JNEWS – Setelah sebulan berlalu pasca bencana, kehidupan masyarakat dan perekonomian di Kota Pariaman, Sumatera Barat, mulai berangsur normal. JNE Cabang Pariaman yang sebelumnya sempat terdampak kini sudah bergerak dengan menggarap berbagai potensi yang ada guna mendongkrak volume kiriman.
Kota Pariaman, Sumatera Barat, merupakan salah satu wilayah yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor pada penghujung November 2025 lalu. Beberapa kecamatan aksesnya terputus karena banjir bandang dan tertimbun tanah longsor.
Seiring berjalannya waktu, pemerintah dan berbagai pihak lainnya tak henti melakukan recovery seperti memperbaiki jalan yang terputus agar bisa diakses kembali masyarakat untuk beraktivitas.
Menurut Kapala Cabang JNE Pariaman, Nelson Susanto, saat ini operasional JNE Pariaman termasuk pengantaran paket ke wilayah-wilayah yang sebelumnya sempat terganggu sudah kembali normal, meski misalnya ada selisih waktu pengantaran karena akses jalan yang dilewati harus memutar.
“Pada awal bencana banjir bandang dan tanah longsor, pengantaran paket sempat terkendala beberapa waktu, akan tetapi setelah itu proses delivery kembali berlanjut. Dan sekarang sudah normal,” ujar Nelson, saat berbincang dengan JNEWS, Sabtu (3/1/2025).
Diungkapkan pimpinan cabang yang mulai bergabung di JNE tahun 2018 ini, merasa bersyukur meski beberapa kecamatan terdampak bencana, namun tidak ada jaringan agen maupun para pelanggan dari pelaku UMKM yang menjadi korban bencana.
“Rumah saya sempat terkena banjir lumpur juga kira-kira setinggi mata kaki namun langsung dibersihkan. Kalau untuk kantor cabang, agen dan customer UMKM, Alhamdulillah semuanya aman,” terang Nelson.
Ia juga merasa bersyukur dampak bencana terhadap volume kiriman tidak begitu signifikan. Adapun jenis kiriman inbound selama ini lebih didominasi oleh paket-paket e-commerce, seperti pakaian, kosmetik dan barang-barang lainnya.
Baca juga: Hasil Laut dan Pertanian, Pembawa Berkah JNE Pangandaran
Sedangkan untuk kiriman outbound atau yang keluar dari Pariaman, kuliner khas Padang yakni rendang masih mendominasi, baik itu dikirim dalam jumlah banyak ataupun ritel dengan tujuan berbagai kota di seluruh Indonesia.
“Sebulan pascabencana, JNE Pariaman akan terus bekerja keras. Program yang akan kami jalankan di antaranya berkunjung langsung ke para seller dan juga menjalin kerja sama dengan instansi pemerintahan. Semoga ini merupakan bencana yang terakhir kalinya di Sumbar dan juga wilayah lainnya. Kami optimis di 2026 JNE Pariaman akan lebih maju berkembang lagi,” tutup Nelson. *












