JNEWS – Membentang sekitar 2.300 kilometer di sepanjang pesisir Australia, Great Barrier Reef dikenal sebagai kawasan wisata pesisir dengan keanekaragaman yang sulit ditandingi.
Di perairannya, wisatawan bisa berenang di antara terumbu karang, melihat kerang raksasa, menjumpai beberapa spesies paus langka, serta enam dari tujuh jenis penyu laut yang ada di dunia. Kawasan ini juga menjadi rumah bagi lebih dari 1.600 spesies ikan, sehingga aktivitas snorkeling dan menyelam selalu terasa hidup dan penuh kejutan.
Bagi yang suka eksplor bawah laut, Great Barrier Reef menawarkan pengalaman menyelam yang lengkap, dari spot dangkal sampai perairan yang lebih dalam. Sementara itu, pulau-pulau di sekitarnya cocok untuk bersantai, menikmati matahari, atau sekadar berjalan di pasir pantai yang lembut.
Sejarah dan Asal Usul Nama Great Barrier Reef

Jauh sebelum dikenal dunia sebagai ikon wisata dan keajaiban alam, Great Barrier Reef sudah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Aborigin Australia dan Torres Strait Islander.
Pada tahun 1770, James Cook berlayar menyusuri pantai timur Australia. Dalam pelayaran tersebut, Cook menjadi orang Eropa pertama yang tercatat melihat terumbu ini secara langsung. Pada 11 Juni 1770, kapalnya, HMS Endeavour, menabrak dangkalan karang di sebelah selatan lokasi yang sekarang dikenal sebagai Cooktown.
Insiden itu cukup serius dan memaksa kru berhenti selama sekitar tujuh minggu untuk memperbaiki kapal. Peristiwa ini sekaligus menunjukkan betapa berbahayanya wilayah terumbu tersebut bagi kapal yang belum memahami kondisi perairan setempat. Saat itulah Great Barrier Reef mulai muncuk dalam catatan Eropa.
Nama “Great Barrier Reef” sendiri baru disebutkan kemudian di awal abad ke-19. Tokoh yang berperan besar di sini adalah Matthew Flinders, yang melakukan survei dan pemetaan kawasan tersebut pada tahun 1802.
Flinders menggunakan beberapa istilah berbeda untuk menggambarkan karang-karang yang ditemuinya. Ia menyebut “great reef” untuk karang besar tertentu, “barrier reef” untuk karang yang menjadi penghalang antara laut lepas dan pantai, serta “Barrier Reefs” untuk kumpulan karang yang membentang panjang. Dari penjelasan inilah kemudian istilah Great Barrier Reef dipakai secara lebih luas dan dikenal hingga sekarang.
Baca juga: Daftar UNESCO World Heritage: Keajaiban Alam dan Budaya dari Berbagai Negara
Titik-Titik Daya Tarik di Great Barrier Reefs
Great Barrier Reef berlokasi di lepas pantai timur Australia dan membentang di wilayah Queensland. Di dalamnya, wisatawan bisa menemukan pulau-pulau kecil, spot snorkeling, hingga lokasi selam kelas dunia dengan karakter yang berbeda-beda.
Karena areanya sangat luas, setiap titik menawarkan pengalaman yang tidak sama, tergantung kondisi alam dan aktivitas yang tersedia. Berikut adalah beberapa titik daya tarik di Great Barrier Reef yang paling sering direkomendasikan untuk dikunjungi.
1. Heart Reef
Heart Reef dikenal karena bentuknya yang menyerupai hati jika dilihat dari atas. Sebenarnya, ukurannya tidaklah besar, tetapi bentuknya yang unik membuatnya jadi menarik perhatian.
Heart Reef berstatus dilindungi, sehingg wisatawan tidak bisa snorkeling atau menyelam langsung di area ini. Cara paling umum untuk menikmatinya adalah lewat penerbangan singkat menggunakan helikopter atau pesawat kecil dari kawasan Whitsundays.
2. Whitsunday Islands
Whitsunday Islands merupakan gugusan pulau yang sering jadi pintu masuk wisatawan ke Great Barrier Reef. Kawasan ini terkenal dengan pantainya yang bersih dan pasir putih halus, terutama di Whitehaven Beach.
Banyak wisatawan memilih area ini karena aktivitasnya beragam dan tidak menuntut kemampuan menyelam khusus. Snorkeling bisa dilakukan di perairan dangkal dengan arus yang relatif tenang. Selain itu, island hopping menjadi kegiatan favorit karena jarak antarpulau cukup dekat.
3. Ribbon Reefs
Ribbon Reefs berada di bagian utara Great Barrier Reef dan dikenal sebagai kawasan dengan kondisi karang yang sangat terjaga. Area ini populer di kalangan penyelam yang sudah berpengalaman karena lokasinya cukup jauh dari daratan utama. Visibilitas airnya tinggi, sehingga pemandangan bawah laut terlihat jelas bahkan dari kedalaman tertentu.
Terumbu karang di sini memiliki variasi bentuk dan warna yang lebih padat dibanding area wisata umum. Selain ikan kecil, penyelam juga dapat bertemu ikan berukuran besar yang melintas. Karena aksesnya terbatas, suasananya cenderung lebih tenang dan tidak ramai.
4. Cod Hole
Cod Hole terkenal sebagai lokasi ikonik penyelam karena populasi ikan cod raksasa yang ukurannya bisa jauh lebih besar dari manusia dewasa. Ikan-ikan ini dikenal jinak dan tidak takut mendekati penyelam, sehingga interaksi bisa terjadi dari jarak dekat.
Lokasinya masih berada di kawasan Ribbon Reefs dan umumnya diakses melalui kapal liveaboard. Spot ini sering jadi favorit karena memberikan pengalaman menyelam yang berbeda dari biasanya. Meski begitu, aktivitas di sini tetap diatur dengan ketat untuk menjaga perilaku alami ikan.
5. Lady Elliot Island
Lady Elliot Island berada di bagian selatan Great Barrier Reef dan dikenal ramah bagi wisatawan pemula. Snorkeling bisa dilakukan langsung dari pantai tanpa harus naik perahu. Airnya relatif jernih dan arusnya lebih tenang dibanding beberapa lokasi lain.
Pulau ini juga terkenal sebagai tempat munculnya manta ray dan penyu laut pada musim tertentu. Banyak pengunjung memilih menginap agar bisa menikmati suasana laut di pagi dan sore hari.
6. Osprey Reef
Osprey Reef berada di wilayah Laut Koral dan dikenal sebagai spot selam dengan karakter ekstrem. Struktur bawah lautnya berupa dinding karang curam yang langsung mengarah ke laut dalam. Lokasi ini sering disebut sebagai salah satu tempat terbaik untuk melihat hiu dalam jumlah banyak.
Karena kondisi arus dan kedalamannya, Osprey Reef lebih cocok untuk penyelam berpengalaman. Akses ke sini umumnya melalui perjalanan liveaboard dengan durasi beberapa hari. Bagi penyelam yang mencari pengalaman menantang, Osprey Reef menawarkan sensasi yang berbeda dari spot lainnya.
Panduan Berkunjung ke Great Barrier Reef
Diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, Great Barrier Reef bukan sekadar destinasi wisata laut biasa. Bagi wisatawan dari Jakarta, perjalanan ke Great Barrier Reef membutuhkan panduan sehingga perjalanan bisa berjalan lebih lancar dan realistis sejak awal.
Rute Penerbangan dari Jakarta
Keberangkatan bisa dimulai dari Jakarta menuju Cairns dengan satu kali transit. Kota transit yang paling sering digunakan antara lain Sydney, Melbourne, atau Brisbane. Total waktu tempuh, termasuk transit, berkisar antara 12 hingga 18 jam.
Cairns merupakan kota yang relatif kecil sehingga proses kedatangan di bandara cenderung lebih ringkas dibanding kota besar Australia lainnya.
Visa dan Dokumen Perjalanan
Warga negara Indonesia memerlukan visa untuk masuk ke Australia. Jenis visa yang umum digunakan untuk tujuan wisata adalah Visitor Visa (subclass 600). Pengajuan visa dilakukan secara online melalui situs resmi imigrasi Australia.
Dokumen yang dibutuhkan meliputi paspor yang masih berlaku, bukti keuangan, rencana perjalanan, serta bukti akomodasi. Proses pengurusan visa sebaiknya dilakukan jauh sebelum tanggal keberangkatan untuk menghindari kendala waktu.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Periode kunjungan yang paling disarankan adalah antara April hingga Oktober. Pada bulan-bulan ini, cuaca cenderung stabil dan kondisi laut lebih tenang, sehingga aktivitas snorkeling dan diving lebih optimal.
Musim ramai biasanya terjadi pada Juni hingga Agustus karena bertepatan dengan liburan musim panas di Australia. Untuk suasana yang lebih tenang, April–Mei dan September sering dianggap sebagai pilihan yang seimbang. Pada musim hujan, sekitar November hingga Maret, beberapa aktivitas laut dapat dibatasi karena kondisi cuaca.
Akses dari Cairns ke Area Reef
Great Barrier Reef tidak berada tepat di tepi kota, sehingga akses dilakukan melalui kapal wisata yang berangkat dari marina di Cairns. Tersedia berbagai pilihan tur, mulai dari setengah hari, satu hari penuh, hingga liveaboard yang menginap di kapal.
Tur harian umumnya sudah mencakup transportasi laut, perlengkapan snorkeling, makan siang, dan pemandu. Pemilihan jenis tur dapat disesuaikan dengan waktu, anggaran, dan tingkat kenyamanan.
Baca juga: 10 Geopark Indonesia yang Masuk ke UNESCO Global Geoparks
Great Barrier Reef menunjukkan bagaimana satu kawasan laut bisa menjadi rumah bagi ribuan spesies yang harus dijaga secara serius agar tetap lestari. Dengan skala yang sangat luas dan peran ekologis yang penting, kawasan ini layak dipahami bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai contoh hubungan antara alam, perlindungan, dan tanggung jawab bersama.