JNEWS – Tingkat polusi udara kota Jakarta semakin tidak baik dari tahun ke tahun. Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta untuk mengurangi polusi yang mengancam kesehatan warga dan lingkungan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menghadirkan electric bus Jakarta atau bus listrik Transjakarta.
Menurut data dari website Jakarta Smart City, kendaraan bermotor di Jakarta menghasilkan 143.000 ton polusi setiap tahun. Angka yang cukup besar ini tentu saja menjadi perhatian karena empat kali lebih besar dari batas normal yang direkomendasikan oleh WHO.
Untuk menangani polusi tersebut, pemerintah Kota Jakarta pun membuat kebijakan untuk meningkatkan kualitas udara. Perwujudan dari kebijakan tersebut yakni di tahun 2021, kawasan Kota Tua ditetapkan sebagai Zona Rendah Emisi atau Low Emission Zone (LEZ), dengan target di tahun 2030 nanti sebagian besar wilayah Jakarta menjadi wilayah bebas emisi.
Electric Bus Jakarta yang Ramah Lingkungan
Jakarta identik dengan kemacetan dan polusi. Dua masalah ini menjadi fokus pemerintah untuk mengurai akar permasalahan dan mencari solusinya. Selain penerapan Zona Rendah Emisi, untuk mengurangi tingkat emisi karbon, pemerintah pun menghadirkan electric bus Jakarta atau bus listrik Jakarta.
Bus ini lahir dari kerja sama BUMN dan Pemprov DKI Jakarta. Tujuannya untuk mengintegrasikan seluruh layanan publik dan meningkatkan kenyamanan pelanggan Transjakarta. Konsep yang diusung adalah multimoda, menghubungkan berbagai jenis transportasi dalam satu sistem. Selain itu, bus ini dirancang untuk menciptakan transportasi yang lebih ramah lingkungan, berkelanjutan, dan modern.
Pengadaan electric bus Jakarta pun dilakukan bertahap. Di tahun 2023, Transjakarta mengoperasikan 100 unit bus listrik low deck. Lalu di Desember 2024, Transjakarta mengoperasikan 300 unit bus listrik.
Masih di bulan dan tahun yang sama, tepatnya 11 Desember 2024, diresmikan 200 unit armada bus listrik high deck. Peluncuran 200 unit terakhir di tahun 2024 tersebut merupakan kolaborasi antara PT Transjakarta dengan operator antara lain Perum Damri, PT Bianglala Metropolitan, dan PT Sinar Jaya.
Kehadiran bus listrik ini pun mendapat respons positif oleh warga Jakarta. Dari berbagai unggahan di media sosial, warga Jakarta turut senang bisa menggunakan bus listrik ini karena selain ramah lingkungan juga minim suara dan getaran.
Tak hanya itu saja, electric bus Jakarta juga memiliki sejumlah kelebihan lainnya, yaitu:
- Bus listrik ini menyediakan sabuk pengaman (safety belt) di tempat duduk. Tentu saja ini menjadi pembeda dengan bus-bus kota sebelumnya.
- Pintu akses bagi penumpang yang akan naik dan turun cukup luas sehingga memudahkan sahabat disabilitas yang menggunakan kursi roda untuk memasuki bus baik dari pintu depan dan belakang.
- Pengguna kursi roda pun mendapat area lebih luas di dalam bus.
- Memiliki ruang khusus untuk perempuan.
- Tiap tempat duduk ada colokan untuk charge ponsel
- Memiliki APAR dan palu pemecah kaca.
Dengan sejumlah kelebihan tersebut, electric bus Jakarta menawarkan sistem transportasi publik yang ramah lingkungan, nyaman bagi penumpang dan lebih inklusif.
Baca juga: Wisata Malam Ramadan: Tempat Nongkrong Seru Setelah Tarawih di Jakarta
Cara Naik Electric Bus Jakarta
Bagi calon penumpang yang ingin menggunakan transportasi ini untuk melakukan aktivitas seperti ke kantor, kampus, pusat perbelanjaan dan lainnya, cara naik electric bus Jakarta tidak jauh berbeda dengan bus Transjakarta.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui rute serta halte busway terdekat. Ini sangat penting karena bus listrik Transjakarta memiliki beberapa rute dengan titik awal keberangkatan dan akhir yang berbeda.
Untuk memudahkan, calon penumpang bisa download aplikasi Transjakarta di Playstore dan App Store. Cari rute tercepat perjalanan dengan melihat titik terdekat dari lokasi calon penumpang.
Di aplikasi Transjakarta, calon penumpang bisa memantau posisi bus secara real time, jadi tidak perlu repot-repot harus mengantre lama. Tak hanya itu saja, di aplikasi tersebut, calon penumpang juga bisa membeli tiket secara daring.
Berikut ini cara naik electric bus Jakarta dengan dua metode yakni menggunakan kartu dan aplikasi Transjakarta beserta rute dan tarif.
Menggunakan Kartu Elektronik
- Pilihlah rute Transjakarta yang akan diambil.
- Pergi ke halte Transjakarta terdekat.
- Sebelum masuk ke dalam halte, pastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi. Apabila tidak cukup, lakukan isi ulang di mesin top up yang tersedia di halte.
- Tiba di halte, lakukan tap in kartu di mesin validasi pintu masuk Transjakarta.
- Tap out kartu uang elektronik ketika turun dari bus.
Menggunakan Aplikasi Transjakarta
- Unduh aplikasi Transjakarta di Playstore atau App Store.
- Registrasi dan login akun terlebih dahulu.
- Di halaman utama, klik ikon ‘tiket’.
- Pilih ‘reguler’, lalu klik ‘beli tiket’
- Klik ‘Setuju & Bayar’ lalu lanjutkan pembayaran sesuai dengan metode pembayaran yang dipilih.
- Setelah pembayaran selesai, nantinya akan muncul QR-Code tiket untuk bisa dipindai (scan) di pintu masuk halte keberangkatan dan halte tujuan. Perlu diingat, penumpang tidak perlu tap out saat transit.
Rute Bus Listrik Jakarta dan Tarif
Untuk yang ingin menggunakan bus listrik, berikut ini 13 rute yang penting diketahui oleh calon penumpang.
- Koridor 1: Blok M – Kota
- Koridor 2: Pulo Gadung – Monumen Nasional
- Koridor 4: Pulo Gadung – Galunggung
- Koridor 5: Kampung Melayu – Ancol
- Koridor 6: Ragunan – Galunggung
- Koridor 6A: Ragunan – Balai Kota via Kuningan
- Koridor 6B: Ragunan – Balai Kota via Semanggi
- Koridor 6V: Ragunan – Senayan Bank DKI
- Koridor 8: Lebak Bulus – Pasar Baru
- Koridor 10: Tanjung Priok – PGC
- Koridor 11: Pulo Gebang – Kampung Melayu
- Koridor 12: Pluit – Tanjung Priok
- Koridor 13: Senen – Jakarta International Stadium
Sedangkan untuk tarif naik electric bus Jakarta yaitu Rp2.000. Selain itu, ada saldo minimum sebesar Rp5.000 untuk seluruh layanan Transjakarta.
Tip Perjalanan Menggunakan Electric Bus Jakarta
1. Siapkan Kartu Elektronik
Untuk bisa menggunakan bus listrik Jakarta, calon penumpang perlu memiliki kartu elektronik. Kartu transportasi umumnya dibanderol sekitar Rp50.000, dengan saldo awal sekitar Rp15.000.
Dengan tarif yang sangat murah, pastikan untuk mengecek saldo secara berkala agar terhindar kendala saat tap in saat naik bus. Untuk pengisian saldo bisa dilakukan di mesin top up halte Transjakarta atau minimarket terdekat.
2. Unduh Aplikasi Transjakarta
Agar perjalanan lebih nyaman dan mudah, wajib mengunduh aplikasi Transjakarta. Dengan aplikasi ini, calon penumpang bisa tahu rute dan halte terdekat. Selain itu, dengan aplikasi ini bisa juga membeli tiket electric bus Jakarta.
3. Antre untuk Masuk
Sebagai moda transportasi favorit warga Jakarta, pastinya akan ada waktu tertentu ketika penumpangnya cukup banyak. Agar tidak berdesak-desakan, budayakan untuk antre masuk bus. Dahulukan penumpang yang hendak keluar, baru dengan tertib masuk satu per satu ke dalam bus.
4. Catat Jam Sibuk
Apabila mau menggunakan bus listrik Jakarta untuk tujuan wisata sebaiknya hindari jam sibuk. Biasanya jam sibuk ada di pagi dan sore hari, seperti pukul 07.00-09.00 WIB dan 16.00-18.00 WIB.
Menghindari jam tersebut membuat lebih nyaman, waktu perjalanan pun lebih efisien. Penumpang bisa menikmati suasana kota Jakarta lebih santai tanpa perlu tergesa-gesa.
Baca juga: 7 Tempat Makan Terbuka di Jakarta Kekinian untuk Nikmati Kesejukan di Tengah Kota
Penggunaan electric bus Jakarta untuk sistem BRT, Jakarta adalah pionirnya. Transjakarta tidak sekadar memberikan solusi transportasi yang ramah lingkungan tapi juga menginspirasi kota lain untuk mengikuti jejak ini. Harapan tentu saja ada, dengan bus listrik ini semoga polusi Jakarta semakin berkurang, menciptakan transportasi publik yang nyaman dan berkelanjutan.