Badal Haji: Bakti Ksatria JNE Ini untuk Ibunda Tercinta

ksatria jne menunaikan ibadah haji

Zainal Abidin, Ksatria JNE yang bekerja sebagai petugas security di JNE Depok , pergi ke Tanah Suci beribadah haji menggantikan ibunya yang meninggal dunia

JNEWS – Zainal Abidin, seorang satpam yang biasa bertugas di gudang JNE Kawasan Depok, Jawa Barat, merasa bersyukur tahun ini bisa berangkat haji. Tapi di sisi lain, rasa sedih akibat ditinggal ibunya yang meninggal dunia menggenangi benak Zainal. Zainal pergi ke Tanah Suci untuk beribadah haji menggantikan ibunya.

Melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah, menjadi Impian setiap Muslim di seluruh dunia. Pada tahun 2026 ini, ada ratusan ribu jamaah haji asal Indonesia. Sebagian mayoritas mereka sudah sangat lama antre dan menabung untuk bisa mendapat panggilan berangkat haji.

Di antara ratusan ribu jamaah haji yang sebagiannya kini sudah berada di Tanah Suci adalah Zaenal Abidin, Ksatria JNE yang bertugas sebagai security. Ia berangkat dari Tanah Air pada Senin (27/4/2026) lalu.

“Alhamdulillah. Bangga sekali bisa kembali ke Tanah Suci setelah pada Desember 2025 lalu melaksanakan ibadah umrah fasilitas dari JNE. Saya juga terharu dan sedih karena ini menggantikan ibu saya yang sudah tiga tahun meninggal dunia. Bagaimana perjuangan beliau menabung bertahun-tahun, sedikit demi sedikit agar bisa berhaji, tapi takdir berkata lain,” ujar Zaenal mengawali kisahnya kepada JNEWS, dari Madinah melalui sambungan telepon.

Ksatria yang mulai bergabung di JNE sejak 2012 ini mengungkapkan, sejak keluarga dan saudara-saudaranya menunjuk dirinya untuk menggantikan sang ibu berhaji, ia melakukan berbagai persiapan, baik itu fisik, ilmu dan pengetahuan berhaji, hingga mengumpulkan uang untuk bekal dan pelunasan biaya haji.

“Saya tentu harus melaksanakan badal haji untuk ibu saya. Jadi ilmu dan tata caranya harus faham betul, di mana harus terlebih dahulu melakukan ibadah haji untuk diri sendiri baru kemudian berhaji untuk (alm) ibu,” jelasnya.

Baca juga: JNE Salurkan 2.500 Alquran ke Seluruh Indonesia

Sejak berangkat dari Tanah Air, Zaenal menuturkan rasa haru dan sedih teringat akan sang ibu selalu menggelayut dalam pikirannya, terutama saat pertama kali tiba di Madinah. “Saya sujud syukur setibanya di Madinah. Tak terasa air mata langsung menetes, teringat kesalahan dan dosa yang sudah saya perbuat. Saya juga langsung ingat (alm) ibu, yang sudah berjuang dan menabung bertahun-tahun agar bisa berhaji,” bebernya.

Zaenal menyatakan, selama berada di Tanah Suci hanya akan fokus untuk beribadah melaksanakan persyaratan, rukun dan yang diwajibkan seputar ibadah haji, termasuk membadalkan haji sang ibu.

Dirinya juga akan bersimpuh di tempat-tempat makbul doa, terutama di depan Kabah, untuk mendoakan sang ibu, keluarga dan tentunya JNE yang selama ini memberinya tempat mencari penghidupan. “Mohon doanya, agar saya diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah haji ini, sehingga bisa meraih haji yang mabrur,” pungkas Zaenal. *

Exit mobile version