Cerita Batik Malai Asal Riau yang Viral Berkat TikTok

 

Tak bisa dipungkiri bila pandemi Covid-19 yang menghantam Indonesia sejak 2020 lalu membuat perubahan besar di segala sektor. Mulai dari ekonomi, pola kehidupan, gaya hidup, bahkan sampai cara pembelian yang kini telah bergeser ke online.

Hal ini tentu menjadi tantangan berat bagi pelaku usaha layaknya UMKM, di mana biasanya selalu mengandalkan pola penjualan offline, namun akibat pandemi harus segera masuk ke online dengan ragam platform digital yang ada.

BACA JUGA : Kepala KP JNE yang Aktif Lestarikan Batik Tulis

Kondisi ini pula yang dirasakan oleh R. Noer Pangripto selaku pemilik Batik Malai atau Batik Khas Riau yang sarat dengan budaya Melayu.

R. Noer Pangripto Pemilik Batik Malai Riau

Saat pasar mulai landai, Noer mencoba untuk berinovasi, tak hanya dari batik-batiknya namun juga pola atau cara pemasarannya yang beralih menggunakan platform digital, terutama media sosial TikTok.

Dengan konten-konten unik yang dibuat dan dipublikasikan, kini usaha batiknya justru mendapat angin segar. Banyak orderan baru yang berdatangan dari daerah yang sebelumnya tidak pernah.

“Dua bulan ini kami kerjakan dan beberapa konten, dan hasilnya cukup viral. Sampai lebih dari 7.000 kali dibagikan pengguna tiktok, sementara ada konten yang bergerak dari grup WhatsApp ke grup WhatsApp lainnya,” kata Noer dalam webinar JNE Ngajak Online Pekanbaru.

“Ini yang menarik, efek dari media sosial terutama TikTok ini sangat besar. Beberapa konten yang kami buat itu viral dan justru dari konten tersebut banyak orderan dari kota-kota yang sebelumnya tidak pernah pesan sekarang pesan, mulai dari Aceh sampai Papua,” tambahnya.

Noer mengakui bila konten-konten menarik yang dibuat melalui media sosial bisa memberikan sisi positif dari segi binis batik khasnya. Kondisi ini pula yang membuatnya akhir ketagihan untuk melakukan pemasaran secara online.

Walau demikian, tentu ada tantangannya. Menurut Noer, ada trik agar konten video yang dibuat di TikTok itu bisa menarik, paling penting bisa membuat siapapun yang melihat menjadi penasaran, apalagi bila menyingung pasar anak muda.

BACA JUGA : Gubernur DKI Jakarta Apresiasi JNE Ngajak Online

“Jadi sekarang ini kan orang sudah pintar juga, bila melihat sesuatu di media sosial yang berbau iklan itu sudah tidak mau atau langsung skip saja. Kita harus kreatif agar bisa membuat konten yang menarik dan dipadukan dengan iklan yang soft,” kata dia.

Bicara soal batik, Noer mengatakan bila Batik Riau memiliki ciri khas yang sangat kental. Tak hanya dari sisi bahan material atau sekadar corak dan motifnya saja, namun rata-rata batik buatannya itu mengandung nilai-nilai sejarah.

Hal ini yang membuat Batik Malai punya nilai tersendiri, bahkan dibandingkan dengan batik-batik khas Riau lainnya juga Noer mengkalim bila produknya punya nilai yang berbeda.

Dok, Instagam Batik Riau

“Jadi bukan sekedar batik, tapi batik yang bercerita, ini yang menjadi kekhasan kami memadukan unsur sejarah di dalam motif pada sebuah batik,” ucapnya.

Menariknya lagi, materi motif yang didapatnya memang benar-benar memiliki nilai sejarah, karena rata-rata selain mengadopsi dari corak batik yang sudah ada, Noer juga kerap mencari inspirasi dari buku-buku sejarah Melayu.

Exit mobile version