JNEWS – Ajang pameran bagi pelaku industri kopi dan juga para pecinta kopi di Tanah Air kembali digelar. Agenda yang sudah rutin digelar ini menjadi ajang promosi, perdagangan dan pertemuan pelaku industri kopi Indonesia dengan pasar global. Potensi tersebut ditopang kekayaan varietas kopi Nusantara serta berkembangnya industri hilir dan budaya konsumsi kopi.
Menurut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang membuka Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) baru-baru ini, mendorong Jakarta bisa menjadi simpul utama bagi ekosistem perkopian Indonesia. “Kita memiliki keanekaragaman varietas kopi yang luar biasa dari Sabang sampai Merauke dan jika dikemas melalui kolaborasi terencana, tentu dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah akan sangat besar,” ujarnya.
Perkembangan industri hilir kopi di Jakarta sendiri, lanjut Pramono, juga ditopang oleh tumbuhnya kedai kopi, kafe, restoran, serta perubahan pola konsumsi masyarakat. Aktivitas usaha pada sektor tersebut kini melibatkan sekitar 193.000 pelaku usaha.
“Saat ini penikmat kopi, terutama generasi muda, telah membentuk budaya baru dengan konsep beli lekas bawa pulang di sela-sela aktivitas ruang publik maupun komunitas. Ditopang stabilitas ekonomi Jakarta yang menyumbang 16,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional dengan laju inflasi rendah sebesar 2,5 persen, ekosistem usaha kopi di Jakarta memiliki fondasi yang sangat kokoh untuk terus berkembang,” jelasnya.
Gubernur Pramono menilai keberagaman varietas dan karakter kopi dari berbagai daerah menjadi modal besar Indonesia untuk bersaing di pasar internasional. Di antaranya kopi Gayo, Luwak, Toraja, Flores Bajawa, Kintamani, dan Mandailing serta lainnya.
“Saya sempat mencicipi kopi dari Tanzania saat menerima delegasi mereka, di mana mereka hanya mengandalkan satu varietas, sangat berbeda dengan kekayaan rasa kopi lokal kita yang sangat beragam dan kaya karakter. Kehadiran lebih dari 120 stan pameran dalam perhelatan ini membuktikan optimisme bahwa industri kopi nasional memiliki daya saing yang sangat unggul di tingkat internasional,” tuturnya.
Baca juga: Mengenal Fika Swedia: Tradisi Minum Kopi yang Lebih dari Sekadar Coffee Break
Pemprov DKI juga membuka peluang dukungan bagi penyelenggaraan agenda industri kopi berskala internasional di Jakarta. Gubernur Pramono mendorong Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) untuk kembali membawa ajang World of Coffee ke Jakarta sebelum 2030.
Indonesia Coffee Expo Jakarta 2026 menjadi ruang temu bisnis sekaligus etalase perkembangan jenama dan talenta industri kopi setelah sebelumnya digelar di Surabaya dan Medan. Pameran ini menghadirkan sedikitnya 75 jenama terkurasi, kompetisi barista tingkat regional, serta berbagai sesi diskusi bersama pelaku industri. *
