JNEWS – Gurun Atacama merupakan gurun non-kutub tertua sekaligus salah satu yang paling kering di dunia. Lokasinya berada di pesisir utara Chile, Amerika Selatan, memanjang sekitar 1.600 kilometer dengan luas kurang lebih 105.000 kilometer persegi. Hamparan gurun ini diapit oleh Pegunungan Pesisir Chile di sisi barat dan Pegunungan Andes di sisi timur.
Letak geografis tersebut membuat Atacama memiliki kondisi iklim yang sangat unik. Kedua pegunungan itu menghalangi masuknya uap air dari Samudra Pasifik maupun Samudra Atlantik, sehingga terbentuk fenomena double rain shadow atau bayangan hujan ganda. Akibatnya, hujan sangat jarang turun, bahkan ada beberapa wilayah yang hampir tidak mencatat curah hujan berarti selama ratusan tahun.
Karakteristik dan Geografi Unik Gurun Atacama

Kondisi alam Atacama jauh berbeda dibandingkan gurun pada umumnya. Karena keunikannya ini, Atacama acap dijadikan acuan untuk mempelajari lingkungan ekstrem di Bumi sekaligus menjadi salah satu destinasi alam paling unik di Amerika Selatan. Berikut beberapa karakteristik yang membuat Gurun Atacama begitu istimewa.
1. Sangat Kering, Lanskapnya Sering Disamakan dengan Mars
Gurun Atacama dikenal sebagai salah satu tempat paling kering di Bumi. Di beberapa bagiannya, hujan hampir tidak pernah tercatat selama ratusan tahun sehingga permukaan tanah dipenuhi batuan, garam, dan pasir yang sangat tandus.
Kondisi lingkungan yang ekstrem ini membuat Atacama sering dipakai sebagai lokasi uji coba berbagai instrumen dan misi penelitian antariksa. NASA bahkan beberapa kali memanfaatkan kawasan ini untuk menguji peralatan yang dirancang menjelajahi Mars karena karakter tanah, tingkat kekeringan, dan lingkungannya memiliki banyak kemiripan dengan permukaan planet tersebut.
Baca juga: 14 Oleh-Oleh Khas Chile yang Paling Populer dan Wajib Dibawa Pulang
2. Cuacanya Sulit Ditebak dan Bisa Berubah Drastis
Meski terkenal sangat kering, Gurun Atacama bukan berarti tidak pernah mengalami cuaca ekstrem. Dalam kondisi tertentu, wilayah ini bisa saja tiba-tiba diguyur hujan lebat atau bahkan salju, meski peristiwa seperti itu sangat jarang terjadi.
Salah satu contohnya adalah hujan salju pada Juni 2025 yang menutupi sebagian kawasan gurun dan menarik perhatian dunia. Setelah hujan turun dalam jumlah yang cukup, benih-benih tanaman liar yang selama bertahun-tahun tertidur di dalam tanah mulai tumbuh. Beberapa minggu kemudian, hamparan gurun berubah menjadi lautan bunga berwarna-warni dalam fenomena yang dikenal sebagai desierto florido atau gurun berbunga.
3. Memiliki Salah Satu Langit Paling Jernih di Dunia
Atacama juga menjadi destinasi penting bagi penelitian astronomi. Udara yang sangat kering, kelembapan yang nyaris nol, ketinggian wilayah, serta minimnya polusi cahaya membuat langit malam di sini tampak sangat bersih.
Kondisi tersebut memungkinkan teleskop menangkap objek langit dengan gangguan atmosfer yang sangat kecil. Karena alasan itu, sejumlah observatorium kelas dunia dibangun di kawasan ini, termasuk ALMA yang merupakan salah satu teleskop radio paling canggih untuk mempelajari galaksi, bintang, hingga asal-usul alam semesta.
Destinasi Wisata Utama di Atacama
Luasnya Gurun Atacama membuat setiap kawasan menawarkan pemandangan dan pengalaman yang berbeda. Ada lembah berbatu yang menyerupai permukaan bulan, dataran garam dengan koloni flamingo, lapangan geyser aktif di dataran tinggi, hingga karya seni ikonik yang berdiri di tengah hamparan gurun.
Agar perjalanan lebih efisien, sebagian besar wisatawan menginap di San Pedro de Atacama karena hampir semua destinasi populer dapat dijangkau dari kota kecil ini melalui perjalanan darat.
Berikut beberapa destinasi wisata utama yang bisa dikunjungi di Atacama.
1. San Pedro de Atacama
Hampir semua perjalanan ke Gurun Atacama dimulai dari San Pedro de Atacama, sebuah kota oasis kecil yang dikelilingi lanskap gurun. Meski ukurannya tidak besar, kota ini memiliki hotel, penginapan, restoran, penyedia tur, hingga tempat penyewaan kendaraan. Suasananya santai dan ramah untuk wisatawan yang baru pertama kali datang.
Dari sini, perjalanan menuju berbagai objek wisata utama dapat ditempuh dalam waktu yang relatif singkat sehingga menjadi basis terbaik untuk menjelajahi kawasan Atacama.
2. Valle de la Luna
Valle de la merupakan salah satu destinasi paling terkenal di Atacama. Kawasan ini dipenuhi tebing batu, bukit pasir, gua, dan formasi bebatuan yang terbentuk selama jutaan tahun akibat erosi angin serta perubahan suhu ekstrem.
Warna batuannya ikut berubah mengikuti posisi matahari, menciptakan pemandangan yang berbeda sepanjang hari. Menjelang senja, area ini dipadati wisatawan yang ingin menyaksikan matahari terbenam dengan langit berwarna jingga kemerahan yang menyelimuti seluruh lembah.
3. Salar de Atacama dan Piedras Rojas
Salar de Atacama merupakan dataran garam terbesar di Chile yang membentang luas di tengah gurun. Sementara itu, beberapa laguna di kawasan ini juga merupakan habitat alami burung flamingo yang mencari makan di perairan dangkal berkadar garam tinggi.
Tidak jauh dari sana terdapat Piedras Rojas, kawasan batuan vulkanik berwarna merah yang berpadu dengan laguna biru kehijauan dan latar Pegunungan Andes. Perbedaan warna yang mencolok membuat lokasi ini menjadi salah satu tempat favorit untuk menikmati panorama alam sekaligus berburu foto.
4. Geyser El Tatio
El Tatio merupakan salah satu lapangan geyser tertinggi di dunia dengan ketinggian sekitar 4.200 meter di atas permukaan laut. Waktu terbaik untuk datang adalah sebelum matahari terbit karena udara yang masih sangat dingin membuat semburan uap terlihat lebih tebal dan dramatis.
Saat matahari mulai muncul, cahaya keemasan menyinari kolom-kolom uap yang keluar dari permukaan bumi. Karena lokasinya berada di dataran tinggi, wisatawan disarankan beradaptasi dengan ketinggian dan mengenakan pakaian hangat.
5. Mano del Desierto
Mano del Desierto adalah patung tangan raksasa setinggi sekitar 11 meter yang muncul dari hamparan pasir di tengah Gurun Atacama. Karya seni ini dibuat oleh pematung asal Chile, Mario Irarrázabal, dan diresmikan pada 1992.
Lokasinya berada di dekat jalan raya sehingga gampang terlihat oleh wisatawan yang melakukan perjalanan darat melintasi gurun. Bentuknya yang kontras dengan lanskap tandus di sekitarnya menjadikan tempat ini sebagai salah satu ikon paling terkenal di Atacama sekaligus spot foto yang hampir selalu masuk dalam agenda perjalanan.
Baca juga: Gurun Gobi: Mengenal Gurun Ekstrem di Mongolia dan Tiongkok
Gurun Atacama menawarkan pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain. Keunikan alam yang ada di Atacama membuatnya bukan sekadar destinasi untuk berburu foto saja, tetapi juga tempat yang memperlihatkan bagaimana bentang alam ekstrem dapat menyimpan keindahan sekaligus nilai ilmiah yang tinggi.