JNEWS – Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, memiliki berbagai potensi ekonomi bahari selain sektor pariwisata, yakni dari hasil laut tangkapan para nelayan dan komoditas pertanian. Hal tersebut selama ini turut mendongkrak volume kiriman JNE Pangandaran.
Sejak dimekarkan dari Kabupaten Ciamis pada tahun 2012, Kabupaten Pangandaran yang memiliki destinasi wisata unggulan terkenal yakni Pantai Pangandaran, terus tumbuh sektor komersialnya. Dari pesatnya sektor pariwisata, berbagai produk turunannya saat ini juga terus meningkat, seperti halnya produk hasil laut tangkapan nelayan dan juga hasil pertanian.
Seperti diungkapkan Kepala Cabang JNE Pangandaran, Agus Rohmat, wilayah Pangandaran yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia tersebut membawa berkah tersendiri, karena selain menghadirkan pemandangan pantai yang indah memesona juga kaya akan hasil laut.
“Pariwisata dan UMKM tak terpisahkan. Saat ini pelaku UMKM dengan berbagai produk khasnya terus eksis dan semakin digemari masyarakat luas. Seperti olahan hasil laut snack rumput laut. Sedangkan olahan hasil pertanian ada snack pakis dan juga gula aren yang banyak diminati wisatawan dari luar kota,” terang Agus, saat berbincang dengan JNEWS, Jumat (2/1/2026).
Dari hasil pertanian, dituturkan Ksatria yang mulai bergabung di JNE tahun 2015 ini, meningkatnya kiriman biji kopi ke luar negeri, seperti ke Jepang, Jerman, hingga negara-negara di Timur Tengah juga menjadi potensi yang akan dimaksimalkan terutama untuk kiriman internasional.

Sementara terkait Libur Nataru 2025 kemarin, di mana berbagai destinasi wisata di Pangandaran seperti objek wisata Green Canyon, Pantai Batu Karas, Pantai Batu Hiu dan juga yang lainnya dipadati para pengunjung juga menjadi hal yang menggembirakan. Sebab kiriman oleh-oleh seperti ikan asin Jambalroti yang menjadi oleh-oleh khas Pangandaran meningkat. “Libur Nataru kemarin wisatawan membludak. Kiriman ikan asin Jambalroti yang sangat diminati juga meningkat. Barang-barang tamu hotel yang tertinggal di hotel, biasanya dikirim lewat JNE untuk dikembalikan. Hal lainnya dengan banyaknya pariwisata, maka efek dominonya terhadap meningkatnya kesejahteraan ekonomi warga Pangandaran yang juga sudah familiar dengan belanja online,” jelasnya.
Selain itu, dalam upaya mendongkrak peningkatan kiriman, JNE Pangandaran akan memaksimalkan kiriman dengan dimensi besar, seperti furniture dan sebagainya.
Mengenai program kerja di 2026, JNE Pangandaran secara internal akan terus memperkuat dan membangun SDM terutama budaya kerja yang positif guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pelanggan.
Adapun dari segi eksternal, akan meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk menggali potensi kiriman dan juga melakukan promosi yang efektif serta membangun jaringan dan komunitas UMKM yang kuat. “Dengan kerja keras seluruh tim JNE Pangandaran yang solid kami yakin dan optimis JNE Pangadaran di tahun 2026 tetap menjadi pilihan utama masyarakat Pangandaran dalam hal pengiriman barang,” pungkas Agus yang mengawali karir sebagai kurir pengantar paket ini.
JNE Pangandaran sendiri saat ini mempekerjakan 48 karyawan, dengan didukung sebanyak 18 agen yang tersebar di berbagi titik lokasi. Adapun area operasional mencakup seluruh wilayah Kabupaten Pangadndaran yang terdiri dari 9 kecamatan. *











