JNEWS – Burung cendrawasih merupakan kelompok burung dari famili Paradisaeidae yang mendapat julukan Bird of Paradise atau Burung Surga karena keindahan bulunya yang memikat. Satwa eksotis ini banyak ditemukan di Papua, baik di Indonesia maupun Papua Nugini, serta tersebar hingga Kepulauan Selat Torres dan Australia bagian timur.
Yuk, berkenalan lebih jauh dengan burung cantik ini!
Ciri Khas Burung Cendrawasih

Burung cendrawasih memiliki bulu-bulu yang berwarna cerah dan berkilau. Pada beberapa jenis, perpaduan warna kuning, merah, hijau, biru, hingga ungu terlihat begitu mencolok saat terkena cahaya. Tidak heran jika burung ini sering dianggap sebagai salah satu burung tercantik di dunia.
Bentuk tubuh cendrawasih sebenarnya tidak terlalu besar. Namun, bulu hias yang tumbuh di bagian ekor, sayap, atau sisi tubuh membuat tampilannya tampak lebih “mewah”. Beberapa spesies memiliki bulu panjang yang menjuntai seperti pita, sementara yang lain mempunyai hiasan menyerupai kipas atau benang-benang halus. Saat bergerak di antara pepohonan, bulu-bulu tersebut tampak melambai dengan anggun.
Perbedaan penampilan antara jantan dan betina juga cukup mencolok. Burung jantan biasanya punya warna bulu yang cerah. Sementara itu, burung betina cenderung memiliki warna cokelat atau abu-abu. Warna tersebut membantu mereka berkamuflase saat mengerami telur atau merawat anak-anaknya di alam liar.
Selain cantik, cendrawasih juga terkenal karena gerakannya yang unik. Saat musim kawin tiba, burung jantan akan memamerkan bulunya sambil menari dan mengeluarkan berbagai suara untuk menarik perhatian betina. Pertunjukan ini bisa berlangsung cukup lama dan menjadi salah satu pemandangan paling menarik di hutan Papua.
Baca juga: Mengenal Satwa Liar Indonesia yang Dilindungi yang Menjadi Keajaiban Keanekaragaman Hayati
Legenda Burung Cendrawasih
Di balik pesonanya, cendrawasih begitu lekat dengan cerita rakyat Papua. Salah satu legenda yang berasal dari Fakfak mengisahkan bahwa burung ini merupakan jelmaan seorang anak bernama Kweiya.
Konon, ada seorang perempuan yang hidup bersama anjing peliharaannya. Suatu kali, mereka berdua kelaparan dan menemukan buah di dalam hutan. Setelah memakan buah tersebut, keduanya mengalami peristiwa ajaib dan sama-sama melahirkan anak. Anak yang lahir dari sang perempuan kemudian diberi nama Kweiya.
Saat tumbuh dewasa, Kweiya hidup bersama keluarga barunya setelah ibunya menikah lagi dengan seorang duda yang telah memiliki anak. Kehidupannya tidak berjalan bahagia karena ia sering mendapat perlakuan buruk dari saudara tirinya.
Merasa tersakiti, Kweiya memilih meninggalkan kehidupan manusia. Ia membuat sayap dari daun dan ekor dari sabut kelapa, lalu berubah menjadi seekor burung yang tinggal di pepohonan. Sementara itu, dua saudara tirinya, Pohak dan Nggein, mendapat kutukan dan berubah menjadi burung berwarna hitam pekat.
Seiring waktu, Pohak dan Nggein menyadari kesalahan mereka dan berniat meminta maaf. Ketika mencari Kweiya di Hutan Bomberay, mereka mendapati burung berekor kuning itu telah ditangkap seorang pemburu. Keduanya kemudian menyerang pemburu tersebut dan berhasil membebaskan Kweiya. Tindakan itu membuat Kweiya luluh dan memaafkan mereka.
Dalam legenda tersebut diceritakan bahwa sebagian warna cerah pada tubuh Kweiya kemudian berpindah ke kedua saudaranya. Sejak saat itu, ketiga burung tersebut memiliki warna yang berbeda-beda. Masyarakat setempat pun meyakini bahwa burung cendrawasih berasal dari kisah Kweiya, sebuah legenda yang masih hidup dalam tradisi lisan masyarakat Fakfak hingga sekarang.
Fakta-Fakta Menarik tentang Burung Cendrawasih
Burung cendrawasih memang sudah lama menjadi simbol keindahan alam Papua. Tak hanya memiliki penampilan yang istimewa, burung cendrawasih juga menyimpan beragam fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui.
1. Sebagian Besar Hidup di Papua
Cendrawasih identik dengan Papua. Dari puluhan spesies yang ada, sebagian besar hidup di Papua dan wilayah sekitarnya. Burung ini menjadi salah satu simbol kekayaan alam Indonesia bagian timur.
2. Ada yang Memiliki “Antena” di Kepala
Spesies King of Saxony Bird-of-Paradise memiliki dua bulu kepala berwarna biru yang bisa mencapai panjang sekitar 50 sentimeter. Bentuknya sangat aneh hingga ketika pertama kali ditemukan, banyak ilmuwan Eropa mengira spesimen tersebut palsu.
3. Jumlah Spesiesnya Sangat Banyak
Famili cendrawasih memiliki lebih dari 40 spesies yang tersebar di Papua, Papua Nugini, Maluku, dan sebagian Australia timur. Masing-masing memiliki warna, ukuran, dan gaya tarian yang berbeda.
4. Ada yang Ekor Hiasnya Lebih Panjang dari Tubuhnya
Beberapa jenis cendrawasih memiliki bulu hias yang sangat panjang. Pada spesies tertentu, panjang ekor dan bulu hiasnya bisa jauh melebihi ukuran tubuh sehingga tampak seperti pita yang melayang saat terbang.
5. Warna Bulunya Bisa Tampak Berubah
Warna pada bulu cendrawasih tidak selalu berasal dari pigmen. Struktur mikroskopis bulunya mampu memantulkan cahaya dengan cara tertentu sehingga menghasilkan efek berkilau yang bisa tampak berubah-ubah tergantung sudut pandang dan cahaya.
6. Makanan Favoritnya Bukan Hanya Serangga
Meski sering dianggap pemakan serangga, sebagian besar cendrawasih justru banyak mengonsumsi buah-buahan hutan. Mereka juga memakan serangga dan hewan kecil lainnya sebagai pelengkap makanan.
7. Butuh Waktu Bertahun-tahun untuk Punya Bulu yang Cantik
Burung cendrawasih jantan tidak langsung memiliki bulu indah sejak lahir. Pada beberapa spesies, bahkan membutuhkan waktu hingga sekitar enam sampai tujuh tahun untuk memperoleh bulu dewasa yang lengkap dan siap digunakan dalam ritual kawin.
8. Populasinya Terancam oleh Perburuan dan Hilangnya Hutan
Keindahan cendrawasih pernah membuatnya diburu untuk diambil bulunya. Saat ini ancaman terbesar datang dari perburuan serta kerusakan habitat akibat berkurangnya hutan tropis. Karena itu banyak spesies cendrawasih mendapat perlindungan dan menjadi fokus program konservasi.
9. Ada Jenis yang Memiliki 12 “Kawat” di Tubuhnya
Cendrawasih mati-kawat memiliki 12 helai bulu hias tipis menyerupai kawat yang keluar dari bagian tubuhnya. Bulu-bulu unik ini digunakan saat pertunjukan kawin untuk menarik perhatian betina.
Baca juga: Mengenal Orangutan Kalimantan, Jenis Spesies, Habitat, hingga Perilakunya yang Unik
Keindahan burung cendrawasih memang membuat siapa pun mudah terpukau. Karena itu, keberadaan burung surga ini perlu terus dijaga agar tetap dapat hidup bebas di habitat alaminya dan dinikmati oleh generasi mendatang. Dengan mengenal lebih dekat berbagai fakta menarik tentang cendrawasih, rasa kagum terhadap salah satu satwa paling ikonik dari Papua pun semakin bertambah.