JNEWS – Hari Dongeng Sedunia yang diperingati setiap 20 Maret adalah momen tepat untuk merayakan keajaiban cerita yang telah menginspirasi banyak generasi. Dongeng selalu punya tempat di hati banyak orang, menghadirkan imajinasi, petualangan, dan pesan moral yang tak lekang oleh waktu.
Kisah seperti Alice di Negeri Ajaib, Cinderella, atau Mowgli mungkin sudah terdengar familier. Tapi, kalau ditanya siapa pengarangnya, banyak yang langsung menyebut Disney. Padahal, tokoh di balik cerita-cerita legendaris ini adalah penulis hebat seperti Lewis Carroll dan Rudyard Kipling. Sayangnya, nama mereka ternyata malah belum seterkenal dongeng yang mereka ciptakan.
Hari Dongeng Sedunia: Mari Berkenalan dengan 8 Pendongeng Legendaris Ini!
Ya, di balik cerita-cerita legendaris itu, ada tokoh-tokoh besar yang menciptakan atau mengabadikannya. Mereka adalah orang-orang yang mengubah dongeng menjadi bagian dari budaya dunia. Kisah-kisah mereka terus diceritakan ulang, diadaptasi, dan dikenang hingga sekarang di Hari Dongeng Sedunia ini.
Siapa saja mereka? Dalam rangka memperingati Hari Dongeng Sedunia tahun ini, mari kenali lebih dalam sosok-sosok yang membuat dunia dongeng tetap hidup!
1. Hans Christian Andersen
Tidak semua dongeng berakhir bahagia, dan Hans Christian Andersen adalah orang yang paling paham mengenai hal ini. Lahir di Denmark pada 1805, ia tumbuh dalam kemiskinan, tapi sejak kecil, ia suka mendongeng dan bermimpi menjadi seniman.
Awalnya, ia mencoba peruntungan sebagai aktor dan penyair, tapi tak ada yang benar-benar berhasil. Baru setelah mulai menulis dongeng, namanya melejit. Namun, berbeda dari dongeng tradisional yang umumnya punya akhir bahagia, kisah-kisah Andersen sering kali pahit dan emosional.
Karya-karyanya yang terkenal seperti The Little Mermaid, The Ugly Duckling, dan The Snow Queen. Andersen telah menulis lebih dari 150 dongeng. Tak hanya berhenti pada buku, kisah-kisah tersebut banyak diadaptasi dalam film, teater, dan berbagai bentuk seni lainnya.
2. Grimm Bersaudara
Jakob dan Wilhelm Grimm lahir di Jerman pada akhir 1700-an. Mereka sebenarnya bukanlah penulis cerita anak-anak. Mereka adalah akademisi yang meneliti bahasa dan budaya Jerman.
Saat sedang dalam penelitian, mereka menyadari bahwa banyak dongeng rakyat yang hanya hidup dari mulut ke mulut. Untuk mengabadikannya, dikumpulkanlah kisah-kisah tersebut lalu ditulis ulang dan diterbitkan dalam bentuk buku.
Hasilnya? Kisah-kisah seperti Cinderella, Hansel dan Gretel, Putri Salju, dan Rapunzel, terkumpul dalam satu buku, Grimm’s Fairy Tales.
Baca juga: Dari Grimm hingga Andersen: 7 Buku Cerita Dongeng Klasik yang Paling Berpengaruh
3. Aesop
Tidak ada yang tahu pasti siapa Aesop sebenarnya. Ada yang bilang, ia adalah seorang budak di Yunani Kuno sekitar 2.500 tahun lalu yang akhirnya dibebaskan karena kecerdasannya. Yang jelas, namanya melekat erat dengan kumpulan fabel yang telah diajarkan dari generasi ke generasi.
Fabel Aesop bukan sekadar dongeng, tetapi selalu punya pelajaran hidup untuk dipetik. Misalnya, kisah Si Kelinci dan Kura-Kura mengajarkan bahwa kecepatan bukan jaminan kemenangan. Si Anak Gembala dan Serigala memperingatkan bahwa kebohongan bisa berakibat fatal.
Dongeng Aesop punya kisah yang begitu kuat hingga diterjemahkan ke berbagai bahasa, diadaptasi ke banyak budaya, dan masih sering dijadikan bahan pelajaran di sekolah.
4. Charles Perrault
Kalau pernah mendengar kisah Cinderella, Putri Tidur, atau Si Kerudung Merah, itu bukan Disney yang membuatnya. Cerita-cerita ini sebelumnya hanya dongeng rakyat yang diceritakan turun-temurun tanpa bentuk pasti.
Charles Perrault-lah yang berjasa menuliskannya kemudian. Lahir di Prancis pada 1628, Perrault awalnya bukan seorang penulis dongeng—ia adalah pejabat kerajaan dan seorang akademisi. Di usianya yang ke-67, ia mulai mengumpulkan dan menulis ulang dongeng-dongeng rakyat dalam buku Histoires ou contes du temps passé (1697). Buku ini akhirnya menjadi dasar dari banyak kisah klasik yang dikenal hingga sekarang.
5. Beatrix Potter
Lahir di Inggris pada 1866, Beatrix Potter tumbuh sebagai anak yang pendiam tapi punya rasa ingin tahu tinggi. Ia suka mengamati alam, memelihara hewan kecil, dan menggambar mereka dengan detail yang luar biasa.
Dari sinilah lahir karakter ikoniknya, Peter Rabbit, yang pertama kali muncul dalam surat pribadi sebelum akhirnya diterbitkan sebagai buku bergambar.
Kisah Peter Rabbit bukan cuma sukses besar, tapi juga membuka jalan bagi banyak cerita lain. Potter menciptakan dunia di mana hewan bertingkah seperti manusia, mengenakan pakaian imut, dan menjalani kehidupan penuh petualangan.
Karakter seperti Benjamin Bunny, Jemima Puddle-Duck, dan Mrs. Tiggy-Winkle semakin memperkaya semestanya. Yang membuat karyanya istimewa adalah ceritanya yang sederhana dan menyenangkan, juga ilustrasi tangannya sendiri yang penuh detail dengan warna lembut.
6. Lewis Carroll
Lewis Carroll, atau nama aslinya Charles Lutwidge Dodgson, adalah seorang ahli matematika, fotografer, dan pencinta permainan kata yang punya imajinasi di luar batas. Lahir di Inggris pada 1832, Carroll awalnya adalah dosen matematika di Universitas Oxford.
Sebagai dosen, ia hobi bercerita. Hobinya ini lantas membawanya menciptakan kisah yang akhirnya menjadi salah satu dongeng paling terkenal sepanjang masa: Alice’s Adventures in Wonderland. Buku ini kemudian disusul dengan sekuelnya, Through the Looking-Glass, yang semakin memperdalam dunia absurd penuh logika terbalik dan teka-teki cerdas.
7. J.M. Barrie
J.M. Barrie adalah sosok di balik Peter Pan, kisah tentang anak laki-laki yang tak mau tumbuh dewasa dan tinggal di dunia ajaib bernama Neverland. Ia lahir di Skotlandia pada 1860.
Barrie terinspirasi dari persahabatannya dengan anak-anak keluarga Llewelyn Davies, yang kemudian menjadi model karakter Peter Pan. Kisah ini awalnya muncul dalam drama teater sebelum berkembang menjadi novel Peter and Wendy pada 1911.
8. Rudyard Kipling
Lahir di India pada 1865, Kipling tumbuh di antara dua budaya—tradisi kolonial Inggris dan kehidupan lokal India. Hal ini juga tersirat dalam karya paling terkenalnya, The Jungle Book. Buku ini adalah kumpulan cerita yang mengisahkan petualangan Mowgli, bocah yang dibesarkan oleh serigala di hutan India.
Baca juga: 10 Cerita Legenda yang Menjadi Film
Hari Dongeng Sedunia jadi momen yang pas buat menikmati lagi cerita-cerita yang pernah menemani masa kecil.
Kisah-kisah dari para tokoh dongeng dunia terus hidup, diceritakan ulang, dan berkembang dalam berbagai bentuk. Dari buku sampai film, dari dongeng klasik sampai adaptasi modern, semuanya tetap punya daya tarik sendiri.
Tak ada aturan khusus buat merayakannya—bisa dengan membaca dongeng favorit, bercerita ke orang lain, atau sekadar bernostalgia. Yang jelas, selama masih ada yang mendengar dan bercerita, dongeng tak akan pernah hilang.