JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Banua Wuhu, Jejak Gunung Api Bawah Laut di Kepulauan Sangihe

by Penulis JNEWS
28 September 2026
Banua Wuhu, Jejak Gunung Api Bawah Laut di Kepulauan Sangihe

Sumber: Wikipedia/Miriam Grandauer

Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Banua Wuhu berada di perairan sebelah barat Pulau Mahengetang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Gunung api ini berbeda dengan gunung api pada umumnya, karena berlokasi di bawah laut dan tingginya menjulang lebih dari 400 meter dari dasar laut.

Dari atas, kawasan ini mungkin tampak seperti perairan biasa. Namun, di bawah permukaannya terdapat aktivitas geologi yang masih bisa diamati melalui gelembung gas, air hangat, serta suara yang muncul dari dasar laut.

Lokasi ini menjadi salah satu bagian menarik dari lanskap vulkanik Kepulauan Sangihe. Aktivitas gunung api di bawah laut membuat kondisi perairan di sekitarnya punya karakter tersendiri.

Sejarah Vulkanik Banua Wuhu

Banua Wuhu, Jejak Gunung Api Bawah Laut di Kepulauan Sangihe
Sumber: Wikipedia/Neverjudge

Catatan erupsi Banua Wuhu mulai muncul pada 1835. Aktivitas pada 23–26 April tahun tersebut menghasilkan aliran lava dari pusat kawah dan membentuk sebuah pulau baru.

Pulau sementara itu mencapai ketinggian sekitar 90 meter. Namun, bentuk daratan tersebut tidak bertahan lama. Pada 1848, pulau itu telah terkikis hingga hanya menyisakan beberapa batu.

Aktivitas vulkanik kembali tercatat pada September 1889. Erupsi tersebut menghasilkan pulau baru yang kemudian mencapai ketinggian sekitar 50 meter pada 1894. Aktivitas vulkaniknya berlanjut sampai 1895. Setelah itu, bentuk daratan yang muncul dari laut kembali mengalami perubahan akibat proses erosi.

Pada 1904, erupsi kembali terjadi dan lima kawah dilaporkan terbentuk. Aktivitas berikutnya berlangsung pada 1918 dan 1919. Erupsi pada periode tersebut menghasilkan sebuah pulau sementara. Catatan sejarah menyebut pulau itu memiliki panjang sekitar 70 meter dan tinggi sekitar 12 meter. Daratan tersebut akhirnya menghilang pada 1935.

Rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana gunung api bawah laut dapat membangun daratan baru dalam waktu tertentu. Material vulkanik yang keluar dari bawah laut menumpuk hingga mencapai permukaan. Ketika suplai material berhenti dan gelombang laut terus mengikisnya, pulau yang terbentuk perlahan menyusut.

Jejak aktivitas itu kini berada kembali di bawah laut. Puncak kerucut vulkaniknya berada sangat dangkal, sementara struktur gunungnya sendiri menjulang ratusan meter dari dasar laut. Kondisi tersebut membuat kawasan sekitar Mahengetang memiliki karakter bawah laut yang kuat dipengaruhi aktivitas vulkanik.

Baca juga: Pulau Lihaga: Surga Kecil Berpasir Putih di Sulawesi Utara

Daya Tarik dan Karakteristik Unik Banua Wuhu

Banua Wuhu, Jejak Gunung Api Bawah Laut di Kepulauan Sangihe
Sumber: Visiting Sangihe

Keunikan Banua Wuhu tidak berhenti pada kisah pulau yang pernah muncul lalu tenggelam kembali. Kawasan bawah lautnya memperlihatkan aktivitas geologi yang masih bisa diamati penyelam, mulai dari gelembung gas, air hangat, suara dari bawah laut, sampai kehidupan laut yang berkembang di sekitar batuan vulkanik. Lokasi ini juga menjadi salah satu tujuan penyelaman di Kepulauan Sangihe.

1. Gelembung Gas dari Dasar Laut

Salah satu pemandangan yang paling mudah menarik perhatian penyelam berupa gelembung gas yang keluar dari sela-sela batuan di dasar laut. Gelembung tersebut muncul akibat aktivitas hidrotermal dan vulkanik di bawah permukaan.

Ketika dilihat dari atas kapal, aktivitas itu dapat tampak seperti permukaan air yang terus beriak pada satu area. Kalau dilihat dari bawah air, gelembung terlihat naik melewati batuan vulkanik sebelum pecah di dekat permukaan.

Sumber ilmiah Smithsonian Global Volcanism Program mencatat adanya laporan penyelam mengenai gelembung dan bau sulfur di kawasan ini. Citra satelit juga kerap menunjukkan perubahan warna air pada area sekitar gunung api.

2. Suhu Air yang Hangat

Aktivitas vulkanik juga memengaruhi kondisi air di sekitar dasar laut. Beberapa bagian kawasan Banua Wuhu memiliki air yang lebih hangat akibat keluarnya fluida panas dari bawah permukaan.

Perbedaan suhu dapat ditemukan ketika penyelam bergerak mendekati area sumber gelembung. Air laut di sekitarnya tetap dipengaruhi kondisi perairan terbuka, sehingga sensasi hangat muncul terutama pada titik-titik tertentu.

Fenomena ini berkaitan dengan sistem hidrotermal. Air laut yang masuk ke celah batuan dapat dipanaskan oleh sumber panas di bawah dasar laut, lalu keluar kembali melalui rekahan.

3. Suara Gemuruh Bawah Laut

Aktivitas vulkanik tidak hanya bisa dilihat secara langsung. Suaranya juga dapat didengar jika kita mendekati area ini.

Catatan sejarah erupsi 1918 menyebut adanya suara hebat yang terdengar bersamaan dengan bau belerang kuat. Peristiwa itu juga dilaporkan menyebabkan sejumlah ikan mati di perairan sekitar lokasi.

4. Kehidupan Bawah Laut

Kawasan di sekitar Banua Wuhu, dan umumnya di Kepulauan Sangihe, memiliki kekayaan ekosistem laut dengan terumbu karang dan beragam jenis ikan. Saat menyelam, keberadaan ikan dan organisme laut dapat diamati di sekitar formasi batuan.

5. Spot Menyelam

Banua Wuhu merupakan salah satu spot penyelaman yang populer di sekitar Pulau Mahengetang. Kedalamannya yang relatif dangkal di bagian puncak membuat aktivitas vulkanik bawah laut dapat diamati dari dekat.

Penyelaman di lokasi tersebut memberi kesempatan untuk melihat langsung jejak aktivitas gunung api yang masih berada di bawah permukaan. Pemandangan bawah lautnya juga tidak hanya berupa batuan. Ikan dan biota laut hidup di sekitar formasi vulkanik, sehingga penyelaman memadukan unsur geologi dengan kehidupan laut dalam satu kawasan.

Baca juga: Mengenal Gunung Anak Krakatau, Gunung Api yang Tumbuh dari Laut

Banua Wuhu memperlihatkan sisi lain Kepulauan Sangihe yang tidak bisa dilihat dari daratan. Gunung api yang pernah membangun pulau lalu kehilangan bentuknya itu kini meninggalkan jejak di bawah laut berupa gelembung gas, air hangat, batuan vulkanik, serta ekosistem laut yang hidup di sekitarnya.

Post Views: 24
Tags: bawah lauterupsi vulkanikgunung apigunung api bawah lautKepulauan Sangihepemandangan bawah lautspot menyelam
Share188Tweet118
Next Post
kereta nusantara explorer

Mengenal Kereta Nusantara Explorer: Nyaman, Mewah dan Elegan

TERKINI

kereta nusantara explorer

Mengenal Kereta Nusantara Explorer: Nyaman, Mewah dan Elegan

28 September 2026
Banua Wuhu, Jejak Gunung Api Bawah Laut di Kepulauan Sangihe

Banua Wuhu, Jejak Gunung Api Bawah Laut di Kepulauan Sangihe

28 September 2026
jne silangit

JNE Silangit Beri Diskon Biaya Karantina untuk Kiriman Merica Batak

28 September 2026
kemenpar terus dukung konser musik internasional

Kemenpar Terus Dorong Konser Musik Internasional di Indonesia

28 September 2026
Ingin Buka Usaha Fotokopi? Ini Panduan Memulainya dari Nol

Ingin Buka Usaha Fotokopi? Ini Panduan Memulainya dari Nol

28 September 2026
etle

Mudahkan Masyarakat, Layanan ETLE Satu Atap Hadir di Samsat Polda Metro Jaya

26 September 2026

POPULER

Cara Menghadapi Overthinking dan Berhenti Terjebak dalam Pikiran Sendiri

Cara Menghadapi Overthinking dan Berhenti Terjebak dalam Pikiran Sendiri

by Penulis JNEWS
3 September 2026

Gunung Rinjani: Keindahan Alam dan Fakta Menarik tentang Gunung Ikonik di Lombok

Gunung Rinjani: Keindahan Alam dan Fakta Menarik tentang Gunung Ikonik di Lombok

by Penulis JNEWS
10 September 2026

Kuliner Pasar Ngasem yang Menggoda Selera, Wajib Masuk Wishlist

9 Kuliner Pasar Ngasem yang Menggoda Selera, Wajib Masuk Wishlist

by Penulis JNEWS
15 September 2026

Langkah Cara Hidup Hemat Tanpa Merasa Kekurangan

6 Langkah Cara Hidup Hemat Tanpa Merasa Kekurangan

by Penulis JNEWS
9 September 2026

Candi Brahu di Mojokerto, Menelusuri Jejak Sejarah Majapahit di Trowulan

Candi Brahu di Mojokerto, Menelusuri Jejak Sejarah Majapahit di Trowulan

by Penulis JNEWS
7 September 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1

©2020 - Your Trusted Logistic Portal