JNEWS – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan yang memicu kabut asap tebal dan mengganggu pandangan mata serta kesehatan, hingga kini masih berlangsung. Seperti yang terjadi di Kecamatan Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Menurut Herinatus Jingga, salah satu kurir JNE Ketapang, kabut asap masih setiap hari dirasakan. Namun demikian, dirinya tetap semangat mengantar paket yang sudah ditunggu para pelanggan.
“Betul kabut asap yang bercampur debu hingga sekarang masih terjadi, terutama sore hari, kabut asap menutupi jalan dan membatasi pandangan mata. Sore juga sudah seperti malam hari di sini,” ujar Herinatus saat berbincang dengan JNEWS, Sabtu (29/8/2026) sore. “Ini saya masih di jalan kampung untuk mengantarkan paket. Jalanan sudah tertutup kabut asap, jadi pandangan mata terganggu, makanya saya harus lebih hati-hati saat memacu kendaraan,” tambahnya.
Diungkapkan karyawan yang sudah bergabung di JNE Ketapang lebih dari 10 tahun ini, kebakaran hutan dan lahan memang di pegunungan dan perkebunan sawit yang jaraknya cukup jauh. Hanya saja, kabut asapnya menyelimuti berbagai perkampungan di Kecamatan Sungai Melayu Rayak, yang menjadi area antarnya.
“Area delivery saya rata-rata perkampungan dengan kondisi jalan masih tanah merah. Akibat kabut asap yang terjadi sekarang ini pandangan mata menjadi terbatas. Saya setiap hari menghirup asap dan debu yang kadang membuat napas sesak,” bebernya.
Untuk menyiasati dan menjaga kabut asap agar tidak terhisap, Heornatus selalu mengenakan masker dan berangkat lebih pagi. Hal itu agar paket yang dibawa terantar sampai ke pelanggan sebelum sore hari menjelang. “Sebisa mungkin sebelum sore paket sudah terantar semua, karena jika sudah sore hari kondisinya sudah gelap layaknya malam hari saking tebalnya kabut asap,” jelas Herinatus.
Baca juga: JNE Manado Optimalkan Kiriman Antarprovinsi di Sulawesi via Jalur Darat
“Para pelanggan memberikan apresiasi kepada JNE, karena meskipun di tengah kabut asap paket tetap diantarkan dengan cepat dan tepat waktu sesuai dengan SLA yang sudah dijanjikan,” tambahnya.
Untuk jenis paketnya sendiri, mayoritasnya belanjaan online. Di antaranya pakaian, kosmetik, barang-barang elektronik dan lain sebagainya. “Meski mereka tinggal di area perkebunan seperti perkebunan kelapa sawit, belanja online sudah menjadi hal yang biasa di sini. Belanja online membuat mereka lebih efisien dan hemat waktu, karena kalau belanja offline jaraknya ke pasar cukup jauh dan perlu ongkos yang tidak sedikit. Bersyukur karena layanan JNE cepat dan tepat waktu, mereka tetap setia menggunakan JNE selama ini,” pungkas Herinatus. *
