JNEWS – Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) lalu menimbulkan puluhan korban jiwa dan juga kerusakan bangunan di berbagai lokasi. JNE Cabang Utama Labuan Bajo pun bergerak memberikan bantuan kepada para korban terdampak.
Akibat gempa bumi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (18/8/2026) mencatat sebanyak 54 orang meninggal dunia, ratusan luka berat dan ringan serta ribuan orang mengungsi.
Sebagai bentuk tanggap darurat bencana dan bentuk kepedulian kepada para korban terdampak, pada hari pertama usai gempa, JNE langsung mengulurkan tangan untuk memberikan bantuan.
Menurut Fuad Rofik dari JNE Labuan Bajo, pihaknya menurunkan puluhan karyawan untuk memberikan bantuan secara langsung ke para korban yang tinggal di beberapa lokasi pengungsian. Di antaranya di Bajawa, Sika, Ende, Manggarai Timur dan Manggarai Barat.
“Kami di hari pertama usai gempa langsung mendatangi para pengungsi di beberapa lokasi dengan memberikan bantuan berupa sembako, obat-obatan dan lain sebagainya,” ujar Fuad kepada JNEWS, Rabu (19/8/2026) siang, seraya mengabarkan jika dirinya sedang berada di salah satu lokasi pengungsian para korban di Kabupaten Ende.

Selain memberikan bantuan yang jumlahnya kurang lebih mencapai 1 ton, JNE Labuan Bajo juga turut mendistribusikan bantuan dari gudang-gudang milik PMI ke lokasi pengungsian. “JNE Labuan Bajo mengerahkan beberapa unit armada kendaraan untuk mengangkut barang-barang bantuan dari gudang PMI. Ini sebagai bentuk kepedulian dari JNE terhadap korban gempa yang cukup dahsyat melanda NTT,” jelasnya.
Baca juga: Sejak SD Belajar Autodidak, Sosok Arijal Juara 1 Lomba Azan Nasional JNE
Dengan datangnya bantuan, menurut Fuad, masyarakat yang terdampak gempa mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang dibawa oleh JNE. “Saya pribadi ikut prihatin dan miris melihat para korban yang tinggal di tenda-tenda pengungsian. Mereka juga banyak yang trauma dan takut terjadi lagi gempa. Semoga bantuan dari JNE bisa meringankan beban dan kebutuhan mereka,” ucapnya.
Terkait kantor maupun gudang JNE Labuan Bajo, diutarakan Fuad semuanya aman dan tidak ada yang mengalami kerusakan. Sampai saat ini pelayanan kepada para customer tetap berjalan normal.
“Gedung dan properti lainnya milik JNE Labuan Bajo semuanya aman. Namun ada beberapa karyawan yang rumahnya rusak hingga hampir roboh. Gempa kemarin memang benar-benar dahsyat, saya juga ikut merasakan bumi berguncang cukup kencang,” tutup Fuad. *