JNEWS – Pemprov DKI Jakarta terus gencar melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga geliat perekonomian di Ibu Kota. Salah satunya dengan menghadirkan ‘Festival Jakarta Great Sale’. Pembukaan Jakarta Great Sale dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, di Central Park 2, Jakarta Barat, pada Selasa (10/6.2026). Festival yang berlangsung hingga 22 Juli 2026 ini melibatkan 104 pusat perbelanjaan di seluruh Jakarta.
“Festival Jakarta Great Sale telah menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat. Kegiatan ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan karena mampu menarik warga dari luar Jakarta untuk datang dan berbelanja di Ibu Kota,” ucap Sekda Uus.
Untuk mendukung pelaksanaannya, menurut Uus, Pemprov DKI Jakarta memberikan insentif berupa pembebasan pajak reklame bagi pusat perbelanjaan peserta program. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong promosi dan meningkatkan daya beli masyarakat.
“Dengan berbagai kebijakan yang diberikan, kami berharap aktivitas ekonomi semakin bergeliat. Jakarta harus terus menjadi kota kebanggaan bersama dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai program promosi yang ditawarkan selama FJGS berlangsung. Selain berbelanja, masyarakat diharapkan mendukung produk lokal dan UMKM yang turut berpartisipasi dalam festival tersebut.
Baca juga: Museum Taman Prasasti: Jejak Sejarah di Tengah Kota Jakarta
Uus yakin, target transaksi FJGS 2026 sebesar Rp 16 triliun, optimis bisa tercapai. Hal tersebut mengingat pertumbuhan ekonomi Jakarta yang tetap positif dan inflasi yang terkendali menjadi modal penting untuk mendorong konsumsi masyarakat.
“Kita tidak boleh pesimis, harus optimistis. Pertumbuhan ekonomi Jakarta cukup baik dan inflasi juga terkendali. Ditambah berbagai rangkaian kegiatan HUT Jakarta sepanjang periode ini, kami yakin para pelaku usaha memiliki ruang dan kesempatan untuk bangkit serta menggerakkan perekonomian Jakarta,” tutupnya.
Sebagai tambahan, dalam festival ini sebanyak 113 perajin binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) ambil bagian. Kehadiran para perajin dan pelaku UMKM itu diharapkan dapat memperluas pengenalan produk lokal kepada masyarakat dan sekaligus meningkatkan omset penjualan para perajin. *












