JNEWS – Guna memacu pertumbuhan dan memenuhi peningkatan target yang ditetapkan di 2026, JNE Cabang Utama Madiun, Jawa Timur melakukan berbagai langkah, di antaranya dengan mengembangkan keagenan, yakni di satu desa satu agen dan juga menggarap sektor potensial lainnya.
Dalam satu dekade belakangan, perekonomian masyarakat pedesaan di wilayah Madiun Raya terus menggeliat. Meningkatnya perekonomian tersebut ditopang oleh berbagai faktor, seperti hasil pertanian dan hasil bumi, serta meningkatnya jumlah pelaku UMKM. ini menjadi berkah tersendiri bagi tumbuhnya JNE Madiun di mana desa-desa tersebut potensi kiriman menjadi lebih berkembang.
Untuk itu, salah satu program JNE Madiun di 2026 adalah melakukan pengembangan keagenan ke desa-desa. Harapannya, masyarakat di pedesaan akan mudah melakukan transaki pengiriman.
Menurut Kepala Cabang JNE Madiun, Endik, bahwa pihaknya di 2026 akan melakukan pengembangan jaringan dengan menargetkan banyak agen baru berdiri, terutama di titik wilayah potensial.
“Kami menargetkan lebih banyak agen baru. Satu desa satu agen untuk wilayah Madiun Raya. Sehingga JNE lebih dekat dengan masyarakat. JNE tidak hanya dikenal di kota-kota akan tetapi juga di desa-desa,” ujarnya saat ditemui JNEWS beberapa waktu lalu.
Selain pengembangan jaringan, lanjut Endik, pihaknya juga akan menggarap berbagai potensi agar JNE Madiun ke depannya terus bertumbuh, dan bisa memenuhi kenaikan target dari manajemen JNE Pusat yang sebesar dua digit dibanding tahun 2025 lalu.

“Selama ini hasi bumi, mesin-mesin industri, kuliner khas lokal seperti pecel, brem dan roti rudel, memberi kontribusi terhadap peningkatan kiriman JNE Madiun. Selama ini para pelanggan merasa puas dengan pelayanan JNE. Ke depannya akan kami lebih maksimalkan lagi, baik potensi maupun dari sisi pelayanan,” jelasnya.
Baca juga: Awal 2026, JNE Rangkasbitung Mantapkan Langkah Genjot Kiriman
Hasil bumi seperti kopi dan rempah-rempah, baik itu yang berbetuk bahan dasar maupun yang dalam bentuk olahan yang diproduki para pelaku UMKM juga menurut Endik potensi ke depannya akan terus meningkat. “Kami bersyukur oleh-oleh khas Madiun yang sudah sangat terkenal yakni brem, pelaku usahanya sudah lama bermitra dengan JNE Madiun untuk pengirimannya,” bebernya sambil berharap para pelaku UMKM di Madiun Raya tidak ragu memilih JNE sebagai mitra terpercaya dalam mendistribusikan produk mereka, baik ke seluruh Indonesia maupun hingga mancanegara.
Potensi lainnya yang juga cukup besar yakni dari sektor pemerintahan, seperti meningkatkan program kerjasama dengan rumah sakit, dinas kesehatan dan instansi lainnya yang ada di Madiun Raya.
“Untuk program di internal, kami sudah membuat program sejak tahun 2024, seperti peningkatan kualitas SDM dan lain sebagainya. Semuanya berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan sehingga di 2024 dan 2025 pencapaian target yang sudah ditentukan oleh JNE Pusat terpenuhi dengan baik. Di 2026 kami lebih optimis lagi,” pungkas Endik.
JNE Madiun sendiri sekarang sudah mempekerjakan ratusan karyawan dengan didukung sekitar 800 agen dan 5 cabang pembantu di zona B. *