Kakao Hingga Olahan Hasil Laut, Pembawa Berkah Bagi JNE Gunung Sitoli

Pimpinan JNE Gunung Sitoli, Tukari Bu’ulolo.

JNEWS – Selain pelaku UMKM dan ritel, JNE Cabang Gunung Sitoli juga menyasar komoditas pertanian dan perkebunan untuk mendongkrak volume pengiriman arus barang ke luar pulau. Kakao, kepala hingga karet dengan segala produk turunannya menjadi komoditas unggulan yang disasar.

Gunung Sitoli merupakan kota terbesar di Pulau Nias, Sumatera Utara (Sumut). Kota yang terkenal dengan julukan ‘Kota Luah’ ini memiliki berbagai potensi ekonomi unggulan. Di antaranya dari sektor pertanian dan perkebunan, kemudian perikanan hingga pariwisata berkat pantainya yang indah serta atraksi budaya terkenal Lompat Batu atau Hombo Batu.

Menurut pimpinan JNE Gunug Sitoli, Tukari Bu’ulolo, selama ini pihaknya tak henti menggali dan memaksimalkan semua potensi yang ada di wilayah Gunung Sitoli. “Potensi utama terdapat pada sektor perkebunan dan pertanian. Kakao, kelapa, biji pinang, karet dan juga yang lainnya. Kemudian sektor kelautan dan perikanan. Olahan makanan dari ikan tuna, ikan kerapu dan komoditas laut lainnya permintaannya terus meningkat, terutama yang datang dari Kota Medan,” ujar Tukari, saat berbincang dengan JNEWS, Jumat (3/7/2026)

Diungkapkannya, dari hasil pertanian dan kelautan banyak dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM, untuk menjadi produk kuliner seperti menjadi ikan asin dan ikan asap. Kemudian dari kerajinan ada pahatan kayu dan kain tradisional Nias yang sudah dipasarkan secara online.

“Petani, nelayan dan pelaku UMKM di sini merasa sangat terbantu dengan keberadaan JNE, karena produknya laku di pasaran dan menyebar dengan baik hingga ke luar pulau, termasuk ke kota-kota besar yang ada di Pulau Jawa,” terang Tukari.

Sementara terkait produk layanan JNE yang paling banyak digunakan di Nias, yakni Reguler dan JTR (JNE Trucking) di mana mereka bisa mengirimkan barang-barang dalam jumlah banyak namun dengan tarif cukup terjangkau.

“Proses pengiriman paket dari dan ke Gunung Sitoli menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Sibolga Medan dengan waktu tempuh sekitar 12 jam. Meski demikian pengiriman paket ke para pelanggan sesuai dengan SLA yang sudah ditentukan,” ucapnya.

Baca juga: JNE Magelang dan UMKM Lokal, Kompak Majukan Ekonomi Kreatif

Gunung Sitoli sebagai kota terbesar dan pusat pemerintahan daerah juga menjadi potensi yang selama ini terus dimaksimalkan, seperti kerja sama dengan rumah sakit daerah, dinas-dinas terkait dan juga yang lainnya.

“Kami juga mendapat berkah dari meningkatnya sektor pariwisata. Di mana pantai di Nias yang terkenal dengan ombaknya menjadi favorit para peselancar dunia. Banyak kiriman oleh-oleh melalui JNE Gunung Sitoli,” tambah Tukari.

“Ke depan kami akan terus bekerja keras untuk meningkatkan layanan supaya para pelanggan merasa puas. Meski persaingan semakin ketat, kami optimis JNE akan tetap menjadi yang terdepan di Nias,” pungkasnya. *

Exit mobile version