JNEWS – Pemprov DKI terus berupaya menjadikan Jakarta sebagai kota global. Namun, menurut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, keinginan Jakarta sebagai kota global juga harus berjalan seiring dengan pemenuhan hak dan peningkatan kualitas hidup warga termasuk mereka yang sudah lanjut usia (lansia).
Menilik data, saat ini Jakarta dihuni sekitar 1,16 juta lansia atau 10,6 persen dari total populasi. Menurut Gubernur Pramono, besarnya jumlah penduduk lansia harus menjadi pertimbangan penting dalam perencanaan kota. Pembangunan tidak cukup hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga harus memastikan warga lansia memperoleh perlindungan, akses layanan, dan ruang untuk berinteraksi.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 di Ancol baru-baru ini yang diikuti 500 peserta dari Forum Komunikasi Lanjut Usia (FKLU) di lima wilayah kota administrasi Jakarta. “Saya betul-betul gembira. Yang saya ingat adalah semangatnya. Ini menunjukkan bahwa usia lanjut di DKI Jakarta memang mendapatkan banyak sekali perhatian dari Pemerintah DKI Jakarta,” ujar Pramono.
Menurutnya, di bidang perlindungan sosial, Pemprov DKI Jakarta menyalurkan Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Hingga Juni 2026, program tersebut telah dimanfaatkan oleh 168.497 lansia. Gubernur Pramono memastikan bantuan diprioritaskan bagi warga yang benar-benar membutuhkan. Pendaftaran KLJ pun sampai saat ini tetap dibuka.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan layanan kesehatan melalui Posyandu Lansia, Poli Lansia Terpadu, serta layanan kunjungan ke rumah oleh ‘Pasukan Putih’ bagi warga yang memiliki keterbatasan mobilitas. Gubernur Pramono mengajak para lansia memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang telah tersedia.
Baca juga: Daftar 10 Taman Kota di Jakarta yang Cocok untuk Tempat Jalan-Jalan Santai
Untuk menjaga kemandirian dan produktivitas, Pemprov DKI Jakarta juga mengembangkan Sekolah Lansia sebagai ruang belajar, pemberdayaan, dan interaksi sosial. Saat ini terdapat 78 Sekolah Lansia dengan 2.278 peserta. “Yang paling penting bagi lansia adalah merasa tetap produktif, bahagia, happy, dan yang utama adalah tetap mendapatkan rasa kasih sayang dari keluarga,” tambah Pramono.
Kemudahan mobilitas melalui transportasi publik dan akses ke sejumlah destinasi wisata juga menjadi bagian dari kebijakan ramah lansia. Dukungan tersebut diharapkan membuat warga lansia tetap aktif dan terhubung dengan kehidupan kota. “Kata kuncinya adalah lansia di Jakarta merasa memiliki harapan. Seseorang yang punya harapan biasanya lebih semangat untuk hidup,” pungkasnya. *












