IARM JNE Matangkan Keselarasan dan Arah Kerja 2026 Lewat Rapat Koordinasi

Peserta Rakor Direktorat IARM yang digelar di Yayasan Yatuna, Jumat lalu (23/1/26), berfoto bersama

JNEWS – Sekitar 50 karyawan Direktorat Internal Audit dan Risk Management (IARM) JNE mengikuti Rapat Koordinasi 2026 di Ballroom Yayasan Yatuna, Kampung Makassar, Jakarta Timur, Jumat (23/1/2026) dengan tema ‘Satu Arah Satu Tujuan Tumbuh Lebih Kuat’. Rakor ditujukan untuk membangun kesolidan dan keselarasan tim, baik di lintas departemen maupun di setiap jenjang kepemimpinan.

Rakor yang dibuka oleh Presiden Direktur JNE M. Feriadi Soeprapto tersebut berlangsung dari pagi hingga sore hari dan merupakan acara tahunan dengan tujuan menindaklanjuti hasil Rapim dan Rakornas sebelumnya serta arahan Dewan Direksi.

Menurut Vice President of Internal Audit and Risk Management, Herlinda Susanto, yang dalam kesempatan tersebut menjadi salah satu pemateri, bahwa Rakor digelar untuk menyamakan persepsi di level Direktorat IARM.

“Ini awal tahun 2026. Direktorat IARM tidak bekerja sendiri. Ada guidance yang sudah ditetapkan di Rapim dan Rakornas agar marwahnya tetap terjaga. Dengan tema Satu Arah Satu Tujuan Tumbuh Lebih Kuat, di mana JNE harus menatap dan menumbuhkan optimisme mengarungi tahun 2026 di tengah tantangan yang semakin tinggi, tidak terkecuali pada Direktorat IARM,” ujar Herlinda kepada JNEWS.

“Satu arah adalah kami mengacu kepada kebijakan yang sudah ditetapkan dalam Rapim dan Rakornas serta kebijakan tersebut sudah diturunkan dalam program kerja hingga ke level direktorat dan ke bawahnya. Adapun satu tujuan, di mana setiap proses juga harus memberikan dampak maksimal bagi perusahaan sehingga ke depannya JNE menjadi lebih baik lagi,” tambahnya.

Baca juga: Percepat Pengantaran Paket, JNE Palembang Tambah Dua Smart Point

Tugas direktorat ini antara lain memastikan agar manajemen pengawasan dan mitigasi dalam setiap proses bisnis dan jenjang pengambilan keputusan berlangsung sesuai aturan perusahaan sehingga daya saing (competitiveness) perusahaan tetap terjaga.

“Direktorat IARM JNE ibarat menara kontrol di bandara, apakah pesawat boleh terbang, boleh landing dan sebagainya. Sehingga nantinya tidak salah arah dan menyimpang dari jalur yang sudah ditentukan. Hal itu karena ada yang me-menej risiko maupun melakukan audit,” jelas Herlinda.

“Di setiap kerja ada risiko. Kami tentu harus mengetahui risiko-risiko tersebut untuk kemudian dilakukan mitigasi. Ke depannya proses kerja harus lebih advance dan kemampuan SDM harus lebih ditingkatkan. Intinya, dari risiko kemudian bagaimana kami bisa memitigasi dan kemudian menjadi opportunity bagi perusahaan,” pungkas Srikandi yang memiliki suara merdu saat bernyanyi ini. *

Exit mobile version