Mengenal “Pensiunpreneur”, Kiat Tetap Berkarya Selepas Masa Purna Tugas

pensiunpreneur, kiat tetap berkarya selepas masa purna tugas

Peserta dan narasumber Seminar Persiapan Masa Pensiun bertema “Purna Tugas, Tetap Berkarya – Strategi Menjadi 'Pensiunpreneur' berfoto seusai acara

JNEWS — Masa pensiun bukanlah akhir dari perjalanan profesional, melainkan sebuah fase dan tantangan baru untuk menciptakan peluang agar tetap produktif dan berdaya secara ekonomi. Dengan meningkatnya usia harapan hidup serta dinamika ekonomi yang terus berkembang, kesiapan mental, finansial, dan keterampilan kewirausahaan menjadi faktor penting dalam menghadapi masa purna tugas.

JNE memiliki berbagai program pendampingan bagi para karyawan/ti yang akan memasuki masa purna tugas. Terakhir, JNE menyelenggarakan Seminar Persiapan Masa Pensiun bertema “Purna Tugas, Tetap Berkarya – Strategi Menjadi ‘Pensiunpreneur’: Mandiri, Produktif, dan Bermakna di Masa Pensiun.” Kegiatan ini berlangsung secara hybrid di Ballroom Lantai 7, Kantor Pusat JNE, dan diikuti oleh sekitar 70 karyawan yang akan memasuki masa pensiun dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan.

Melalui seminar ini, JNE mendorong para peserta untuk membangun mindset positif terhadap masa pensiun sekaligus memahami konsep pensiunpreneur — yaitu pemanfaatan pengalaman, jejaring, dan kompetensi selama masa kerja sebagai modal untuk menjalankan usaha atau aktivitas produktif bernilai ekonomi maupun sosial.

Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari psikologi masa pensiun, transisi identitas diri, hingga strategi memetakan potensi dan peluang usaha. Peserta juga dibekali dasar perencanaan keuangan pasca-pensiun serta didorong untuk menyusun personal action plan sebagai peta jalan menuju masa pensiun yang mandiri dan berkelanjutan.

Kepala Departemen Engagement JNE Wahyu Robihun menandaskan bahwa program ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang perusahaan dalam memastikan karyawan tetap memiliki kualitas hidup yang baik setelah menyelesaikan masa baktinya. “JNE percaya bahwa individu yang dipersiapkan dengan baik akan mampu terus berkarya, memberikan dampak positif bagi lingkungan, serta membuka babak baru kehidupan dengan penuh makna,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya seminar ini, JNE menegaskan perannya tidak hanya sebagai perusahaan logistik, tetapi juga sebagai organisasi yang menempatkan pengembangan manusia sebagai prioritas utama — bahkan hingga memasuki masa purna tugas.

Baca juga: Ramadan Mendekat, Kiriman Mukena dan Gamis dari Tasikmalaya Meningkat

 

Exit mobile version