Bikin Foto Produk Kuliner UMKM Lebih Merangsang

Sei Sapi Kana (foto: Instagram/seisapikana.id)

Foto memiliki kekuatan yang luar biasa. Tak hanya menangkap momen saja, foto juga bisa menghasilkan cuan yang menguntungkan, termasuk bagi pelaku UMKM.

Penting untuk diketahui, sebagus apapun UMKM menawarkan produk, tanpa tampilan visual dari foto produk yang mempuni, hasilnya tak akan maksimal. Apalagi di era digital saat ini, dimana orang banyak dirangsang oleh foto-foto produk yang menarik hingga terjadi proses pembelian.

Nah, buat UMKM kuliner yang sedang ingin menjajakan produknya, Presiden Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (Apkulindo) Bedi Zubaedi mengatkan, bila foto merupakan daya tarik utama untuk mengaet konsumen.

BACA JUGA : Menjaga Usaha yang Muncul Saat Pandemi Tetap Survive

frozen food atau makanan beku

Bedi menjelaskan, dengan meningkatnya relevansi berbagai layanan daring di tengah pandemi, Badan Pusat Statistik juga mencatat penjualan online tertinggi dipegang sektor makanan dan minuman yang melonjak tajam hingga 1070%.

Hal ini menjadi alasan kuat penggiat usaha kuliner harus terus beradaptasi dengan teknologi dan melakukan inovasi penjualan seperti menjual produk dalam bentuk frozen food sebagai solusi bagi masyarakat yang memilih makan di rumah.

Selain itu, untuk dapat memasarkan produk frozen food secara menarik, penggiat usaha pun harus secara kreatif menampilkan foto produk yang menarik minat pembeli. Hal ini juga berlaku bagi jenis UMKM kuliner lainnya juga.

“Bila mau produk dikenal dan diketahui yah harus lewat foto produk. Karena itu dmenyiapkan foto produk jangan asal sembarang, harus benar-benar semenarik mungkin,” kata Bedi.

Untuk menghasilkan foto yang proper, Windy Iwandi, Food Blogger @foodirectory, membagi beberapa tips penting yang bisa diterapkan pelaku UMKM pada produknya, yakni ;

– Bersahabat dengan jendela

Kunci utama fotografi adalah cahaya yang cukup. Sebisa mungkin dapatkan cahaya alami dari sinar matahari. Namun, memanfaatkan cahaya dari lampu juga tetap bisa membantu.

– Pilih background yang netral untuk menciptakan kesan clean

Persiapkan latar foto dengan warna netral atau satu warna seperti putih, cokelat atau dengan motif kayu agar foto lebih fokus pada penataan produk makanan di atas meja.  Cukup gunakan peralatan yang ada di rumah ya, seperti kain serbet, peralatan makan atau bahkan nampan kayu yang ada di dapur.

BACA JUGA : Tempe, Keripik, Sampai Kopi UMKM Indonesia Masuk Amazon

Manfaatkan kamera handphone

Tidak perlu khawatir jika tidak memiliki kamera canggih seperti DSLR karena smartphone yang ada kini sudah sangat canggih. Pelajari mode dan fitur yang terdapat dalam smartphone masing-masing. Tonton tutorial dan tips yang disediakan di platform online.

– CLOSE UP!

Kita perlu memperlihatkan detail dari makanan agar pesan yang ingin disampaikan dari makanan tersebut tersampaikan dengan baik.

Karena dari itu, pengambilan gambar dengan metode Close Up menjadi salah satu yang paling sering dan mudah untuk dilakukan. Usahakan untuk tidak blur ketika mengambil gambar dengan metode ini.

– Mainkan Warna Makanan

Pastinya sebuah foto akan lebih menarik setelah diberikan sentuhan editing. Tidak perlu editing terlalu keras, cukup buat warna makanan lebih hidup dan tetap natural. Kita bisa menggunakan beberapa aplikasi editing seperti VSCO, Light Room, Snap Seed, dan lainnya.

“Fotografi adalah salah satu skill yang sangat penting bagi semua lini bisnis, di mana cerita dituangkan menjadi sebuah foto penuh makna. Bagi bisnis kuliner online, foto produk makanan yang menggugah selera sangatlah krusial untuk menarik minat konsumen untuk membelinya,” tutup Windy.

Exit mobile version