Naik Perahu sampai Menembus Rawa, Cerita Pengantar Paket di Pedalaman Kalimantan Barat

Heryazi, kurir JNE di Ketapang, Kalimantan Barat

JNEWS – Mengantarkan paket ke daerah pelosok dengan medan cukup berat seperti area perkebunan sawit hingga kawasan perkampungan yang dikelilingi rawa dan sungai, menghadirkan tantangan tersendiri. Kondisi jalan yang licin bila hujan hingga menginap di rumah customer, adalah pengalaman yang dilalui kurir pengantar paket bernama Heryazi.

Heryazi sendiri setiap hari bekerja sebagai kurir pengantar paket di JNE Manis Mata. Manis Mata merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Jarak dari Kota Ketapang ke kecamatan yang dikelilingi hamparan luas perkebunan sawit tersebut sekitar 200 KM atau 8-9 jam perjalanan darat.

Di kecamatan Manis Mata JNE sudah lama eksis untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Meski berada di pedalaman namun secara perekonomian dan kesejahteraan warganya terus meningkat, salah satunya ditopang dari potensi luasnya perkebunan sawit.

Menurut Heryazi, setiap hari dirinya mengantar paket ke kawasan perkampungan yang cukup jauh, bahkan adakalanya terlebih dahulu harus menyeberangi rawa dan sungai dengan speed boat.

“Di sini jalannya masih tanah merah, melewati perkebunan kepala sawit. Jarak dari satu kampung ke kampung lain bisa puluhan kilo meter. Bahkan ada satu desa yakni Desa Suak Pauh dikelilingi sungai dan rawa jadi harus naik perahu, meski demikian paket kiriman cukup banyak,” ujarnya kepada JNEWS, Selasa (13/1/2026).

Diungkapkannya, delivery di kawasan pelosok yang jarak dari satu kampung ke kampung lain cukup berjauhan memiliki banyak tentangan. Terutama apabila musim hujan seperti saat ini. Kondisi jalan yang belum beraspal dan berada di tengah-tengah perkebunan sawit cukup licin.

“Saya selalu ekstra hati-hati agar keselamatan dan juga paket yang merupakan titipan pelanggan tetap aman terjaga. Karena hujan dan jarak yang jauh apabila kemalaman, saya juga kadang menginap di rumah pelanggan yang sudah lama kenal dan menjadi pelanggan setia JNE,” bebernya.

Baca juga: Kang Maman: Sangat Istimewa Bisa Umrah Bareng Karyawan JNE

Meski harus menembus hamparan perkebunan sawit nan luas, namun dari segi keamanan menurut Heryazi tidak ada masalah. Dirinya juga selama bertahun-tahun menjadi kurir JNE belum pernah mengalami kejadian yang tidak diinginkan.

“Alhamdulillah kalau untuk segi keamanan di sini cukup baik. Saya juga terkadang pulang malam melewati perkebunan sawit. Area di sini semuanya luas-luas, mungkin luas wilayah satu desa sama dengan dua kecamatan di Pulau Jawa,” jelasnya.

Heryazi merasa bersyukur dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar JNE yang setiap hari bisa mengantarkan paket ke para pelanggan meski berada di pedalaman Kalimantan Barat.

“Saya merasa bangga dan senang bisa membantu warga dengan mengantarkan paket, seperti paket belanjaan online, alat-alat pertanian, paket kecambah atau bibit sawit yang nilainya lumayan mahal. Mereka kadang sudah menunggu kedatangan saya, dan terlihat bahagia saat paket yang telah ditunggunya tiba,” tutup Heryazi. *

Exit mobile version