JNEWS – Menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit menjadi momen paling dinanti-nanti saat bulan Ramadhan. Spot ngabuburit mulai diserbu pemburu senja maupun mereka yang mencari suasana syahdu.
Spot ngabuburit di Jogja menawarkan hal berbeda. Di satu sisi riuh rendah Malioboro menjadi magnet utama wisatawan, namun bagi mereka yang mencari ketenangan di bulan suci Ramadhan, langit timur Jogja menawarkan sisi terindahnya.
Berikut rekomendasi spot ngabuburit di Jogja dan jagoan kulinernya:
Spot Pemandangan Alam
– Candi Ijo
Candi Hindu tertinggi di Jogja bisa menjadi jujugan menunggu waktu buka puasa bersama teman dekat atau keluarga. Tidak ada hingar-bingar. Yang ada hanyalah suara angin perbukitan dan pemandangan perkotaan yang terlihat seperti garis kecil di kejauhan. Pengunjung bisa duduk santai di rumput sekitar candi sambil menikmati angin sepoi-sepoi dan menunggu matahari terbenam.
– Tebing Breksi
Turun lebih sedikit di jalur yang sama, Tebing Breksi juga menawarkan panorama serupa dengan sentuhan seni ukir tebing yang megah. Bekas tambang batu alam ini menjadi lokasi favorit bagi para fotografer untuk berburu momen golden hour sebelum adzan Maghrib berkumandang.

Bicara soal berbuka, pengunjung tidak perlu khawatir. Di sekitar area ini, terdapat berbagai destinasi kuliner yang menawarkan view yang tak kalah menawan. Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari camilan tradisional seperti mendoan hangat dan pisang goreng, hingga hidangan berat khas rumahan seperti ayam rempah. Menikmati secangkir kopi atau teh hangat saat langit berubah jingga menjadi cara terbaik merayakan kemenangan setelah seharian berpuasa.
Rekomendasi Kuliner:
– Lesung Cafe & Resto
Tempat makan estetik dengan pemandangan lembah. Menu andalannya adalah masakan rumahan premium.
– Ijo Kuliner
Pilihan lebih santai dengan hidangan seperti Ayam Rempah Candi Ijo.
– Candhari Heaven
Untuk pengalaman yang lebih mewah dengan kolam renang dan pemandangan Gunung Merapi serta Candi Prambanan dari kejauhan.
– Watu Langit Jogja Coffee
Sangat direkomendasikan untuk minum kopi sambil makan camilan gorengan hangat di ketinggian.
Spot Pantai
– Bukit Paralayang Watugupit
Spot favorit untuk melihat golden hour di selatan Jogja. Di tempat ini menyediakan bangku-bangku kayu panjang menghadap laut, area landasan paralayang, dan tangga batu yang rapi. Pengunjung harus ekstra hati-hati karena jalan menuju lokasi memiliki kontur perbukitan yang tinggi dan curam. Meski agak jauh dari kota, namun terbayar dengan pemandangan alam pantai selatan yang memanjakan mata.
Rekomendasi Kuliner:
– Gupit Sunset Park
Menyediakan berbagai minuman segar dan makanan ringan.
– Kopi Paris
Cafe modern di dekat Parangtritis dengan suasana yang nyaman untuk berbuka.
– Warung Lokal
Di sekitar bukit banyak warung yang menjual mie instan telur, mendoan hangat, dan kelapa muda, yang menjadi kuliner wajib saat ngabuburit di sini.
Spot Budaya
– Masjid Gedhe Kauman
Ngabuburit di sini memberikan nuansa spiritual yang sangat kuat dengan arsitektur Jawa klasik.
Setiap hari Kamis, Masjid Gedhe Kauman punya tradisi legendaris membagikan Gulai Kambing gratis untuk jamaah sekitar 1.500 porsi. Di hari lain, menu berganti menjadi sayur asem atau lodeh.
Rekomendasi Kuliner:
– Pasar Sore Ramadhan Kauman
Lorong kecil di depan rumah-rumah warga yang penuh dengan penjual makanan tradisional. Kue kicak menjadi takjil legendaris khas Kauman yang terbuat dari ketan, nangka, dan kelapa dan hanya ada saat Ramadhan.
– Pasar Ngasem
Pasar yang terletak di dekat Alun-Alun Kidul dan Tamansari Keraton Yogyakarta ini sedang viral-viralnya. Pasar ini menjajakan aneka kuliner seperti jenang, serabi, apem beras, ramesan hingga kopi. Pengunjung wajib sabar karena biasanya terjadi antrean panjang, dan sedikit susah mencari kantong parkir mobil.
– Bale Raos
Dekat area Keraton, menyajikan menu-menu favorit raja-raja Yogyakarta seperti Kambing Panggang atau Bestik Lidah.
– Warung Brongkos Handayani
Terkenal dengan nasi brongkos kental yang gurih, berlokasi di dekat Alun-Alun Kidul.
Spot Mahasiswa
Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM
Bangunan ikonik dengan konsep green building dan atap rumput ini menjadi spot favorit baru untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka. GIK menawarkan perpaduan antara ruang terbuka hijau yang estetik dengan fasilitas teknologi mutakhir.
Bangunan ini memiliki ciri khas berwarna hitam. Wajar bila warga lokal menamainya, Gedung Ireng Kabeh atau bangunan hitam semua.
GIK memiliki Rooftop Garden yang menjadi daya tarik utama. Di sini, pengunjung bisa duduk bersantai di bangku-bangku beton atau hamparan rumput sambil menikmati semilir angin sore. Dari ketinggian ini, pemandangan ke arah Gunung Merapi di sisi utara dan hiruk-pikuk aktivitas kampus di bawahnya menjadi tontonan yang menenangkan. Setiap sudut GIK adalah latar belakang foto yang sangat Instagrammable.
Rekomendasi Kuliner:
– Soto Lamongan Cak Sukar
Kawasan Jalan Kaliurang (Jakal) kompleks UGM terkenal dengan PKL kulinernya di malam hari. Salah satunya Soto Lamongan Cak Sukar yang tidak hanya menyediakan soto, namun juga rawon dan tahu campur. Rasanya lezat, dan ramah di kantong pelajar.
Soto Lamongan Cak Sukar masih saudaraan dengan Cak Muji dan Cak Mangku yang membuka gerai Soto Lamongan di Jalan Kusumanegara Joggja, tidak jauh dari Gembira Loka Zoo.
– Gudeg Bu Hj. Amad
Salah satu pusat gudeg paling terkenal di area Jakal. Gudeg di sini memiliki cita rasa manis-gurih yang seimbang dengan krecek yang pedasnya pas.
– Sop Kaki Kambing Bang Udin
Ini adalah salah satu yang paling terkenal di Jogja dengan gaya ala Tanah Abang Jakarta. Lokasinya tidak jauh dari GIK UGM, tepatnya di Jalan Cik Ditiro. Kuahnya gurih dengan campuran susu atau santan, dan pembeli bisa memilih sendiri potongan kaki, daging, atau jeroan yang diinginkan.
Baca juga: Museum Benteng Vredeburg, Tempat Belajar Sejarah yang Menarik di Yogyakarta