JNEWS – Belakangan ini, imbauan untuk hemat BBM memang bukan sekadar wacana ringan. Pemerintah mulai mendorong berbagai langkah penghematan energi, termasuk kebijakan kerja dari rumah (WFH) satu hari dalam seminggu untuk mengurangi mobilitas harian.
Langkah ini diperkirakan bisa menekan konsumsi bahan bakar dalam skala besar, bahkan disebut berpotensi menghemat anggaran hingga triliunan rupiah dari sisi subsidi. Selain itu, ada juga pembatasan pembelian BBM subsidi dan dorongan efisiensi di berbagai sektor sebagai bagian dari upaya menghadapi tekanan energi global.
Situasi ini membuat isu penghematan bahan bakar jadi lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari, bukan hanya urusan kebijakan di atas kertas.
Cara Praktis Hemat BBM

Di level pengguna kendaraan, perubahan besar seperti WFH atau pembatasan mobilitas tentu tidak selalu bisa diikuti semua orang. Rutinitas tetap berjalan, kebutuhan mobilitas tetap ada.
Karena itu, perlu pendekatan lain, salah satunya menerapkan cara berkendara yang hemat BBM.
1. Jaga Tekanan Angin Ban Tetap Ideal
Tekanan ban yang pas bikin mobil atau motor melaju lebih ringan tanpa perlu tambahan tenaga dari mesin. Kalau ban kurang angin, permukaan yang menyentuh jalan jadi lebih lebar, gesekan meningkat, dan BBM ikut terpakai lebih banyak. Kebiasaan mengecek tekanan ban sering dilewatkan karena dianggap sepele, padahal efeknya langsung terasa di jarak tempuh.
Cek seminggu sekali sudah cukup untuk pemakaian harian. Gunakan angka rekomendasi pabrikan, bukan kira-kira. Isi angin saat ban masih dingin supaya hasilnya akurat. Kalau sering melewati jalan rusak atau berlubang, tekanan ban juga bisa berubah lebih cepat, jadi perlu lebih sering dicek.
Dengan ban yang terjaga, kendaraan juga lebih stabil saat dikendarai selain lebih hemat BBM.
Baca juga: Jenis-Jenis dan Tip Memilih Ban Motor yang Sesuai dengan Kebutuhan
2. Hindari Akselerasi dan Rem Mendadak
Cara injak gas menentukan seberapa cepat BBM habis. Saat pedal ditekan dalam-dalam secara tiba-tiba, mesin langsung butuh suplai bahan bakar lebih besar. Pola seperti ini kalau dilakukan berulang bikin konsumsi BBM melonjak tanpa disadari.
Mulai biasakan tarik gas perlahan, biarkan kecepatan naik secara bertahap. Jaga jarak dengan kendaraan depan supaya tidak perlu sering mengerem mendadak. Di jalan padat, gaya berkendara yang halus jauh lebih efisien dibanding agresif. Selain hemat BBM, komponen seperti kampas rem juga tidak cepat aus. Efek lainnya, perjalanan terasa lebih tenang dan tidak melelahkan.
3. Matikan Mesin Saat Berhenti Lama
Mesin yang menyala dalam kondisi diam tetap mengonsumsi BBM. Ini sering terjadi saat menunggu di parkiran atau berhenti cukup lama di pinggir jalan. Banyak yang membiarkan mesin hidup karena merasa sebentar saja, padahal kalau dikumpulkan waktunya bisa cukup lama dalam sehari.
Kalau berhenti lebih dari satu atau dua menit, matikan saja mesin. Menyalakan ulang mesin tidak menghabiskan BBM sebanyak yang dipakai saat idle lama. Kebiasaan kecil ini cocok untuk rutinitas harian yang sering melibatkan jeda. Selain hemat, juga membantu mengurangi panas mesin berlebih saat kendaraan tidak bergerak.
4. Gunakan AC Secukupnya
AC menarik tenaga dari mesin, jadi semakin tinggi pengaturannya, semakin besar beban yang harus ditanggung. Saat suhu kabin sudah cukup nyaman, tidak perlu terus di level maksimal. Turunkan sedikit agar kerja mesin lebih ringan.
Untuk perjalanan singkat di pagi atau malam hari, bisa sesekali mengurangi penggunaan AC. Sirkulasi udara yang baik juga membantu menjaga suhu tetap stabil tanpa harus memaksa AC bekerja keras.
Filter AC yang bersih juga berpengaruh, karena aliran udara jadi lebih lancar. Kalau AC terasa kurang dingin, sering kali masalahnya ada di perawatan, bukan harus menaikkan level terus-menerus. Dengan pengaturan yang lebih bijak, kendaraan akan lebih hemat BBM.
5. Rutin Servis Kendaraan
Mesin yang tidak dirawat akan kehilangan efisiensinya pelan-pelan. Filter udara yang kotor menghambat aliran udara ke ruang bakar, sehingga pembakaran tidak optimal. Oli yang sudah lama juga membuat gesekan di dalam mesin meningkat. Kondisi ini memaksa mesin bekerja lebih berat untuk hasil yang sama.
Servis rutin membantu menjaga semua komponen tetap dalam kondisi ideal. Busi, filter, dan oli yang terjaga membuat pembakaran lebih sempurna. Jadwal servis sebaiknya tidak ditunda, walaupun kendaraan masih terasa normal. Performa yang stabil biasanya berbanding lurus dengan konsumsi BBM yang lebih hemat.
6. Kurangi Beban Berlebih
Barang yang terus dibawa di kendaraan sering kali tidak disadari jumlahnya. Mulai dari peralatan yang jarang dipakai sampai barang sisa perjalanan sebelumnya. Semakin berat kendaraan, semakin besar tenaga yang dibutuhkan untuk bergerak. Ini berarti mesin harus membakar lebih banyak BBM.
Membersihkan bagasi secara berkala bisa langsung mengurangi beban yang tidak perlu. Jadi, setiap kali hendak pergi, cek dulu apa saja yang memang tidak digunakan. Untuk kendaraan harian, efisiensi lebih terasa saat beban dijaga tetap ringan. Selain hemat BBM, kendaraan juga terasa lebih responsif saat digunakan.
7. Gunakan Gigi yang Tepat untuk Kendaraan Manual
Pemilihan gigi yang sesuai membuat putaran mesin tetap di kondisi ideal. Kalau terlalu lama di gigi rendah, mesin akan bekerja lebih keras daripada seharusnya. Sebaliknya, gigi terlalu tinggi di kecepatan rendah membuat mesin seperti tertahan. Kedua kondisi ini sama-sama tidak efisien.
Biasakan naik gigi secara bertahap mengikuti kecepatan. Dengarkan suara mesin sebagai panduan sederhana, bukan hanya melihat angka di speedometer. Perpindahan gigi yang halus membantu menjaga konsumsi BBM tetap stabil. Kebiasaan ini juga membuat pengalaman berkendara lebih nyaman dan tidak tersendat-sendat.
8. Isi BBM di Waktu yang Tepat
Suhu lingkungan memengaruhi kondisi bahan bakar saat pengisian. Saat udara lebih dingin, seperti pagi atau malam, penguapan lebih kecil. BBM yang masuk ke tangki juga lebih padat dibanding saat suhu panas. Walaupun selisihnya tidak besar, kebiasaan ini tetap memberi tambahan efisiensi dalam jangka panjang.
Mengisi BBM saat siang terik membuat sebagian bahan bakar lebih mudah menguap. Jadi, lebih baik isi BBM saat pagi-pagi atau malam, jika memungkinkan. Pilih SPBU yang alirannya stabil dan tidak terburu-buru saat mengisi. Cara ini sederhana, tapi tetap ada pengaruhnya.
9. Gunakan BBM Sesuai Rekomendasi
Setiap mesin dirancang untuk jenis bahan bakar tertentu. Menggunakan BBM dengan oktan yang sesuai membantu proses pembakaran berjalan optimal.
Kalau menggunakan BBM di bawah standar, mesin bisa mengalami knocking atau pembakaran tidak sempurna. Dampaknya bukan hanya ke performa, tapi juga konsumsi yang lebih boros.
Mengikuti rekomendasi pabrikan lebih aman untuk jangka panjang. Mesin bekerja lebih efisien tanpa perlu dipaksa. Selain itu, residu pembakaran juga lebih sedikit sehingga komponen tetap bersih. Hasilnya, tenaga tetap terjaga dan penggunaan BBM lebih terkendali.
10. Rencanakan Rute dengan Lebih Cermat
Jalur yang sering macet membuat kendaraan lebih banyak berhenti dibanding berjalan. Kondisi ini membuat mesin bekerja tidak efisien karena sering akselerasi ulang. Dengan memilih rute yang lebih lancar, konsumsi BBM bisa ditekan tanpa mengubah tujuan.
Cek kondisi lalu lintas sebelum berangkat, cukup beberapa detik lewat aplikasi navigasi. Pilih jalur alternatif jika ada kepadatan yang bisa dihindari. Waktu tempuh mungkin tidak selalu jauh berbeda, tapi lebih hemat BBM. Kebiasaan ini cocok untuk rutinitas harian yang rutenya itu-itu saja. Sedikit penyesuaian di awal perjalanan bisa memberi hasil yang cukup terasa.
Baca juga: Cara Menghemat Energi yang Sederhana tapi Efektif
Imbauan pemerintah untuk lebih hemat BBM menunjukkan bahwa efisiensi energi bukan hanya tanggung jawab sektor besar, tetapi juga bagian dari kebiasaan sehari-hari setiap pengguna kendaraan. Tanpa perlu mengubah rutinitas yang sudah berjalan, langkah-langkah kecil seperti di atas dapat memberikan dampak yang nyata terhadap pengeluaran bahan bakar.
Jika dilakukan secara konsisten, penghematan ini tidak hanya membantu keuangan pribadi, tetapi juga mendukung upaya yang lebih luas dalam menjaga ketersediaan energi. Dengan pendekatan yang praktis dan mudah diterapkan, hemat BBM menjadi bagian alami dari aktivitas harian, bukan sesuatu yang terasa memberatkan.