JNEWS – Provinsi Gorontalo dikenal memiliki potensi pertambangan yang signifikan, baik itu dari segi sumber daya mineral maupun energi. Hal ini menjadi berkah tersendiri bagi JNE Cabang Utama Gorontalo untuk terus dimaksimalkan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Cabang Utama JNE Gorontalo, Imanuel Momba, kepada JNEWS, Jumat (9/10/2026), bahwa di kuartal IV-2026, pihaknya tetap fokus mencari peluang pengiriman baru baik dari pelanggan yang sudah existing maupun customer baru.
“Kami juga melakukan penguatan pengiriman di sektor pertambangan, khususnya emas dan mineral lainnya yang menjadi prioritas utama. Peluang besar juga terbuka pada blok-blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Bone Bolango yang baru mendapatkan kepastian izin pada September lalu. Potensi-potensi baru seperti ini harus kami bidik dan maksimalkan,” ujar Imanuel.
“Hal lainnya, JNE Gorontalo juga memperkuat kiriman Intracity dan Intercity guna mendongkrak revenue dan pencapaian target di penghujung tahun 2026 yang kini tinggal 3 bulan lagi,” tambahnya.
Berkaca dari pencapaian selama semester pertama 2026, di mana JNE Gorontalo menunjukkan capaian yang tinggi dan sesuai dengan proyeksi awal, maka Imanuel optimis target tahunan akan terpenuhi. “Hampir semua segmentasi berhasil melampaui target pada paruh pertama 2026 lalu. Sehingga ini menjadi fondasi kuat untuk menjaga momentum di sisa tahun 2026,” jelas Immanuel.
Baca juga: JNE Garap Potensi Kiriman Komoditi Unggulan di Sumedang
Selain kontribusi dari Kantor Cabang Utama (KCU), kontribusi dari Kantor Cabang Pembantu (KCP) di wilayah Zona B juga telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian JNE Gorontalo. “Contohnya, Kantor Cabang JNE Marisa yang menjadi penyumbang revenue corporate tertinggi di antara kantor cabang zona B,” ucap Imanuel.
Ia juga berterima kasih kepada jaringan agen, karena perannya sangat krusial sebagai ujung tombak dalam memperluas jangkauan layanan dan memperkuat hubungan dengan pelanggan. Sinergi cabang dan agen terbukti menjadi faktor penentu dalam menjaga keberlanjutan pencapaian.
“Harapan di akhir 2026 adalah menutup tahun dengan pencapaian yang ‘Melesat Hebat’, sekaligus memastikan kesiapan menghadapi tantangan baru di 2027. Tahun depan diharapkan menjadi momentum untuk transformasi yang lebih hebat lagi, dengan fondasi yang telah dibangun sepanjang 2026,” tutup Imanuel. *
