JNEWS – Promosi sering menjadi bagian yang terasa membingungkan bagi banyak pelaku UMKM, apalagi jika masih pemula. Produk sudah dibuat dengan serius, kualitas dijaga, tapi respons pasar tidak selalu sejalan dengan usaha yang dikeluarkan. Cara mempromosikan produk kemudian menjadi pertanyaan yang muncul berulang, terutama ketika penjualan berjalan terlalu pelan.
Banyak orang mengira promosi harus selalu rumit atau menghabiskan banyak biaya. Padahal, penjualan justru lebih efisien ketika cara promonya berangkat dari pemahaman kebutuhan calon pelanggan. Saat produk diposisikan sebagai jawaban atas masalah yang mereka hadapi, pesan promosi terasa lebih relevan dan mudah diterima.
Cara Mempromosikan Produk, Strategi untuk UMKM

Setiap UMKM berjalan dengan kondisi yang berbeda-beda, mulai dari jenis produk, skala usaha, hingga karakter pembelinya. Karena itu, cara mempromosikan produk tidak bisa disamaratakan atau sekadar meniru strategi usaha lain.
Promosi yang efektif justru berangkat dari pemahaman dasar tentang usaha itu sendiri dan siapa yang ingin dijangkau. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan.
1. Tentukan Target Pasar dengan Jelas
Banyak UMKM langsung sibuk promosi tanpa benar-benar tahu siapa yang ingin mereka ajak bicara. Padahal, target pasar itu tidak bisa hanya dibayangkan, tetapi harus didefinisikan dengan jelas.
Karena hal ini nantinya akan berkaitan dengan cara komunikasi yang paling pas. Misalnya, produk yang cocok untuk ibu rumah tangga, mahasiswa, pekerja kantoran, atau anak sekolah, cara komunikasinya akan berbeda. Bahasa, visual, bahkan jam posting bisa sangat berpengaruh.
Dengan target yang jelas, promosi terasa lebih nyambung dan tidak asal lempar. Pelaku UMKM juga jadi lebih hemat energi karena tidak perlu menjangkau semua orang. Fokus pada kelompok tertentu justru membuat pesan lebih kuat. Ke depannya, pasar bisa berkembang dengan sendirinya. Tapi titik awalnya tetap harus spesifik dan realistis.
Baca juga: Cara Menentukan Harga Jual yang Tepat untuk Produk UMKM
2. Pahami Keunggulan Produk Secara Jujur
Setiap produk pasti punya nilai lebih. Mungkin rasanya konsisten, ukurannya pas, harganya masuk akal, awet karena kualitasnya bagus, mudah digunakan, mudah dirawat, atau pelayanannya cepat.
Kalau sudah tahu apa kekuatan utama produk, promosi jadi lebih fokus. Sampaikan satu atau dua hal yang memang benar-benar bisa membuat produk yang akan dipasarkan berbeda dari yang lain.
3. Pahami Kebutuhan Pelanggan
Setelah tahu siapa target pasar yang dituju, langkah berikutnya adalah memahami apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Tidak semua orang membeli produk karena ingin, banyak yang membeli karena sedang menghadapi masalah tertentu.
Di tahap ini, pelaku usaha perlu melihat dari sudut pandang calon pelanggan, bukan dari sudut pandang penjual. Perhatikan keluhan yang sering muncul, kebiasaan mereka, dan alasan mereka mencari produk sejenis. Dari situ, promosi bisa diarahkan sebagai solusi, bukan sekadar penawaran, sekaligus ditambahkan berbagai keunggulan produknya.
Saat kebutuhan dan pesan promosi saling bertemu, peluang terjadinya penjualan biasanya lebih besar dan prosesnya lebih efisien.
4. Pilih Media Promosi yang Pas
Cara mempromosikan produk zaman sekarang memang lebih mudah, karena sudah dibantu dengan berbagai platform ataupun media sosial. Namun, tidak harus aktif semua juga kok.
Pilih media yang benar-benar digunakan oleh target pasar. Jadi, di sinilah analisis target pasar yang dilakukan di poin pertama di atas juga bisa dimanfaatkan. Jika target pasar lebih banyak berkumpul di TikTok, maka TikTok bisa dijadikan media promosi utama. Kalau pelanggan sering pesan lewat WhatsApp, maka WhatsApp adalah kanal utama.
Tidak ada kewajiban ikut tren hanya karena yang lain melakukannya. Promosi yang efektif adalah promosi di tempat yang tepat, bukan di semua tempat. Setelah menentukan medianya, sesuaikan pula gaya komunikasinya.
4. Buat Konten Promosi yang Mudah Dipahami
Konten promosi tidak harus panjang atau penuh kata-kata keren. Yang penting, orang langsung mengerti produk apa yang ditawarkan. Jelaskan fungsi produk, kegunaannya, dan kapan orang membutuhkannya.
Gunakan kalimat yang biasa dipakai sehari-hari, bukan bahasa iklan yang kaku. Pembeli ingin merasa diajak bicara, bukan disodori brosur. Cerita singkat tentang proses, pengalaman pelanggan, atau alasan membuat produk bisa jadi nilai tambah.
Salah satu cara mempromosikan produk yang efektif adalah menyelipkan beberapa tips praktis yang berkaitan dengan produk, agar target pasar teredukasi. Konten yang informatif seperti ini biasanya justru lebih diingat.
5. Perhatikan Kualitas Foto dan Tampilan Visual
Dalam promosi online, foto akan menjadi kesan pertama. Orang menilai produk sebelum membaca deskripsi. Foto yang jelas, terang, dan tidak berantakan akan membantu cara mempromosikan produk yang efektif.
Visual yang baik memberi kesan bahwa produk dikelola dengan serius. Ini berpengaruh pada rasa percaya calon pembeli.
Foto juga sebaiknya menunjukkan produk apa adanya. Jangan terlalu banyak edit sampai berbeda dari aslinya. Kejujuran visual mengurangi potensi komplain. Promosi yang rapi memberi rasa aman, bahkan sebelum transaksi terjadi.
6. Gunakan Testimoni sebagai Penguat Kepercayaan
Testimoni bukan sekadar pajangan, tapi bukti bahwa produk yang dipromosikan benar-benar dipakai orang. Banyak pembeli baru merasa lebih tenang setelah membaca pengalaman orang lain.
Karena itu, bisa mulai dari chat pelanggan yang puas atau komentar yang ditinggalkan di platform belanja atau media sosial. Sertakan konteks singkat, misalnya produk apa dan untuk kebutuhan apa.
Jangan lupa meminta izin untuk mengambil chat atau komentar untuk dijadikan testimoni. Jangan juga memaksa pelanggan memberi ulasan. Biarkan muncul secara alami dari pelayanan yang baik.
7. Dorong Promosi dari Mulut ke Mulut
Cara mempromosikan produk yang terbaik kadang justru datang dari pelanggan yang puas. Mereka akan bercerita ke teman atau keluarga tanpa diminta.
Untuk sampai ke tahap itu, fokuslah pada pengalaman pelanggan. Mulai dari cara menyapa, kecepatan respons, hingga cara menangani komplain. Jika pelanggan memberikan rekomendasi, bisa dipertimbangkan juga untuk memberi bonus kecil sebagai bentuk terima kasih.
8. Konsisten dan Evaluasi Berkala
Cara mempromosikan produk yang efektif tidak terjadi dalam satu atau dua kali posting. Butuh waktu untuk membangun perhatian dan kepercayaan.
Karena itu, tentukan ritme yang sanggup dijalani. Lebih baik posting dua kali seminggu tapi rutin, daripada setiap hari lalu berhenti.
Sesekali, lihat kembali hasil promosi yang sudah dilakukan dan lakukan evaluasi. Perhatikan konten mana yang paling banyak ditanya atau dibeli. Dari situ, strateginya bisa disesuaikan.
Baca juga: Status WA Promosi Unik Bikin Penasaran Calon Pembeli untuk Online Shop
Memahami cara mempromosikan produk secara efektif membantu pelaku UMKM melihat promosi sebagai proses yang bisa dijalani dengan bijak. Dengan pendekatan yang sesuai kapasitas usaha dan dijalankan secara konsisten, promosi bisa menjadi bagian alami dari aktivitas bisnis sehari-hari.