Indonesia Jadi Pusat Tren Fashion Muslim Global

tren fashion muslim

Poppy Darsono (berkacamata hitam). Foto: Istimewa

JNEWS – Hal yang membanggakan kembali diraih oleh Indonesia di bidang industri kreatif. Industri busana Muslim di Tanah Air semakin berkembang dan kini mulai diperhitungkan sebagai salah satu pusat fashion Muslim dunia.

Berkembang pesatnya industri busana Muslim di Indonesia di antaranya didukung oleh populasi umat Muslim di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Selain itu juga didukung faktor kekayaan budaya tekstil serta kreativitas para desainer lokal yang mampu menghadirkan karya inovatif dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai syari, terlebih sekarang berkembangnya kain halal.

Sejumlah pelaku industri menilai, dukungan komunitas, asosiasi desainer, hingga ajang fashion berskala nasional dan internasional turut memperkuat ekosistem modest fashion Muslim di Tanah Air. Tak heran jika Indonesia digadang-gadang mampu menjadi kiblat baru dalam industri busana Muslim global.

“Saya lihat dari 34 tahun yang lalu, Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Untuk busana Muslim akan menjadi acuan dengan pangsa pasar yang luas. Saya lihat, sebagai pasar yang tidak boleh kita berikan ke negara lain, kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Poppy Dharsono.

Menurutnya, pentingnya peran desainer lokal dalam mengembangkan industri ini agar tidak kalah bersaing dengan negara lain. Dengan identitas budaya yang kuat, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk terus memperluas pengaruhnya di pasar global.

Perhatian terhadap bahan baku juga semakin meningkat, khususnya terkait penggunaan kain halal. Konsep kain halal kini menjadi sorotan karena dianggap mampu memberikan nilai tambah, baik dari sisi religius maupun kualitas produk.

Baca juga: Althafunissa: 8 Tahun Menjadi Pilihan Fashion Muslimah Keluarga Indonesia

Kain halal umumnya diproses tanpa menggunakan bahan atau zat yang bertentangan dengan prinsip syariah, sehingga memberikan rasa aman bagi konsumen Muslim. “Kain halal bisa diterima di pasar dunia dan bagi yang mau naik haji atau umrah, kalau ada cap kain halal pasti dibeli dan itu semua ada di Indonesia,” jelas Poppy.

Ketersediaan kain halal di Indonesia menjadi salah satu keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki banyak negara. Hal ini membuka peluang besar bagi pelaku industri tekstil dan fashion Tanah Air untuk menembus pasar global, terutama di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Dengan sinergi antara desainer, produsen tekstil, dan dukungan berbagai pihak, Indonesia semakin mantap melangkah sebagai pusat tren busana Muslim dunia. *

Exit mobile version