Desa Shirakawa-go, Desa Tradisional Jepang dengan Rumah Beratap Jerami yang Ikonik

JNEWS – Desa Shirakawa-go merupakan kawasan pedesaan di Jepang yang terkenal dengan rumah tradisional beratap jerami bernama gassho-zukuri.

Kawasan ini mencakup sejumlah desa bersejarah yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1995. Arsitektur rumahnya memiliki atap curam yang dirancang untuk membantu salju meluncur turun saat musim dingin, sekaligus menjadi ciri khas permukiman tersebut.

Daya Tarik Wisata Utama Desa Shirakawa-go

Desa Shirakawa-go, Desa Tradisional Jepang dengan Rumah Beratap Jerami yang Ikonik

Jauh dari hiruk-pikuk kota besar, Desa Shirakawa-go cocok dijelajahi dengan berjalan kaki sambil menikmati pemandangan dan mengamati kehidupan masyarakat setempat. Lantas, tempat wisata dan aktivitas apa saja yang menarik untuk dinikmati selama berkunjung ke Shirakawa-go?

1. Desa Adat Ogimachi

Ogimachi merupakan desa terbesar sekaligus pusat aktivitas wisata di Shirakawa-go. Kawasan ini memiliki puluhan rumah tradisional gassho-zukuri yang sebagian masih ditempati warga setempat.

Pengunjung bisa menyusuri jalan desa dengan berjalan kaki sambil mengamati bangunan beratap jerami yang menjadi ciri khas kawasan ini. Di sepanjang jalan, terdapat pula saluran air jernih, lengkap dengan ikan koinya.

Suasana pedesaan yang masih terjaga membuat Ogimachi cocok untuk melihat kehidupan masyarakat lokal sekaligus mempelajari arsitektur tradisional Jepang.

Baca juga: Rekomendasi Tempat Terbaik Melihat Sakura di Jepang untuk Liburan Musim Semi

2. Wada House dan Kanda House

Wada House dan Kanda House merupakan dua rumah tradisional gassho-zukuri yang dibuka untuk umum sebagai tempat wisata sejarah.

Pengunjung dapat memasuki bagian dalam bangunan untuk melihat konstruksi kayu yang menopang atap curam tanpa menggunakan paku sebagai pengikat utama. Beberapa bagian rumah juga memperlihatkan fungsi ruang pada masa lalu, termasuk loteng yang digunakan untuk kegiatan pemeliharaan ulat sutra.

Melalui kunjungan ini, pengunjung bisa memahami bagaimana masyarakat setempat memanfaatkan ruang rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kedua bangunan tersebut juga memperlihatkan keterampilan masyarakat Desa Shirakawa-go dalam membangun rumah yang sesuai dengan kondisi lingkungan pegunungan.

3. Gardu Pandang Shiroyama (Ogimachi Castle Observation Deck)

Gardu Pandang Shiroyama menjadi lokasi favorit untuk melihat kawasan Ogimachi dari ketinggian. Dari tempat ini, pengunjung dapat menyaksikan deretan rumah gassho-zukuri yang tersebar di antara persawahan, pepohonan, dan latar pegunungan.

Lokasi ini juga menjadi salah satu tempat populer untuk mengambil foto Desa Shirakawa-go, terutama saat desa diselimuti salju pada musim dingin. Untuk mencapai gardu pandang, pengunjung perlu memperhatikan kondisi jalur dan ketersediaan akses sesuai musim kunjungan.

4. Kuil Myozenji

Kuil Myozenji merupakan salah satu bangunan keagamaan di Desa Shirakawa-go yang memiliki ciri arsitektur khas desa tersebut. Gerbang kuil atau shoromon dan aula utamanya menggunakan atap jerami bergaya gassho-zukuri, sehingga tampil berbeda dari gambaran umum bangunan kuil di Jepang.

Tempat ini cocok untuk melihat sisi budaya Shirakawa-go yang berkaitan dengan kehidupan spiritual masyarakatnya.

5. Museum Terbuka Gassho-zukuri Minkaen

Museum Terbuka Gassho-zukuri Minkaen berada di seberang Sungai Shogawa dan menampilkan sejumlah bangunan tradisional yang dipindahkan dari lokasi asalnya. Rumah-rumah tersebut dipertahankan untuk memperlihatkan bentuk permukiman lama beserta berbagai perlengkapan yang digunakan masyarakat pada masa lalu.

Pengunjung dapat masuk ke beberapa bangunan untuk mengamati struktur rumah, tata ruang, dan peralatan rumah tangga tradisional. Pada kesempatan tertentu, museum juga menghadirkan demonstrasi kerajinan tangan yang berkaitan dengan kebudayaan lokal.

6. Jembatan Deai (Deai-Bashi)

Jembatan Deai merupakan jembatan gantung sepanjang sekitar 107 meter yang membentang di atas Sungai Shogawa. Jembatan ini menjadi jalur penyeberangan bagi pengunjung yang datang dari area parkir menuju kawasan desa dan museum terbuka.

Saat melintasinya, pengunjung dapat melihat aliran sungai serta lanskap pegunungan yang mengelilingi Desa Shirakawa-go. Karena menjadi salah satu akses menuju kawasan wisata, jembatan ini kerap ramai saat jam kunjungan utama.

7. Pesona Empat Musim di Shirakawa-go

Shirakawa-go menawarkan pemandangan yang berubah mengikuti musim. Saat musim dingin (Desember – Maret), desa diselimuti salju tebal dan rumah gassho-zukuri terlihat semakin khas. Pada Januari – Februari, pengunjung juga berkesempatan menyaksikan acara Winter Light-Up, yakni tradisi ketika lampu menerangi desa pada malam hari dengan jadwal dan akses terbatas.

Memasuki musim semi (April – Mei), bunga sakura mulai bermekaran, sedangkan musim panas (Juni – Agustus) menghadirkan persawahan hijau dengan latar Pegunungan Hida. Pada musim gugur (September – November), dedaunan berubah menjadi merah, jingga, dan keemasan, menciptakan pemandangan kontras dengan atap jerami rumah tradisional.

Tip Menikmati Desa Shirakawa-go

Jika diberikan rezeki untuk berkunjung, berikut beberapa tip yang bisa dipertimbangkan agar liburan ke Desa Shirakawa-go yang indah menjadi lebih maksimal.

1. Cicipi Kuliner Lokal

Kunjungan ke Desa Shirakawa-go bisa dilengkapi dengan mencicipi hidangan khas daerah pegunungan Gifu.

Salah satunya adalah daging sapi Hida yang terkenal dengan teksturnya yang lembut dan lemak yang tersebar merata. Daging ini bisa dinikmati bersama Hoba Miso, yaitu hidangan miso berbumbu yang dimasak di atas daun magnolia. Ada pula Gohei Mochi, kue beras tumbuk yang dibentuk, ditusuk, lalu dipanggang dengan saus manis gurih.

2. Menginap di Minshuku

Untuk merasakan suasana Shirakawa-go dengan lebih leluasa, pertimbangkan menginap di minshuku, yaitu penginapan keluarga yang menawarkan pengalaman tinggal di lingkungan rumah tradisional Jepang.

Ada beberapa bangunan gassho-zukuri yang memang difungsikan sebagai penginapan yang disewakan, sehingga tamu dapat melihat langsung bagian dalam rumah khas Shirakawa-go. Dengan menginap, pengunjung bisa menikmati lingkungan sekitar tanpa keramaian pada siang hari. Karena jumlah kamar terbatas, reservasi sebaiknya dilakukan lebih awal, terutama jika berencana datang saat musim dingin atau periode liburan.

Baca juga: Itinerary Jepang 5 Hari untuk Liburan Pertama Kali

Desa Shirakawa-go menawarkan pengalaman wisata yang menarik lewat rumah tradisional, kuliner khas, dan pemandangan yang berubah mengikuti musim.

Ada satu hal yang perlu diingat, yakni bahwa desa ini masih menjadi tempat tinggal masyarakat lokal, bukan sekadar kawasan wisata. Selama berkunjung, tetaplah berjalan di jalur yang diperbolehkan, jangan memasuki area pribadi tanpa izin, dan merokok hanya di tempat yang telah disediakan.

Menghormati aturan setempat menjadi bagian penting dari perjalanan agar keindahan dan kehidupan sehari-hari Shirakawa-go tetap terjaga.

Exit mobile version