JNEWS – Fly Geyser mungkin bisa dibilang sebagai salah satu keajaiban alam paling unik di Nevada. Kalau keajaiban alam lainnya terbentuk karena aktivitas bumi selama ribuan—bahkan jutaan—tahun, tempat ini justru terlahir karena kesalahan manusia.
Penasaran kan? Mari ikuti kisahnya berikut ini.
Terbentuknya Fly Geyser, Keajaiban Alam yang Lahir dari Kesalahan Manusia
Fly Geyser terletak di kawasan Fly Ranch, di tepi Black Rock Desert, sekitar dua jam perjalanan ke arah utara dari kota Reno. Sekilas, bentuknya terlihat seperti struktur alien atau instalasi seni surealis. Warnanya mencolok, merah, hijau, kuning, dan putih, di tengah hamparan pasir yang panas, seolah tumbuh dari tanah.
Berbeda dengan Grand Canyon yang spektakuler, yang proses terbentuknya memakan waktu jutaan tahun secara alami, Fly Geyser muncul akibat dari aktivitas manusia yang sangat sederhana. Apa itu? Mencari air.
Menurut situs Visit Reno Tahoe, kisah Fly Geyser dimulai pada tahun 1916, ketika para pemukim di wilayah tersebut mengebor sumur untuk keperluan irigasi dan peternakan. Saat pengeboran dilakukan, mereka justru menemukan air panas bersuhu sekitar 200 derajat Fahrenheit, atau sekitar 93 derajat Celcius. Air ini jelas tidak bisa digunakan untuk pertanian, sehingga sumur tersebut ditinggalkan begitu saja.
Tanpa disadari, air panas yang terus keluar perlahan membawa mineral terlarut, terutama kalsium karbonat, yang kemudian mengendap di sekitar lubang sumur. Endapan ini sedikit demi sedikit membentuk struktur menyerupai kerucut, menjadi cikal bakal geyser buatan pertama di lokasi tersebut.
Puluhan tahun kemudian, pada era 1960-an, sebuah perusahaan energi panas bumi kembali melakukan pengeboran di area yang sama. Tujuannya adalah mencari sumber energi geothermal, tetapi suhu air yang ditemukan ternyata masih belum cukup tinggi untuk dimanfaatkan secara ekonomis.
Lokasi pengeboran kedua ini pun kemudian ditutup kembali. Namun penutupannya tidak sempurna, sehingga memicu masalah baru. Air panas kembali menemukan jalannya ke permukaan, bahkan membentuk geyser yang lebih besar dan lebih aktif, tidak jauh dari titik awal pengeboran. Dari sinilah Fly Geyser yang kita kenal sekarang mulai benar-benar berkembang.
Seiring waktu, air panas yang terus menyembur membawa mineral dalam jumlah besar dan menumpuk dari tahun ke tahun. Endapan kalsium karbonat tumbuh beberapa sentimeter setiap tahunnya, hingga akhirnya membentuk tiga gundukan utama setinggi hampir 2 meter.
Sampai sekarang, air mendidih masih terus menyembur dari puncaknya, mencapai ketinggian sekitar 1,2 hingga 1,5 meter ke udara. Di sekelilingnya, tumbuh rerumputan dan ilalang yang kontras dengan struktur mineral keras di tengahnya, menciptakan pemandangan yang terasa “aneh” sekaligus memikat.
Baca juga: 10 Fenomena Alam Langka dan Menakjubkan di Seluruh Dunia
Keunikan Fly Geyser yang Tak Ditemukan di Tempat Lain

Warna-warna mencolok Fly Geyser bukanlah hasil cat atau sentuhan manusia, melainkan akibat aktivitas mikroorganisme. Para ilmuwan menjelaskan bahwa warna hijau, merah, dan oranye yang menempel di permukaan gundukan berasal dari alga termofilik, yaitu jenis alga yang justru tumbuh subur di lingkungan panas dan lembap.
Selain itu, bagian dalam struktur geyser ini juga mengandung kuarsa yang tumbuh dengan kecepatan luar biasa. Dalam kondisi normal, kuarsa pada geyser alami membutuhkan ribuan hingga puluhan ribu tahun untuk terbentuk. Di Fly Geyser, proses tersebut terjadi jauh lebih cepat, menjadikannya objek studi yang sangat menarik bagi para peneliti geologi.
Akses Terbatas demi Kelestarian Fly Geyser

Pada tahun 2016, kawasan Fly Ranch—termasuk di dalamnya Fly Geyser—resmi dibeli oleh Burning Man Project, sebuah organisasi nirlaba yang dikenal lewat festival seni dan budaya Burning Man. Sejak saat itu, area ini dilindungi sebagai kawasan konservasi.
Tujuan pengambilalihan ini adalah untuk menjaga ekosistem unik di dalamnya, sekaligus memastikan Fly Geyser dan lingkungan sekitarnya tetap lestari untuk jangka panjang. Langkah ini cukup penting, mengingat sebelumnya area tersebut sempat terbengkalai dan tidak terkelola secara optimal.
Saat ini, Fly Geyser berada di atas lahan privat Fly Ranch, sehingga tidak bisa dikunjungi secara bebas oleh siapa pun. Akses ke lokasi hanya dibuka melalui program tur resmi yang dikelola oleh Friends of Black Rock–High Rock. Mereka menyelenggarakan tur berpemandu yang dikenal dengan nama Fly Ranch Nature Walk. Tur ini biasanya tersedia pada hari Sabtu tertentu di musim semi, musim panas, dan musim gugur, menyesuaikan kondisi cuaca serta kapasitas pengunjung agar alam sekitar tidak rusak akibat overtourism.
Selain bisa melihat Fly Geyser dari jarak aman, dengan ikut tur resmi ini, pengunjung juga diajak menyusuri kawasan alam di sekitarnya. Sepanjang perjalanan, pengunjung bisa melihat area lahan basah (wetlands), berbagai karya seni khas Burning Man, serta satwa liar yang hidup di habitat gurun ini. Selain Fly Geyser, ada juga dua geyser lain yang bisa diamati.
Untuk ikut tur ini, Fly Ranch Nature Walk dipatok dengan harga sekitar 52 dolar AS untuk orang dewasa, sementara anak-anak usia 12 tahun ke bawah dikenakan tarif sekitar 26,50 dolar AS. Harga ini sudah termasuk tur berpemandu dan akses terbatas ke area Fly Ranch.
Memang tidak murah. Namun, biaya tersebut digunakan untuk mendukung upaya konservasi, pemeliharaan lahan, serta edukasi lingkungan. Dengan sistem kunjungan seperti ini, Fly Geyser tetap bisa dinikmati publik tanpa mengorbankan kelestarian alam yang membuatnya begitu istimewa sejak awal.
Baca juga: 12 Pemandian Air Panas Terbaik di Indonesia
Dari kesalahan pengeboran sederhana, lahirlah lanskap aneh yang sekarang dijaga dengan serius agar tidak rusak. Saat orang datang ke Fly Ranch, yang dilihat bukan hanya semburan air panas berwarna, tetapi juga bagaimana alam bisa bereaksi, beradaptasi, lalu bertahan.
Fly Geyser ada sebagai pengingat bagi kita bahwa tidak semua tempat perlu dibuka lebar-lebar agar bisa dihargai.











