JNEWS – Pernah mendengar tentang ice hotel?
Ice hotel menawarkan pengalaman menginap di bangunan yang sebagian besar dibuat dari es dan salju yang dipadatkan. Kamar, tempat tidur, dinding, hingga berbagai dekorasi di dalamnya dapat menggunakan material beku tersebut.
Konsep seperti ini berkembang di kawasan dengan musim dingin yang cukup panjang. Suhu rendahnya membantu mempertahankan bentuk bangunan.
Menginap di hotel es ada aturan dan perlengkapan khususya, karena suhu kamar berada di bawah titik beku. Setiap hotel juga memiliki desain, fasilitas, dan cara pengelolaan yang berbeda sesuai kondisi wilayah tempatnya berdiri.
Apa Itu Ice Hotel?

Ice hotel merupakan hotel yang dibangun menggunakan es dan salju yang dipadatkan. Bangunannya dibuat di wilayah dengan suhu sangat rendah agar material tersebut tetap kokoh.
Pembangunan ice hotel membutuhkan es dalam jumlah besar. Balok-balok es dapat diambil dari sungai atau danau yang membeku, kemudian dipotong sesuai kebutuhan konstruksi. Salju yang dipadatkan juga digunakan untuk membentuk dinding dan bagian bangunan lainnya.
Jadi, di bangunannya, es berfungsi sebagai struktur utama, sedangkan salju yang dipadatkan membantu memperkuat dan menyatukan bagian bangunan.
Bagian dalam ice hotel biasanya dipenuhi ukiran es dengan bentuk yang mengikuti tema tertentu. Dinding, meja, kursi, lampu, bahkan tempat tidur dapat dibuat dari es. Ada juga yang memiliki bar, restoran, ruang pamer, kapel, dan area bersantai yang seluruhnya dirancang juga dengan material beku.
Setiap ruang bisa memiliki desain berbeda karena sejumlah ice hotel melibatkan seniman untuk membuat ukiran khusus sebelum hotel dibuka bagi tamu.
Menginap di kamar es butuh persiapan khusus. Suhu kamar dapat berada di kisaran −5 hingga −8 derajat Celsius, sehingga tamu tidak tidur langsung di atas permukaan es. Tempat tidur umumnya memiliki alas kayu, kasur tebal, serta lapisan isolasi seperti kulit atau bahan penghangat lain.
Tamu juga mendapat kantong tidur khusus untuk suhu di bawah titik beku dan perlu mengenakan pakaian termal agar tubuh tetap hangat sepanjang malam.
Fasilitas yang membutuhkan suhu hangat, seperti kamar mandi dan ruang ganti, umumnya berada di bangunan terpisah. Setelah menghabiskan malam di kamar es, tamu dapat berpindah ke area yang dipanaskan untuk mandi dan berganti pakaian. Pengaturan seperti ini membuat pengalaman menginap tetap aman tanpa mengorbankan struktur bangunan yang memang harus dipertahankan dalam kondisi beku.
Sebagian besar ice hotel hanya beroperasi selama musim dingin, kira-kira mulai Desember sampai Maret atau April, tergantung kondisi cuaca setempat. Ketika suhu mulai meningkat, bangunan es akan mencair secara alami.
Setiap musim dingin, sebagian ice hotel kembali dibangun dengan rancangan baru. Karena itu, bentuk kamar, lorong, ukiran, dan area publiknya dapat berubah setiap tahun.
Namun, ada pula hotel yang menyediakan kamar es sepanjang tahun dengan bantuan sistem pendingin, sehingga pengalaman tidur di ruangan bersuhu di bawah nol derajat Celsius bisa dinikmati di luar musim dingin.
Baca juga: Aurora Borealis: Fenomena Cahaya Langit dan 7 Tempat Terbaik di Dunia untuk Melihatnya
Contoh Ice Hotel yang Terkenal
Ice hotel tersebar di sejumlah wilayah yang memiliki musim dingin panjang, terutama di kawasan Eropa Utara dan Amerika Utara. Berikut beberapa di antaranya.
1. ICEHOTEL Jukkasjärvi, Swedia
ICEHOTEL dikenal sebagai salah satu ice hotel paling ikonik di dunia dan telah dibangun kembali setiap musim dingin sejak 1989. Bangunannya menggunakan es dari Sungai Torne serta salju yang dipadatkan, dengan kamar dan area publik dihiasi pahatan karya seniman.
Suhu kamar dijaga sekitar -5 hingga -8 derajat Celsius, sementara tamu mendapat perlengkapan tidur khusus untuk menghadapi suhu tersebut. Selain kamar es, tersedia pula kamar hangat bagi pengunjung yang ingin menikmati pengalaman menginap di kawasan hotel tanpa tidur di ruangan bersuhu beku.
2. Hôtel de Glace Québec, Kanada
Hôtel de Glace berada sekitar 30 menit dari pusat Kota Québec dan dibangun kembali setiap musim dingin menggunakan salju serta es. Kompleksnya memiliki puluhan kamar dan suite, bar es, kapel, serta area umum dengan ukiran yang dibuat mengikuti tema tahunan.
Tempat tidur dibuat dengan alas yang membantu mengisolasi tubuh dari suhu dingin, kemudian dilengkapi kasur dan kantong tidur khusus. Pengunjung juga dapat mengikuti tur atau datang hanya untuk melihat interiornya tanpa bermalam.
3. Snowhotel Kirkenes Norwegia
Snowhotel Kirkenes berada di wilayah utara Norwegia dan menawarkan kamar yang dibangun dari salju serta dihiasi pahatan es. Setiap kamar memiliki tema dekorasi tersendiri, sementara suhu di dalam bangunan dipertahankan tetap berada di bawah titik beku. Fasilitas kamar dilengkapi tempat tidur dengan lapisan isolasi dan kantong tidur khusus untuk kondisi Arktik.
Lokasinya juga cocok bagi wisatawan yang ingin menggabungkan pengalaman menginap dengan aktivitas seperti naik kereta luncur anjing dan melihat aurora.
4. Sorrisniva Igloo Hotel Alta, Norwegia
Sorrisniva Igloo Hotel berada di tepi Sungai Alta dan dibangun kembali setiap tahun dengan tema serta dekorasi baru. Seluruh kompleks menggunakan salju dan es, termasuk kamar tidur, lorong, bar es, dan berbagai karya ukiran.
Tamu tidur di atas tempat tidur yang dirancang khusus untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat, lengkap dengan kantong tidur untuk suhu ekstrem. Hotel ini juga menawarkan aktivitas Arktik seperti naik kereta luncur anjing dan snowmobile.
5. Arctic SnowHotel Rovaniemi, Finlandia
Arctic SnowHotel berada di kawasan Lapland, sekitar 30 kilometer dari pusat Rovaniemi. Hotel ini memiliki kamar yang dibangun dari salju dengan interior yang dihiasi pahatan es, sedangkan area mandi dan fasilitas lainnya berada di bangunan yang hangat.
Selain kamar salju, kompleksnya menyediakan sauna dan kolam air panas yang bisa digunakan setelah beraktivitas di luar ruangan. Lokasinya juga menjadi salah satu pilihan wisatawan yang datang ke Rovaniemi untuk menikmati aurora dan aktivitas musim dingin.
6. SnowVillage Kittilä, Finlandia
SnowVillage merupakan kompleks salju dan es di Lapland yang dibangun kembali setiap musim dingin. Tempat ini memiliki kamar, restoran, bar es, lorong, serta ruang pamer yang dipenuhi pahatan salju dan es dengan tema tahunan.
Setiap musim, desain interiornya berubah sehingga pengunjung dapat menemukan dekorasi baru ketika kembali berkunjung. Selain menginap, SnowVillage juga dapat dikunjungi untuk makan, menikmati instalasi es, atau sekadar melihat bangunan saljunya.
7. Iglu-Dorf Swiss
Iglu-Dorf merupakan jaringan desa igloo musiman yang dibangun di beberapa kawasan pegunungan Swiss. Bangunannya dibuat dari balok salju dan memiliki kamar tidur, area makan, serta ruang bersama yang dihiasi ukiran salju.
Beberapa lokasinya berada di kawasan ski sehingga tamu dapat menggabungkan pengalaman menginap dengan aktivitas di pegunungan. Karena sifatnya musiman, lokasi dan periode operasional Iglu-Dorf mengikuti kondisi salju setiap tahun.
Baca juga: 7 Hotel Tematik Paling Unik di Dunia
Tidur di hotel yang seluruh suasananya berada di bawah titik beku memang terdengar tidak biasa, tetapi konsep ice hotel sudah dirancang dengan perhitungan yang matang. Es dan salju menjadi bagian dari struktur sekaligus ruang untuk berkarya, sementara perlengkapan khusus membuat tamu tetap bisa beristirahat dengan aman.
Bagi wisatawan yang mencari pengalaman menginap yang tidak biasa, ice hotel menawarkan cerita perjalanan yang memang sulit didapat dari hotel konvensional.