Gerak JNE Tingkatkan Kiriman di Kota Tembakau

kacab jne di temanggung

Kepala Cabang JNE Temanggung, Zulfah Camelia.

JNEWS – Untuk terus meningkatkan volume kiriman, JNE Cabang Temanggung menggarap berbagai potensi yang ada di wilayahnya. Selain itu juga melakukan berbagai program, seperti merangkul para pelaku UMKM dan juga brand owner. Komoditas tembakau dan kopi selama ini jadi berkah bagi pertumbuhan JNE Temanggung.

Temanggung merupakan sebuah kabupaten di Jawa Tengah, yang sebagian besar wilayahnya berada di dataran tinggi dan pegunungan, yakni bagian dari rangkaian Dataran Tinggi Dieng.

Dengan kondisi geografis tersebut, wilayah Temanggung tanahnya cukup subur sehingga menjadi lahan produktif untuk pertanian, perkebunan dan juga yang lainnya. Tembakau dengan kualitas terbaik adalah komoditas unggulan yang tumbuh subur di Temanggung. Tak heran bila kemudian Temanggung memiliki julukan ‘Kota Tembakau’.

Menurut Kepala Cabang JNE Temanggung, Zulfah Camelia, dari lahan pegunungan yang subur tersebut dan kemudian tumbuh berbagi komoditas unggulan, menjadi berkah bagi masyarakatnya, termasuk untuk perkembangan JNE Temanggung sendiri.

“Komoditas perkebunan seperti kopi dan tembakau potensinya cukup besar. Selain itu, di wilayah Temanggung sendiri terdapat beberapa brand owner dan banyak juga pelaku UMKM. Di tingkat lokal bahkan ada  pemilik brand owner besar yang sudah menjalin kerja sama dengan JNE Temanggung. Semua potensi yang ada akan terus kami gali dan maksimalkan demi mendongkrak tingkat kiriman paket,” jelas perempuan yang akrab disapa Amel ini.

Khusus terkait potensi unggulan UMKM, menurut Amel, Temanggung memiliki komoditas unggulan seperti kopi robusta Temanggung yang sudah terkenal secara nasional. Kemudian ada olahan makanan ringan, salah satunya jenang dan keripik.

“Sudah sejak lama Temanggung terkenal dengan tembakau dan kopinya. Begitu juga sektor wisata seperti destinasi wisata di Posong dan Kledung yang kian ramai dikunjungi. Pariwisata dan UMKM itu saling berkaitan. Namun tentunya UMKM juga harus lebih kreatif sehingga produk untuk oleh-oleh lokal bisa lebih meningkat dan semakin digemari oleh para wisatawan,” terangnya.

Amel berharap, dengan oleh-oleh khas Temanggung yang banyak digemari wisatawan, nantinya para wisatawan yang sudah kembali ke rumahnya dan rindu akan oleh-oleh Temanggung bisa membelinya secara online. Dan dengan demikian kesejahteraan pelaku UMKM akan semakin meningkat dan membawa berkah bagi JNE untuk menangani pengirimannya.

Baca juga: Kiprah JNE di Kota Kelahiran Presiden BJ Habibie

Agar berbagai potensi yang ada bisa tergarap dengan baik, JNE Temanggung telah membuat beberapa program promosi dan juga penambahan titik penjualan atau sales counter. “Kami juga bekerja sama dengan instansi desa serta pemerintahan, kemudian merangkul UMKM dan brand owner dengan tujuan digitalisasi market yang dapat di-support dengan sosial media dari JNE untuk program promosinya,” tandas Amel.

Keberadaan JNE Temanggung sendiri mulai berdiri sejak 2010. Seiring berjalannya waktu kini sudah mempekerjakan sekitar 33 karyawan. Adapun area operasional mencukup seluruh wilayah Kabupaten Temanggung dan didukung sebanyak 20 sales counter yang tersebar di 20 kecamatan dan akan terus ditambah guna lebih mendekatkan diri ke masyarakat. *

Exit mobile version