Catat, Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Beroperasi Sebelum Lebaran!

transjabodetabek blom M

Foto: Istimewa

JNEWS – Pemprov DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan penggunaan transportasi umum guna mengurai kemacetan di Jakarta. Meski saat ini tingkat konektivitas Transjakarta telah mencapai 92 persen, namun pemanfaatannya oleh masyarakat masih belum maksimal atau baru menyentuh sekitar 23,4 persen.

Untuk mengejar target penggunaan transportasi umum, Pemprov DKI Jakarta berencana menambah rute-rute baru Transjabodetabek. Pengembangan rute baru ini dilakukan untuk menyasar titik-titik dengan mobilitas pekerja dan penumpang yang tinggi, salah satunya dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menuju pusat kuliner Blok M.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menargetkan Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soetta dapat beroperasi sebelum Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1447 H nanti. Pembukaan rute ini untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memberikan fasilitas transportasi yang layak bagi masyarakat maupun wisatawan mancanegara.

“Saya sudah meminta untuk sebelum menyambut Idul Fitri, trayek ini sudah harus dibuka. Jadi mudah-mudahan apakah di minggu keempat bulan Februari ini atau di awal Maret, nanti akan kami buka,” ujar Pramono.

Untuk memastikan layanan Transjabodetabek berjalan lancar, Pramono telah memerintahkan jajarannya untuk segera membangun halte-halte baru serta memperbaiki halte yang sudah ada.

“Untuk ke Soekarno-Hatta, karena apa pun ini kan wajahnya Jakarta, wajahnya Indonesia, maka saya sudah memerintahkan halte-haltenya untuk dibangun. Sampai dengan kemudian akan beroperasi secara normal,” ucapnya.

Ia menyebut, nantinya akan ada kerja sama antara PT Transportasi Jakarta dengan PT Angkasa Pura Indonesia terkait operasional rute Transjabodetabek ini. Di awal operasional, Pramono memastikan sebanyak 20 unit armada bus Transjabodetabek disiapkan untuk melayani rute ini. Sementara target jumlah penumpang diperkirakan mencapai 2.000 orang per hari.

“Kalau kemudian respons publiknya besar, tentunya kita tambah. Karena untuk perhitungan awal, minimum penumpang yang akan menggunakan itu kurang lebih 2.000-an per hari,” tegas Pramono. *

Exit mobile version