JNEWS – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperluas layanan bagi penyandang disabilitas, mulai dari pendidikan, kesehatan, mobilitas, perlindungan sosial, hingga kesempatan kerja.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Pramono, saat menjadi keynote speaker dalam pembukaan Special Kids Expo atau Neurodiversity Expo (SPEKIX) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Pusat baru-baru ini. “Jakarta ingin bergerak dari sekadar memberikan akses menjadi membuka kesempatan, sehingga penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang setara untuk belajar, bekerja, berkembang, dan berpartisipasi dalam kehidupan kota,” ujarnya.
Saat ini, menurut Pramono, di bidang pendidikan, Jakarta telah memiliki 88 Sekolah Luar Biasa (SLB), terdiri atas 13 SLB negeri dan 75 SLB swasta. Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan KJP Plus Tahap II Tahun 2026 kepada 2.764 siswa SLB. Sementara pada sektor kesehatan, layanan ramah disabilitas telah tersedia di 44 Puskesmas dan 31 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Untuk mendukung mobilitas, Pemprov DKI mengoperasikan 37 bus sekolah ramah disabilitas pada 10 rute.
Sampai September 2026, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) telah disalurkan kepada 20.890 penerima. Pemprov DKI juga menyediakan berbagai alat bantu fisik, termasuk kursi roda, alat bantu dengar, dan tongkat.
“Secara khusus Pemerintah DKI Jakarta juga mengeluarkan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) dengan penerima saat ini mencapai 20.890 orang, serta menyediakan 37 unit bus sekolah ramah disabilitas khusus untuk anak-anak dan keluarga disabilitas,” terang Gubernur Pramono.
Perluasan kesempatan juga diarahkan ke sektor ketenagakerjaan dan kemandirian ekonomi. Saat ini tercatat 4.324 pekerja penyandang disabilitas di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta juga menggelar bursa kerja khusus yang menyediakan 500 lowongan pekerjaan serta melibatkan 133 penyandang disabilitas sebagai mitra binaan Jakpreneur.
Menurut Gubernur Pramono, penyelenggaraan SPEKIX menjadi salah satu ruang kolaborasi untuk memastikan kebijakan inklusi terus berkembang dan tidak berhenti pada pemberian fasilitas. “SPEKIX menjadi ruang bersama untuk memperkuat inklusi bagi individu berkebutuhan khusus, dan inklusi harus menjadi komitmen berkelanjutan,” pungkasnya. *
Baca juga: Dinilai Inklusif, JNE Surabaya Raih Penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan
