JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Batik, Simbol Kolaborasi dan Harmoni Serta Penggerak Ekonomi Kreatif

by Redaksi JNEWS
20 September 2024
batik menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif

Ketua WBI Foundation, Ibu Yanti Airlangga Hartarto memberikan penjelasan tentang pameran batik dalam rangka HUT ASEAN.

Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Menjadi salah satu bentuk seni dan kerajinan yang telah diakui oleh UNESCO, batik telah lama menjadi salah satu warisan berharga budaya bangsa Indonesia dan semakin berpotensi menjadi penggerak ekonomi kreatif yang menjanjikan.

Batik tidak hanya sekedar melambangkan identitas budaya, namun juga mampu menawarkan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. Dalam rangka memperingati HUT Ke-57 ASEAN, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI bekerja sama dengan Warisan Budaya Indonesia (WBI) Foundation mempersembahkan “Batik Kolaborasi Persembahan Indonesia untuk ASEAN” beberapa waktu lalu. Acara tersebut turut mengundang para perwakilan dari negara-negara sahabat guna melihat lebih dekat keindahan batik kolaborasi yang nantinya akan menghiasi Gedung Pusat ASEAN di Jakarta.

“Ini adalah acara batik yang disempurnakan oleh para pembatik kita yang luar biasa, membentuk bunga dari sebelas negara anggota ASEAN yang dijadikan dalam satu kain batik. Itu melambangkan persatuan, kolaborasi dan harmoni yang akan dipersembahkan kepada ASEAN,” ungkap Ibu Yanti Airlangga selaku Ketua WBI Foundation.

Dibuat secara khusus oleh para perajin batik Indonesia sebagai simbol persatuan yang solid antarnegara ASEAN, batik kolaborasi ini memiliki tiga motif yakni Batik Lumbon Sewelas Nagari, Batik Udan Liris Sewelas Nagari, serta Batik Sekar Jagad Sewelas Nagari. Batik kolaborasi dibuat menggunakan motif batik klasik yang dipadukan dengan kekayaan flora yang ada di negara anggota ASEAN yang masing-masing memiliki bentuk, warna, dan keunikan yang berbeda satu sama lain, namun menyatu dalam harmonisasi yang indah.

Motif batik tersebut juga memiliki makna filosofi yang indah bagi persatuan, kolaborasi dan harmoni antarnegara anggota ASEAN. Pembatik senior Nur Cahyo dipilih untuk mengerjakan batik kolaborasi tersebut.

Baca juga: Mengoleksi Batik Solo: Tip Memilih dan Merawat Kain Batik

Nur Cahyo merupakan penerus usaha batik turun temurun yang sudah dikenal di Pekalongan, Jawa Tengah. Pembatik lainnya yang juga dilibatkan yaitu Azmi Alqamad Aqsa, seorang pembatik dari kalangan generasi muda yang memiliki keinginan untuk mengajak generasinya masuk ke dalam industri batik Tanah Air.

Acara WBI memberi ruang kepada desainer-desainer Indonesia yang banyak menggunakan kain wastra untuk mempromosikan karya-karyanya. Kesempatan ini sekaligus memberi peluang pada UMKM, karena lewat karya-karya para desainer, pengrajin bisa menyalurkan produk mereka dan mengembangkan berbagai teknik wastra agar selalu dapat mengikuti selera pasar. Transformasi ini telah membuka pintu bagi batik Indonesia untuk bersaing di pasar global dan menarik perhatian konsumen dari berbagai belahan dunia.

Melalui upaya inovatif dan kolaborasi antara pemerintah, pengrajin, desainer, hingga pelaku industri, batik dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang bermanfaat. Selain itu, pengembangan rantai pasokan dan sistem distribusi yang efisien sangat penting untuk memastikan produk batik dapat dijangkau oleh pasar dengan harga yang kompetitif. *

Tags: batik indonesiabatik pekalonganbatik solobudaya batikbudaya Indonesia
Share191Tweet119
Next Post
Mengenal Nasi Tiwul

Mengenal Nasi Tiwul: Sejarah, Kandungan Nutrisi, dan Cara Membuatnya

TERKINI

Makanan Khas Medan yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung

15 Makanan Khas Medan yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung

7 April 2026
Cara Belajar Bahasa Inggris agar Lebih Cepat Lancar dan Percaya Diri

8 Langkah Cara Belajar Bahasa Inggris agar Lebih Cepat Lancar dan Percaya Diri

7 April 2026
cosmo jne fc

Cosmo JNE FC Raih Juara International Friendly Match 2026 di Malaysia

7 April 2026
Big Ben: Sejarah, Fakta, dan Keunikan Ikon London

Big Ben: Sejarah, Fakta, dan Keunikan Ikon London

7 April 2026
lebaran betawi

Pemprov DKI akan Gelar Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng

6 April 2026
Pemandian Air Panas Ciater: Sumber Air, Khasiat, dan Hal yang Perlu Diketahui

Pemandian Air Panas Ciater: Sumber Air, Khasiat, dan Hal yang Perlu Diketahui

6 April 2026

POPULER

7 Jenis Bisnis yang Cocok untuk Generasi Sandwich

7 Jenis Bisnis yang Cocok untuk Generasi Sandwich

by Penulis JNEWS
24 March 2026

Bubur Tinutuan Adalah Menu Sarapan Paling Sehat se-Indonesia

6 Alasan Mengapa Bubur Tinutuan Adalah Menu Sarapan Paling Sehat di Indonesia

by Penulis JNEWS
17 March 2026

Candi Kalasan: Candi Buddha dari Abad ke-8 di Yogyakarta dan Sejarahnya

Candi Kalasan: Candi Buddha dari Abad ke-8 di Yogyakarta dan Sejarahnya

by Penulis JNEWS
13 March 2026

9 Negara yang Murah untuk Dikunjungi dan Penuh Destinasi Menarik

by Penulis JNEWS
19 March 2026

lebaran tanpa mudik

Kisah-kisah dari Lapangan: Lebaran tanpa Mudik, demi Kiriman Pelanggan

by Redaksi JNEWS
2 April 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal