JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Candi Jawi: Menelusuri Jejak Warisan Majapahit di Lereng Gunung Welirang

by Penulis JNEWS
12 August 2025
Candi Jawi: Peninggalan Majapahit di Pasuruan
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Candi Jawi menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Jawa Timur. Lokasinya yang dikelilingi pemandangan hijau dan udara sejuk membuatnya punya pesona tersendiri.

Tidak hanya menarik bagi pencinta sejarah, tempat ini juga memikat siapa saja yang ingin menikmati suasana tenang di tengah alam pegunungan. Dari kejauhan, siluetnya yang ramping menjulang terlihat kontras tetapi tampak selaras dengan latar alam yang memeluknya.

Sejarah Candi Jawi

Candi Jawi dikenal sebagai simbol pendharmaan untuk Raja Kertanegara. Pada masa itu, candi ini berstatus sebagai sudharma haji, yaitu candi kerajaan yang berada di bawah pengawasan Dharmadyaksa, pejabat tinggi yang mengurusi urusan agama.

Menariknya, Candi Jawi dibangun jauh dari pusat Kerajaan Singasari di Malang. Alasannya diduga karena Kertanegara menganut ajaran sinkretisme Siwa-Buddha, dan banyak penduduk di kawasan itu memiliki keyakinan yang sama dengannya. Selain itu, masyarakat setempat dikenal sangat setia sehingga candi ini menjadi semacam basis dukungan bagi sang raja.

Meski Singasari berjaya di bawah kepemimpinannya, Kertanegara juga punya banyak musuh. Itulah mengapa keberadaan candi ini punya arti strategis. Dalam kitab Negarakertagama, disebutkan bahwa pada masa Majapahit, Raja Hayam Wuruk sempat singgah di Candi Jawi pada tahun 1359 M saat melakukan perjalanan ke Lumajang. Kunjungan itu dilakukan untuk memberi penghormatan kepada Kertanegara, kakek buyutnya. Namun, ia datang dengan hati sedih karena salah satu arca di candi ini hilang akibat disambar petir.

Sebagai candi pendharmaan, Candi Jawi punya ciri khas unik. Situs ini merupakan peninggalan Hindu-Buddha, memadukan dua kepercayaan yang jarang dianut secara bersamaan pada masa kerajaan. Di dalamnya, banyak arca Hindu, sementara puncaknya dihiasi lambang Buddha. Hal ini membuat para sejarawan beranggapan bahwa masyarakat pada masa itu sudah mulai menerima berbagai kepercayaan sekaligus.

Relief yang menghiasi candi juga menyimpan misteri. Banyak yang sulit dipahami maknanya, apalagi beberapa bagian sudah terkikis oleh cuaca. Salah satu relief menggambarkan denah lengkap Candi Jawi, sesuatu yang dianggap mustahil dibuat pada zamannya. Ada pula legenda tentang putri Majapahit yang kerap berkunjung ke sini, meski tujuan pastinya tak pernah terungkap.

Kitab Sutasoma juga menyebut Candi Jawi sebagai tempat pertemuan Dewi Candrawati dari Kerajaan Kasi dengan Pangeran Sutasoma di Taman Ratnalaya.

Baca juga: Candi Jabung: Permata Sejarah Majapahit di Tanah Probolinggo

Pemugaran Candi

Candi Jawi pernah mengalami pemugaran pada masa Ratu Tribhuwanatunggadewi, penguasa ketiga Majapahit. Di era kolonial, tepatnya 1938–1941, Dinas Kepurbakalaan Hindia Belanda melakukan penelitian terhadap candi ini. Banyak bagian ditemukan rusak atau hilang, sehingga dilakukan perbaikan.

Proses pemugaran besar-besaran kemudian dilakukan lagi pada 1980 oleh Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala. Batu-batu yang hilang dicari dan berhasil ditemukan, hingga akhirnya seluruh pemugaran selesai di tahun yang sama.

Bentuk dan Arsitektur Candi Jawi

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FCandi_Jawi&psig=AOvVaw3sU44egCmVKUCaKQSQI767&ust=1755058561872000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBUQjRxqFwoTCKCh4-O0hI8DFQAAAAAdAAAAABAE
Sumber: Wikipedia

Sekilas melihat, Candi Jawi langsung memancarkan kesan megah. Memang ukurannya tidak sebesar Borobudur atau Prambanan, tapi lokasinya yang berlatar pegunungan membuat suasananya terasa istimewa.

Candi ini berukuran panjang 14,24 meter, lebar 9,55 meter, dan tinggi 24,5 meter. Lahan yang ditempati sekitar 40 x 60 meter persegi. Bentuknya ramping tetapi menjulang tinggi, memberi kesan anggun sekaligus kokoh.

Bahan utama bangunannya adalah batu andesit, dikelilingi pagar bata setinggi dua meter. Di luar pagar, ada parit yang kini ditumbuhi bunga teratai. Posisinya menghadap ke timur, mirip seperti Candi Gunung Gangsir di Pasuruan.

Struktur Candi Jawi terbagi dalam tiga tingkatan. Bagian paling bawah, atau kaki candi, melambangkan manusia yang masih dikuasai nafsu rendah seperti keserakahan dan kebohongan. Bagian tengah, yaitu badan candi, melambangkan usaha manusia mengendalikan nafsu duniawi. Sementara puncak atau atapnya, melambangkan kesempurnaan hidup.

Arah hadapnya mengarah ke Gunung Penanggungan, gunung yang dianggap suci oleh masyarakat setempat. Sedangkan pintu masuknya yang menghadap ke timur menunjukkan bahwa candi ini bukan untuk pemujaan atau upacara penghormatan dewa semata, melainkan punya fungsi khusus.

Makna simbolis candi ini sangat dipengaruhi kebudayaan dan agama pada masanya. Sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 177/M/1998, kompleks Candi Jawi beserta tanah di sekitarnya, termasuk segala yang berada di atas dan di bawah permukaan tanah, resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya.

Panduan Berkunjung ke Candi Jawi

Candi Jawi: Peninggalan Majapahit di Pasuruan
Sumber: Quipper

Dikutip dari laman Perpusnas, Candi Jawi berada di Pasuruan, Jawa Timur. Tepatnya di kaki Gunung Welirang, Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen. Suasananya sejuk karena dikelilingi pegunungan, membuat tempat ini terasa nyaman untuk dikunjungi.

Dari pusat Kota Pasuruan, jaraknya sekitar 31 kilometer. Kalau naik mobil, waktu tempuhnya kurang lebih satu jam. Lokasinya mudah dijangkau, baik untuk perjalanan singkat maupun sebagai bagian dari rute wisata di sekitar Pasuruan. Karena berada di Kecamatan Prigen, masyarakat juga sering menyebutnya sebagai Candi Prigen.

Harga tiket masuknya cukup terjangkau. Wisatawan lokal dikenakan Rp10.000 per orang, sedangkan wisatawan mancanegara Rp15.000 per orang. Jam buka untuk berkunjung ke candi ini adalah pukul 08.00 – 16.00 WIB pada Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Khusus hari Jumat, buka hingga pukul 16.30 WIB.

Fasilitas di area candi cukup lengkap. Ada area parkir luas, toilet umum yang terjaga kebersihannya, warung makan dengan menu beragam dan harga ramah di kantong, pusat oleh-oleh, serta layanan pemandu wisata bagi yang ingin tahu lebih dalam sejarahnya. Sebuah masjid juga berdiri tak jauh dari candi, sehingga pengunjung yang beribadah tetap merasa nyaman.

Baca juga: Candi Cetho: Sejarah, Misteri, Makna, dan Panduan Wisata

Candi Jawi di lereng Gunung Welirang merupakan bukti perjalanan panjang sejarah dan kebudayaan di tanah Jawa. Di balik bentuknya yang ramping dan anggun, ada jejak masa lalu yang menghubungkan kita dengan peradaban ratusan tahun silam.

Tags: arsitektur candi jawicandi di pasuruancandi prigenjam operasional candi jawilokasi candi jawipanduan berkunjungpanduan wisatasejarah candi jawitiket masuk candi jawi
Share188Tweet118
Next Post
Gili Meno: Pulau Kecil di Lombok yang Indah

Menikmati Gili Meno, Pulau Kecil dengan Pesona Besar di Lombok

TERKINI

Makanan Khas Medan yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung

15 Makanan Khas Medan yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung

7 April 2026
Cara Belajar Bahasa Inggris agar Lebih Cepat Lancar dan Percaya Diri

8 Langkah Cara Belajar Bahasa Inggris agar Lebih Cepat Lancar dan Percaya Diri

7 April 2026
cosmo jne fc

Cosmo JNE FC Raih Juara International Friendly Match 2026 di Malaysia

7 April 2026
Big Ben: Sejarah, Fakta, dan Keunikan Ikon London

Big Ben: Sejarah, Fakta, dan Keunikan Ikon London

7 April 2026
lebaran betawi

Pemprov DKI akan Gelar Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng

6 April 2026
Pemandian Air Panas Ciater: Sumber Air, Khasiat, dan Hal yang Perlu Diketahui

Pemandian Air Panas Ciater: Sumber Air, Khasiat, dan Hal yang Perlu Diketahui

6 April 2026

POPULER

7 Jenis Bisnis yang Cocok untuk Generasi Sandwich

7 Jenis Bisnis yang Cocok untuk Generasi Sandwich

by Penulis JNEWS
24 March 2026

Bubur Tinutuan Adalah Menu Sarapan Paling Sehat se-Indonesia

6 Alasan Mengapa Bubur Tinutuan Adalah Menu Sarapan Paling Sehat di Indonesia

by Penulis JNEWS
17 March 2026

Candi Kalasan: Candi Buddha dari Abad ke-8 di Yogyakarta dan Sejarahnya

Candi Kalasan: Candi Buddha dari Abad ke-8 di Yogyakarta dan Sejarahnya

by Penulis JNEWS
13 March 2026

9 Negara yang Murah untuk Dikunjungi dan Penuh Destinasi Menarik

by Penulis JNEWS
19 March 2026

lebaran tanpa mudik

Kisah-kisah dari Lapangan: Lebaran tanpa Mudik, demi Kiriman Pelanggan

by Redaksi JNEWS
2 April 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal