JNEWS – Memasuki tahun 2026, JNE Cabang Utama Batam menggarap segmen kiriman barang-barang ekspor ke negeri jiran, yakni Singapura dan Malaysia.
Letak geografis Batam berdekatan dengan negara jiran Singapura dan Malaysia. Sehingga Batam menjadi pintu utama keluarnya barang-barang menuju Singapura dan juga Johor, Malaysia. Hal ini menjadi berkah tersendiri bagi JNE Cabang Utama Batam, untuk bisa memaksimalkan potensi tersebut guna mendongkrak tingkat kiriman di 2026.
Menurut Kepala Cabang Utama JNE Batam, Vivi Nadiyah, JNE Batam di 2026 akan lebih menggalakkan kiriman barang-barang ekspor ke Singapura dan Malaysia yang sekaligus menjadi fokus program JNE Regional Sumbagut.
“Kita lagi menggalakkan kiriman ekspor, khususnya rute Batam-Singapura dan ke Malaysia. Keuntungannya, dari segi proses kiriman di atas 3-5 kg akan mendapatkan margin yang berbeda jika dibandingkan melalui Jakarta,” ujar Vivi, saat ditemui JNEWS di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dituturkan Srikandi yang hobi memasak ini, barang-barang dengan tujuan Singapura – Malaysia yang proses transhipment-nya (pemindahan muatan atau barang) di Batam akan memakan waktu 1 hari, lebih menguntungkan customer dibandingkan melalui Jakarta yang makan waktu sekitar 3 hari.

“Waktu lebih cepat. Semua barang bisa masuk kecuali barang-barang terlarang. Contohnya produk UMKM berupa makanan kue-kue khas Batam. Dokumen dari Jakarta bisa sampai dalam 1 hari. Begitu juga pajaknya flat 8%. Kami juga secara SLA bisa menjual layanan YES, kiriman jam dua siang maka besoknya sudah bisa sampai di Singapura atau Malaysia,” bebernya.
Baca juga: JNE Cilacap Bidik Potensi UMKM dan Perluas Segmen Pelanggan di 2026
Adapun pengiriman barang-barang ekspor ke Singapura sudah berjalan 1 tahun dan terus mengalami peningkatan baik volume kiriman maupun revenue-nya. Sedangkan untuk ke Malaysia baru sampai ke Johor. Adapun tujuan kota-kota lainnya seperti ke Kuala Lumpur sedang dalam proses.
Kiriman JTR tujuan Singapura dengan terlebih dahulu melalu Batam akan sangat menguntungkan karena ketentuannya menggunakan kubikasi. Dan sekarang JNE Batam tidak hanya menangani kiriman ekspor produk UMKM akan tetapi sudah meng-handle kiriman industri yang banyak berdiri di Batam dan sekitarnya.
Selain menggarap kiriman ekspor, JNE Batam juga akan memaksimalkan potensi kiriman oleh-oleh khas Batam dari meningkatnya kunjungan wisatawan yang diprediksi di 2026 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Batam akan terus naik.
“Kota Batam sekarang sudah menjelma menjadi kota tujuan wisata. Mereka wisatawan yang dari luar kota biasanya oleh-olehnya seperti bolu dan kue-kue lainnya tidak dibawa sendiri melainkan dikirim melalui JNE Batam. Peluang tersebut akan kami garap semaksimal mungkin,” jelas Vivi dengan nada bersemangat.
Dalam mengejar pertumbuhan di 2026, JNE Batam juga berencana mengembangkan jaringan di kawasan-kawasan potensial, seperti di beberapa kecamatan dan 4 area kepulauan, sekaligus membantu pengembangan produk UMKM di kawasan tersebut.
“Target di 2026 akan ada pengembangan jaringan di beberapa kecamatan dan empat area kepulauan, tujuannya selain untuk pelayanan barang-barang incoming dan juga delivery service, juga agar produk-produk tempatan lebih berkembang,” tutup Vivi yang kini membawahi sekitar 235 karyawan tersebut. *












