Kemenekraf Gelar Pelatihan Desainer Fesyen di Yogyakarta

pelatihan desainer fesyen

Para peserta pelatihan fesyen di Yogyakarta. Foto: Istimewa

JNEWS – Salah satu ekonomi kreatif yang terus mendapat perhatian Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) adalah di bidang industri fesyen. Untuk itu, Kemenkraf menggelar pelatihan desainer fesyen yang ada di Yogyakarta.

Pelatihan yang berlangsung di Science Theater Perpustakaan Taman Pintar, Yogyakarta baru-baru ini diikuti sebanyak 30 peserta yang sebelumnya terpilih untuk mengikuti pelatihan. Tujuan dari kegiatan ini adalah menumbuhkan talenta fesyen berdaya saing tinggi yang siap menjawab kebutuhan industri fesyen baik nasional maupun global.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program flagship Aktivasi Creative Hub Tahun 2026 yang berfokus pada pengembangan kompetensi SDM ekonomi kreatif. Provinsi Yogyakarta menjadi lokasi ketujuh dari 21 lokasi pelaksanaan program Aktivasi Creative Hub.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Ekraf, R. Adi Mukhtar Rivai, mengatakan bahwa Aktivasi Creative Hub diarahkan untuk mengoptimalkan ruang-ruang kreatif yang telah ada sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif di daerah.

“Aktivasi Creative Hub bukanlah membangun ruang kreatif baru, melainkan menghidupkan kembali ruang-ruang kreatif yang sudah ada agar ekosistem ekonomi kreatif dapat tumbuh dan berkembang. Salah satu bentuk aktivasi tersebut adalah pengembangan talenta melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi,” ujarnya.

Adi menambahkan, pelatihan berbasis kompetensi mencakup penguatan pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja profesional. Peserta yang dinyatakan kompeten oleh tim asesor berhak menerima sertifikat kompetensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Selama pelatihan, peserta mendapatkan bimbingan intensif dari praktisi dan akademisi fesyen, yakni Dede Ananta (ISBI Bandung) dan Sanet Sabintang (Indonesian Fashion Chamber), dengan fokus pada standar okupasi Asisten Junior Designer.

Baca juga: Mengembangkan Ekonomi Kreatif Lewat Ecoprint

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY, Iwan Pramana, menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, Yogyakarta memiliki fondasi fesyen yang kokoh berkat kekayaan budaya, tradisi tekstil seperti lurik, keberadaan lembaga pendidikan, serta komunitas kreatif yang aktif. “Potensi tersebut perlu didukung talenta yang memiliki kompetensi teknis, profesionalisme, dan pemahaman pasar. Pelatihan dan sertifikasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus memperluas peluang karier di industri fesyen,” ujar Iwan.

Ia berharap Aktivasi Creative Hub dapat berlanjut melalui pendampingan, penguatan portofolio, dan pengembangan usaha. Untuk itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dengan akademisi, komunitas, industri, serta pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat. *

Exit mobile version