delegasi dari Indonesia dalam COP29 dipimpin oleh Hashim Djojohadikusumo yang menjadi utusan khusus Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam paparannya, Hashim menegaskan bahwa pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi lebih dari 8% per tahun dan memastikan pembangunan yang hijau, tangguh dan inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. “Visi ini menentukan misi kami untuk mengurangi emisi gas rumah kaca menuju nol pada tahun 2060 atau lebih cepat dan menghindari 1 miliar ton emisi karbon dioksida,” ujarnya.

Ia juga menyebut langkah-langkah pengurangan emisi Indonesia dilakukan mulai dari peralihan pembangunan dari berbasis bahan bakar fosil ke pembangunan berbasis energi terbarukan dengan tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 75% dari energi terbarukan. Tambahan listrik tersebut akan disalurkan ke seluruh pulau-pulau utama dan terpadat di Indonesia lewat 70.000 kilometer jalur transmisi pintar yang akan dibangun.

“Energi bersih yang terjangkau akan disediakan untuk mempercepat pertumbuhan, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, memastikan ketahanan pangan, dan mengentaskan kemiskinan demi kemakmuran rakyat dengan tetap menyeimbangkan pertumbuhan, lingkungan dan keberlanjutan,” tandas Hashim. *

Share192Tweet120
Next Post
kreator logo hut jne

Inilah Sosok Kreator Logo HUT JNE Ke-34

TERKINI

open top tour jakarta

Asyik, Open Top Tour Jakarta Batavia Resmi Diluncurkan!

27 July 2026
Makanan Khas Madagaskar yang Paling Populer dan Lezat

10 Makanan Khas Madagaskar yang Paling Populer dan Lezat

27 July 2026
sektor pertanian dan perkebunan punya potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut

Mentan Dorong Pengusaha Muda Geluti Sektor Pertanian dan Perkebunan

27 July 2026
Juara kategori Jurnalis tulis JNE Content COmpetition 2026

Sosok Utomo Priyambodo, Jurnalis-Penulis Terbaik di JNE Content Competition 2026

27 July 2026
Cara Tetap Fokus saat WFH agar Produktivitas Tetap Terjaga

Cara Tetap Fokus saat WFH agar Produktivitas Tetap Terjaga

27 July 2026
pentingnya menjaga kesehatan mental

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja

24 July 2026

POPULER

Pantai Tanjung Layar: Ikon Wisata Sawarna dengan Batu Karang yang Memukau

Pantai Tanjung Layar: Ikon Wisata Sawarna dengan Batu Karang yang Memukau

by Penulis JNEWS
16 July 2026

Kuil Hindu di Indonesia dengan Arsitektur yang Memukau

Menjelajahi 10 Kuil Hindu di Indonesia dengan Arsitektur yang Memukau

by Penulis JNEWS
14 July 2026

Pantai Tureloto Nias: Pesona Laut Jernih yang Dijuluki Laut Mati dari Indonesia

Pantai Tureloto Nias: Pesona Laut Jernih yang Dijuluki Laut Mati dari Indonesia

by Penulis JNEWS
9 July 2026

Soto Ayam Lamongan: Ciri Khas dan Keistimewaan yang Membuatnya Populer

Soto Ayam Lamongan: Ciri Khas dan Keistimewaan yang Membuatnya Populer

by Penulis JNEWS
6 July 2026

Pantai Pasir Timbul Raja Ampat: Keajaiban Alam yang Muncul di Tengah Laut

Pantai Pasir Timbul Raja Ampat: Keajaiban Alam yang Muncul di Tengah Laut

by Penulis JNEWS
11 July 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal