Banting Setir Wariskan Budaya Kuliner, Jimmy Otodidak Rintis UKM Pempek

UKM Pempek Jimmy Devaten/ dok. Jimmy

Pempek Devaten – Siapa yang tak kenal Pempek (empek-empek), makanan lezat khas Palembang ini memang memiliki citra rasa tersendiri dengan bahan dasar ikan yang dikolaborasikan ragam olahan lainnya.

Tak heran, bila Pempek pun kini banyak digemari masyarakat, tak hanya disukai lingkup nasional, tapi sampai luar negeri. Bahkan saking larisnya, kini sudah banyak Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang mulai merintis Pempek dengan beragam varian rasa.

Nah, salah satu pengusaha UKM Pempek yang cukup sukses saat ini adalah Jimmy Devaten. Mengambil namanya sendiri, Jimmy mengatakan usahanya memasarkan makanan khas ini dimulai secara otodidak, bisnisnya dirintis benar-benar mulai dari nol hingga akhirnya bisa tumbuh dan makin terkenal.

“Sebelumnya memulai usaha, saya kerja di Matahari Depstore, lalu Rumah Matahari Depstore, Distara, sampai pabrik furniture. Singkat cerita, saya memutuskan untuk beralih melestarikan warisan budaya kuliner tak benda Pelambang dan semua ide memulainya otodidak,” kata Jimmy kepada JNEWS, beberapa hari lalu.

BACA JUGA : Bisnis Bibit Tanaman Via Online, UKM Ini Raup Untung di Tengah Pandemi

Terpukul Pandemi Covid-19

Sayangnya, Jimmy tak menjelaskan secara terperinci kapan pastinya dia memutuskan banting setir memulai UKM Pempek, dan bagaimana alur ceritanya secara mendetail. Namun yang pasti, menurut Humas Asosiasi Pengusaha Pempek Palembang (ASPPEK) ini, usahanya kini makin maju meski memang terpengaruh adanya pandemi Covid-19 melanda.

UKM Pempek Jimmy Devaten

Tak hanya itu, kesulitan lain yang dihadapinya adalah mengenai ketidakstabilan harga bahan baku yang membuat segi produksi pun terkerek menjadi tinggi.

“Di masa pandemi ini, pengaruhnya signifikan, dari penjualan saja sudah turun sampai 80 persen kalau dibandingkan dengan kondisi normal,” katanya.

Daring untuk Mendukung Penjualan Offline 

Sementara ketika ditanya soal jalur distribusi penjualan antara offline dengan online, hingga saat ini Jimmy menjelaskan masih didominasi cara konvensional. Hal tersebut lantaran karena memang sejak awal bisnisnya dirintis sudah dengan metode offline.

Tapi bukan berarti pendapatan atau omzetnya kosong dari penjualan online. Melalui jalur daring, per harinya selalu ada, bila ditotal dalam satu bulan penuh, kurang lebih mendatangkan omzet sebesar Rp 1 juta via online, namun tentunya tergantung dari banyaknya orderan yang datang.

Bicara soal rahasia dapur yang membuat pempek produksiya berbeda dengan lainnya, adalah cuko pempek yang punya rasa manis pedas dan kental. Selain itu juga diklaim tahan dalam penyimpanan di luar suhu dingin bisa 3 minggu sampe 1 bulan tanpa perlu kembali dipanasi.

BACA JUGA : Aman Saat Pandemi, Dagangan UMKM Banyak Beralih ke Pembayaran Nirsentuh

“Kalau dibandingkan sebenarnya online ini memang tidak terlalu berpengaruh besar dalam hal penjualan. Sebab, dari awalkan kita sudah offline ya, jadi memang tidak signifikan bila dibandingkan,” kata Jimmy.

Dia juga bercerita bila untuk mengalihkan penjualan ke jalur online, untuk tantangan masih ada, termasuk soal beberapa kendala yang dihadapi. Seperti masalah kemasan atau packaging, lalu cara tepat menjaga kualitas produk, sampai ketika adanya orderan dadakan.

Namun demikian, bagi UKM-UKM yang ingin memulai penjualan online, dia memberikan tips untuk selalu kreative melakukan branding unik dan menarik agar mendapat respon dan tetap bersabar guna mendapatkan hasil yang maksimal.

JLC

Bisnis UKM Pempek Jimmy Devaten sendiri merupakan UKM yang tergabung dalam JNE Loyalty Card (JLC). Program keanggotaan yang ditujukan kepada pelanggan setia JNE. Pemegang JLC bisa mendapat berbagai keuntungan seperti kecepatan layanan, potongan harga pada saat periode promo, serta hadiah undian yang sangat menarik.

Tak sampai disitu saja, menariknya lagi anggota JLC juga mendapat keistimewaan karena setiap transaksi senilai 25 ribu rupiah di JNE, maka akan mendapat reward satu poin.

Nantinya poin tersebut bisa ditukar dengan hadiah menarik atau diskon khusus di banyak merchant. Bagi yang berminat, pendaftaran JLC tak dipungut biaya allias gratis dan bebas biaya bulanan.

BACA JUGA : Penerimaan BLT UMKM Diperpanjang sampai Desember

Pelanggan hanya perlu mengisi formulir secara online di situs resmi JLC (jlc.jne.co.id), lalu ikuti petunjuk yang tersedia

“Pengalaman menggunakan jasa JNE sejauh ini sangat menarik, paling utama kita bisa tracking proses pengirimannya lalu soal cakupan area yang senusantara. Untuk JLC, paling menariknya mendapatkan poin yang bisa ditukar dengan hadiah,” ucap Jimmy.

Buat yang sedang jalan-jalan ke Kota Palembang, jangan sampai lupa mencicipi pempek Jimmy Devaten yang berlokasi di Jalan Depaten Lama No.27, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Exit mobile version