Kenali Pilihan Investasi Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Kapan Waktu Tepat Membeli dan Menjual? 

Masyarakat semakin melirik logam mulia sebagai instrumen investasi ataupun koleksi

JNEWS – Melonjaknya harga emas (perhiasan dan logam mulia) dalam dua tahun terakhir menjadi daya tarik masyarakat untuk berbondong-bondong ikuti tren dengan membeli emas untuk investasi ataupun koleksi.

Akibatnya gerai Aneka Tambang dan cabang Pegadaian di sejumlah kota diserbu calon pembeli yang tertarik ikutan memiliki logam mulia (LM). Demikian juga toko perhiasan ramai diserbu calon pembeli, khususnya para ibu yang memanfaatkan momen kenaikan harga emas sebagai investasi sekaligus koleksi perhiasan yang bisa dipakai.

Berdasarkan catatan logammulia.com, harga emas Antam berada pada posisi Rp 1.508.000 per gram pada 8 Desember 2024. Artinya, harga emas ini sudah mengalami kenaikan sebesar Rp 379.000 atau 34% dibandingkan pada posisi awal tahun 2 Januari 2024, yakni Rp 1.129.000 per gram.

Per 5 Maret 2026, harga emas kembali naik sekitar Rp4.000 per gram, dengan posisi harga yang masih berada di kisaran Rp3 jutaan per gram. Pergerakan ini menegaskan bahwa emas sedang dalam fase fluktuatif, dipengaruhi oleh kondisi global seperti suku bunga dan nilai tukar serta geopolitik dunia perang AS-Israel dengan Iran.

Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia di Jakarta, Rabu (1/4/2026), pukul 09.30 WIB, mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp 75.000, dari semula Rp 2.827.000 menjadi Rp 2.902.000 per gram. Sementara itu, harga beli kembali (buyback) turut naik menjadi Rp 2.587.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.477.000 per gram.

Update harga emas perhiasan dari Rajaemas dan Lakuemas stagnan pada awal bulan April 2026 menjadi sinyal positif bagi investor memanfaatkan untuk kembali membeli emas perhiasan.

Rajaemas Kadar 24K: Rp2.300.000 per gram, Lakuemas 24K (99%): Rp2.278.000 per gram. Untuk emas perhiasan harga gramasi ditambah harga desain dengan jumlah tergantung yang sudah ditetapkan masing-masing toko emas.

Kapan Waktu Tepat Beli Emas?

Melihat dinamika fluktuasi harga emas yang dinamis tentu saja menarik banyak orang untuk melirik apakah emas bisa jadi pilihan investasi yang tepat dengan cuan terbanyak dari margin kenaikan harga. Juga jadi tanda tanya kapan waktu tepat beli emas, apakah sekarang atau menunggu momen penurunan.

Baca juga: Cara Memulai Investasi Saham yang Benar agar Hasilnya Maksimal untuk Pemula

Perlu bijak dalam menentukan emas sebagai instrumen investasi dan perlunya juga dipahami tujuannya, jangka pendek, menengah atau panjang. Emas untuk jenis LM kurang cocok untuk dipakai sebagai invetasi jangka pendek, karena fluktuasi harga yang dinamis menyebabkan margin yang didapat bisa jadi malah merugi. Pasalnya antara beli dan buyback (jual) ada selisih harga kisaran margin yang cukup besar.

Emas LM rekomended untuk investasi jangka menengah dan panjang. Fungsinya emas LM untuk hedging (lindung nilai) yang dirupakan dalam bentuk emas LM. Dengan bentuk emas LM, nilai nominal rupiah tidak akan berkurang bahkan akan naik seiring kenaikan harga emas LM yang terus bergerak tiap tahunnya.

Kunci dari investasi emas LM belilah saat punya dana untuk membeli, jangan menunggu harga turun. Karena fluktuasi harga emas LM sulit diprediksi, dalam harian atau mingguan karena banyak faktor yang menjadi penyebab naik turunnya harga emas dunia.

Masyarakat semakin melirik logam mulia sebagai instrumen investasi ataupun koleksi

Sementara untuk emas perhiasan, karena tujuannya tidak semata investasi, melainkan juga untuk dipakai, jangan nunggu trend desain. Karena nanti kalau dijual, model terbaru tidak berpengaruh besar pada nilai jual produk perhiasan tersebut melainkan gramasi dan kadar emasnya.

Pilihan Emas Logam Mulia di Indonesia

Emas Logam Mulia kini makin beragam tidak saja didominasi oleh produksi PT Aneka Tambang (Antam). Jadi pecinta emas LM yang ingin investasi dan koleksi bisa banyak pilihan tidak terpaku pada satu produk saja. Setidaknya ada 10 brand LM yang diproduksi dan bisa dibeli di Indonesia.

Jenis Logam Mulia yang populer dan dijual di Indonesia:

  1. Emas Antam: Diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk, dengan kadar kemurnian 99,99% dan sertifikat LBMA (London Bullion Market Association).
  2. Emas UBS: Diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera, dengan harga lebih terjangkau dan sertifikat nasional.
  3. Galeri 24 : Diproduksi oleh PT Pegadaian, dengan jaringan cabang yang luas dan sertifikat SNI.
  4. Lotus Archi: Diproduksi oleh PT Lotus Lingga Utama, dengan desain modern dan sertifikat internasional.
  5. King Halim: Diproduksi oleh PT King Halim Jewelry, dengan desain elegan dan sertifikat internasional.
  6. PAMP: Diproduksi oleh Produits Artistiques Metaux Precieux, dengan sertifikat internasional dan desain unik.
  7. Semar Nusantara: Diproduksi oleh PT Semar Nusantara, dengan ciri khas logo SMG dan sertifikat nasional.
  8. Mini Gold: Diproduksi oleh PT Sinergi Digital Global Mulia, dengan kadar kemurnian 24 karat dan sertifikat SNI.
  9. HK: Diproduksi oleh Toko Mas Kranggan Group, dengan kadar kemurnian 24 karat dan sertifikat nasional.
  10. Wonderful Wish: Diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera, dengan desain unik dan sertifikat nasional.

Beli LM Cash atau Cicilan

Banyak pilihan yang bisa diambil untuk memiliki LM, bisa cash atau program cicilan. Hampir semua bank syariah menawarkan program beli cash ataupun cicilan, juga Pegadaian yang kini sebagai bank bulion.

Bulion merupakan layanan bisnis yang memiliki kaitan dengan emas oleh LJK. Aktivitas bulion atau layanan bank emas di Indonesia di antaranya adalah simpanan emas, perdagangan emas, pembiayaan emas, dan/atau kegiatan lainnya yang disetujui oleh OJK.

Baca juga: Cara Memulai Investasi dengan Modal Kecil

Seperti yang dilakukan Rania Yasmin Mumataza, meski masih mahasiswa dan mengandalkan kiriman dari orangtua bisa juga memiliki dan berinvestasi LM. Caranya dengan mengikuti program cicilan yang ditawarkan Pegadaian.

“Tahun 2025 awal saya buka tabungan emas plus cicilan untuk 10 gr waktu itu harga masih Rp 1,5 per gram. Dengan tenor 2 tahun, DP 20 persen dari nilai, cicilan per bulan kisaran Rp 500 ribu. Dan tinggal enam bulan lagi cicilan sudah lunas, tidak terasa punya emas LM dan harga juga sudah meningkat tajam dibandingkan tahun 2025,” kata Rania Yasmin.

Rencananya setelah lunas untuk 10 gram, akan mencicil lagi karena tidak terasa cicilan ringan bisa memiliki sekaligus investasi emas. Selain cicilan emas, program di Pegadaian ada deposito emas, tabungan emas yang ada tidak mengendap, melainkan bisa menghasilkan gain 1 persen per tahun.

“Meski masih mahasiswa, tidak ada alasan untuk belajar berinvestasi, salah satunya lewat LM,” urainya.

 

Exit mobile version